PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - SMK Negeri 2 Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis menggelar kegiatan penguatan literasi bagi guru-guru dan siswa-siswinya. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu, tepatnya 22 Juli 2024, dan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2024. Program ini memanfaatkan bantuan dana dari Kemendikbudristek setelah sekolah tersebut masuk dalam Program Pusat Keunggulan (PK).
"Tujuan kami menggelar kegiatan literasi ini adalah untuk pembekalan kepada para siswa kami di luar mata pelajaran yang sudah kami berikan. Literasi ini sangat penting menghadapi globalisme seperti sekarang," ujar Kepala SMKN 2 Pinggir, Suwondo ST, Rabu (31/7/2023) saat ditemui di ruang kerjanya.
Suwondo juga menjelaskan, banyak program yang dilakukan sekolahnya untuk membangun kemampuan dan mental para siswa-siswinya sebagai bekal mereka setelah lulus nanti. Saat ini sekolah yang dipimpinnya sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Riau yang langsung mengajari siswanya agar bisa masuk dalam dunia kerja nanti. Misalnya dalam bidang perbengkelan mobil dan motor, pengelasan skala besar, dan sebagainya.
"Saat ini kami juga sedang merancang program pemagangan ke luar negeri, salah satunya Jepang," jelas lelaki kelahiran Sragen, Jawa Tengah, ini, yang dilantik menjadi kepala sekolah pada 27 Desember 2023 lalu.
Khusus untuk bidang penguatan literasi ini pihaknya bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR). BBPR-lah yang membantu menyusunan programnya, termasuk mencarikan narasumber dan intruktur yang tunak di bidangnya.
Adapun beberapa materi penguatan literasi yang diselenggarakan adalah Workshop Penguatan Literasi, Workshop Penyusunan Program Literasi dan Numerasi, Sosialisasi Uji Kemarihan Babasa Indonesia, Lomba Keberhasilan Program Literasi Sekolah, Worshop Penguatan Numerasi, Workshop Penguatan Konten, Program Penerbitan Buku Buku dan Karya Siswa/Guru, dan Tes UKBI.
Humas SMKN 2 Pinggir, Lumkanul Hakim ST, menambahkan, dalam program penguatan literasi ini, beberapa intrukstur yang memberikan pemateri antara lain Yeni Maulina SPd dari BBPR, Marhalim Zaini MA dari Suku Seni Riau, Hary B Koriun dari Riau Pos, dan beberapa pemateri lainnya.
"Alhamdulillah semua kegiatan itu berjalan lancar. Kami banyak mendapatkan ilmu baru, terutama literasi, yakni bagaimana meningkatkan minat baca dan serta pemahaman tentang bahasa dan sastra," ujar Lukman.
Secara khusus, beberapa materi literasi yang diajarkan oleh para narasumber antara lain pelatihan penulisan pantun, puisi, cerpen, syair, keterampilan berbicara seperti pidato dan ceramah, dan menyusunan karya tulis bagi siswa. Untuk pelatihan menulis cerpen, muara akhirnya adalah akan menerbitkan buku kumpulan cerpen bagi siswa.
Lukman juga menjelaskan tentang perjuangan para guru dan masyarakat hingga SMKN 2 Pinggir bisa berkembang dan maju seperti sekarang. Hal itu dimulai tahun 2010 dengan berdirinya SMK Swasta Muara Basung yang diperjuangkan oleh beberapa tokoh masyarakat desa tersebut, termasuk Elmi Suhaimi MPd yang kemudian menjadi kepala sekolah. Mereka kemudian memperjuangkan ke Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ketika itu dan menjadi SMK Negeri pada tahun 2012.
"Hingga sekarang, jumlah siswa-siswi kami hampir 1000-an orang dari sebelumnya hanya puluhan siswa saat baru berdiri. Antuasiasme masyarakat menyekolahkan anaknya ke SMKN 2 sangat tinggi," jelas Lukman.(ted)
Editor : RP Edwar Yaman