PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kamis (29/8) merupakan hari terakhir pendaftaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024. Hasilnya, total ada 43 bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah yang mendaftar untuk bertarung di 12 kabupaten/kota di Riau, termasuk tiga bapaslon yang akan berebut kursi Riau 1 pada 27 November 2024.
Baca Juga: Batal Maju Pilkada, Ketua PDIP Jabar Sebut Anies Dijegal di Jakarta dan Jawa Barat
Untuk Pilgubri 2024, ada tiga bapaslon yang bakal, yakni Syamsuar-Mawardi M Saleh, M Nasir-M Wardan, dan Abdul Wahid-SF Hariyanto. Sedangkan untuk kabupaten/kota, Pekanbaru dan Rokan Hulu menjadi yang terbanyak diikuti bapaslon. Yakni masing-masing lima bapaslon.
Lima bapaslon yang bertarung di Pilkada Pekanbaru adalah Ida Yulita Susanti-Kharisman Risanda, Muflihun-Ade Hartati, Agung Nugroho-Markarius Anwar, Edy Natar Nasution-Dastrayani Bibra, dan Intsiawati Ayus-Taufik Arrakhman.
Sedangkan di Rokan Hulu, lima bapaslon yang siap bertarung adalah Kelmi Amri-Asparaini Aidarus, Anton-Syafaruddin Poti, Erizal-T Rusli, Murnis Mansyur-Syamsurizal, dan Indra Gunawan-Abdul Haris.
Sementara tiga daerah, yakni Bengkalis, Rokan Hilir, dan Pelalawan paling sedikit peserta yang akan bertarung. Yakni hanya dua bapaslon.
Di Bengkalis, Kasmarni-Bagus Santoso yang diusung koalisi PDIP, Nasdem, Gerindra, PKS, PBB, PAN, PKB, Perindo, PPP, dan Partai Gelora tidak jadi melawan kotak kosong. Pasalnya, bapaslon Syahrial-Andika Putra Kenedi muncul diusung partai Golkar sebagai penantang.
Sementara KPU Rohil, hingga hari terakhir hanya menerima pendaftaran 2 bapaslon. Afrizal Sintong-Setiawan yang mendaftar pada hari terakhir melengkapi lawan tanding Bistaman-Jhoni Charles. Sebagai petahana Afrizal Sintong dan pasangannya diusung koalisi gemuk yakni 10 partai. Sementara Bistamam dan pasangannya diusung enam partai yang dipimpin Nasdem sebagai pemilik suara terbesar dalam koalisi ini.
Pelalawan yang terhampar pada bagian hilir aliran Sungai Kampar, juga hanya punya dua bapaslon. Petahana Zukri yang berpasangan dengan Husni Thamrin yang diusung empat partai yang dipimpin PDIP, akan ditantang Nasarudin-Abu Bakar sokongan tujuh partai yang dimotori oleh Partai Golkar.
Bergeser ke wilayah yang dilalui Sungai Indragiri, KPU Inhu menerima pendaftaran tiga bapaslon. Sementara KPU Inhil menerima pendaftaran empat bapaslon. Untuk Inhu, selain petahana Rezita Meylani yang berpasangan dengan Suhardi, ada bapaslon Raja Haryono-Elda Suhanura yang diusung trio PKS, Demokrat, dan Golkar. Lalu Ade Agus Hartanto-Hendrizal diusung PKB, Perindo, PDIP, dan PAN. Petahana Rezita pada Pilkada Inhu 2024 ini diusung Nasdem, Partai Ummat, Gerindra, dan PPP.
Adapun Inhil yang pada Pilkada 2024 ini tanpa petahana, ada empat bapaslon yang mendaftar ke KPU. Yaitu Suhaidi-Syamsuddin Uti yang diusung Gerindra dan Demokrat dan Herman-Yuliantini yang diusung Golkar, PPP, Nasdem, PKS, Perindo, PBB, Gelora, PSI, dan Partai Ummat.
Dua lainnya yang mendaftar pada hari terakhir kemarin, ada bapaslon Mimi Lutmila-Sufian yang diusung PDIP dan Ferryandi-Dani M Nursalam yang diusung PKB-PAN. Bergeser ke Kampar, total ada empat bapaslon yang mendaftar. Kampar melanjutkan tradisi banyaknya bapaslon yang mendaftar ke KPU pada dua pilkada terakhir.
Empat bapaslon yang mendaftar adalah Yusri-Rinto Pramono yang diusung Gerindra dan Demokrat, Ahmad Yuzar-Misharti yang diusung PKB, Nasdem, PDIP, Gelora, dan PBB.
Kemudian ada pasangan Yuyun Hidayat-Edwin Pratama Putra yang diusung PPP, PKS, PAN, dan PSI. Sementara pada hari terakhir kemarin, pasangan Repol-Rahmad Jevary Juniardo mendaftarkan diri ke KPU. Diantar Ustaz Abdul Somad (UAS) dan mantan Bupati Kampar Jefry Noer, bapaslon ini diusung Golkar, Partai Buruh, dan Partai Ummat.
Untuk Siak, hingga hari terakhir kemarin, KPU Siak menerima tiga bapaslon. Yaitu Alfedri-Husni Merza yang diusung sembilan partai, Irving Kahar Arifin-Sugianto diusung dua partai, dan Afni-Syamsurizal yang diusung lima partai.
KPU Kota Dumai tercatat menerima tiga pendaftar. Pada hari pertama telah mendaftar petahana Paisal yang berpasangan dengan Sugiyarto, disusul dua pasangan pada hari terakhir, Ferdiansyah-Soeparto dan Eddy A Mhd Yatim-Almainis.
Daerah terakhir, Kabupaten Kepulauan Meranti, masyarakatnya kemungkinan akan diberi pilihan empat pasangan calon. Mulai dari petahana Asmar yang berpasangan dengan Muzamil diusung lima partai. Petahana bakal ditantang Masrul Kasmy-Fauzi Hasan, Basiran-Yulian Norwis, dan Mahmuzin Taher-Iskandar Budiman.
Anggota KPU Riau Nugroho Noto Susanto menegaskan, secara komposisi tidak mungkin lagi ada paslon yang daftar. Akan tetapi sesuai dengan aturan, KPU tetap membuka dan menutup sesuai jadwalnya.
“KPU Riau tetap menjalankan jadwal yang sudah dibuat, dibuka 27 Agustus dan ditutup 29 Agustus, tepat pukul 23.59 WIB. Setelah ini, kami akan umumkan bapaslon yang maju untuk semua daerah di Riau, baik untuk pilgubri, pilbup, dan pilwako, “ tutur Nugroho kepada wartawan, Kamis (29/8).
Hal ini dilihat dari suara sah yang diperoleh oleh masing-masing parpol tidak mencukupi lagi untuk mengusung atau mendukung.
“Setelah pendaftaran ini seluruh bapaslon wajib melakukan tes kesehatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk. RSUD Arifin Achmad yang direkomendasikan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Jadwalnya itu mulai 27 Agustus sampai 2 September 2024,” ujarnya.
Artinya, masing-masing bapaslon juga diwajibkan untuk melakukan tes kesehatan, jasmani, rohani, dan narkoba. “Hasil dari pemeriksaan itu dikembalikan ke KPU Riau, berupa rekomendasi catatan mampu atau tidak mampu saja,” ungkapnya.
Selanjutnya, jika semua administrasi bapaslon dinyatakan lengkap dan tidak ada lagi persoalan perbaikan, maka masuk pada tahap penetapan paslon 22 September.
Dilanjutkan pada 23 September pengundian nomor urut paslon. Untuk itu kepada masyarakat Riau secara keseluruhan, Nugroho menyampaikan imbauan supaya secara sadar dapat menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024. Saat ini sedang pada tahapan pencalonan sampai nanti pada penetapan pasangan calon di KPU.
“Kami mohon partisipasi publik untuk dapat melihat langsung dan meneliti para paslon sehingga publik punya referensi yang terbaik dari bakal paslon yang sudah mendaftar,” tuturnya.
Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr Aidil Haris SSos MSi menilai, banyaknya pasangan calon yang muncul merupakan suatu tanda bahwa pelaksanaan pesta demokrasi di Riau, baik pileg, pilpres, dan pilkada selalu berjalan lancar dan minim konflik.
“Dengan munculnya banyak calon itu juga merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Artinya tidak ada hambatan yang krusial dan membuat orang terhalang untuk mencalonkan diri,” katanya, Kamis (29/8).
Menurutnya, wajar saja partai politik mengusung calon yang mereka nilai layak untuk dicalonkan. Dan tentunya partai tidak mungkin mencalonkan jika tidak memiliki studi kelayakan serta pastinya memiliki track record yang baik.
“Kemudian adanya putusan MK juga tentunya mempunyai pengaruh bagi partai politik untuk mengusung kadernya dalam kontestasi pilkada. Ini juga menjadi sinyal bahwa dinamika politik itu harus disemarakkan sehingga tidak harus terkungkung dengan beberapa pasangan calon saja dan juga meminimalisir calon tunggal,” ujarnya.
Menurut Aidil, dengan banyaknya calon kepala daerah yang muncul, masyarakat juga akan diuntungkan. Karena masyarakat menjadi banyak pilihan dan para calon kepala daerah harus membuat visi misi yang sesuai dengan keperluan masyarakat saat ini.
“Masyarakat tentunya juga menjadi banyak pilihan, di sini peran para calon kepala daerah harus lebih baik dalam menyusun visi misi yang sesuai keperluan masyarakat,” sebutnya.
Selain itu, penyelenggara pemilu juga harus berperan aktif dalam menyosialisasikan para calon kepala daerah. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
“KPU juga harus berperan aktif menyosialisasikan para pasangan calon. Tujuannya agar masyarakat mengetahui dan meningkatkan partisipasi pemilih,” ujarnya.(end/gus/sol/das)
Editor : RP Arif Oktafian