TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Hujan deras di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) selama dua hari berturut-turut yakni Sabtu (12/10) dan Ahad (13/10) membuat debit Sungai Kuantan sempat naik.
Kondisi itu, rupanya menyebabkan lima desa di Kecamatan Inuman, sempat terendam banjir selama dua hari, Senin (14/10) hingga Selasa (15/10). “Banjir paling parah itu, di Desa Pulau Sipan. Air hingga setinggi pinggang orang dewasa,” ungkap Camat Inuman Zamri yang dihubungi Riau Pos, Rabu (16/10).
Di Desa Pulau Sipan yang berada di Seberang Sungai Kuantan, sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat. Namun karena banjir sudah setiap tahun terjadi, masyarakat setempat tak terlalu merisaukan air Sungai Kuantan yang naik.
Syukurnya, banjir yang melanda desa di Inuman tidak berkepanjangan. Kini, luapan sungai Kuantan sudah surut dan tinggal bekas-bekas lumpur.
Lima desa serta warga yang sempat terdampak banjir itu adalah Desa Pulau Sipan sebanyak 270 KK, Desa Pulau Panjang Hilir 50 KK, Desa Ketaping Jaya 49 KK, Desa Seberang Pulau Busuk sebanyak 15 , dan Desa Pulau Busuk sebanyak 13 KK dengan jumlah 397 KK.
Camat Zamri mengatakan, saat banjir yang melanda di lima Desa Inuman, dia sudah menyampaikan kondisi itu pada Pemkab Kuansing. “Tadi (kemarin, red) Pak Pjs Bupati Kuansing bersama sejumlah kepala dinas terkait melakukan peninjauan dan menyerahkan bantuan,” kata Zamri.
Bantuan diserahkan langsung oleh Pjs Bupati drg Sri Sadono Mulyanto MHan bersama Kadis Sosial PMD Erdisyah SSos, Kadis PUPR Zulkarnain, dan Plt Kadis Kesehatan Dr Trian Zulhadi. Bantuan itu berupa beras, mi instan, dan beberapa bahan pokok lainnya untuk yang terkena musibah banjir.
Zamri pun mengimbau, di tengah curah hujan yang masih tinggi, semua warga harus waspada. Pasalnya, hujan bisa kapan pun datang, dan banjir bisa kapan pun terjadi.
Pjs Bupati Kuansing drg Sri Sadono MHan dikonfirmasi terpisah menjelaskan, kedatangannya ke Kecamatan Inuman memang untuk melihat situasi warga lima desa yang sempat terkena banjir. Namun, saat di lokasi, banjir sudah surut dan sebagian sudah ada yang kering.
“Kami salurkan bantuan Kemenkes untuk Riau, ratusan kotak makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Kami serahkan juga pada warga yang terdampak,” kata Sri Sadono. Dia pun melihat kondisi jalan yang rencananya akan dilakukan pengaspalan oleh Dinas PUPR.
Meski kondisi sudah normal, Sadono mengimbau masyarakat lima Desa di Kecamatan Inuman maupun di Kuansing yang rawan banjir untuk tetap waspada. Di mana, curah hujan di prediksi masih tinggi.
Sejauh ini, Kuansing belum memberlakukan siaga banjir dan masih dalam tahap imbauan waspada banjir. “Baik untuk warga maupun pihak sekolah, terutama yang rawan saat banjir,” katanya.
Banjir juga terjadi di Rokan Hulu (Rohul), tepatnya di Kecamatan Tambusai dan Kepenuhan Hulut, Rabu (16/10). Banjir ini merupakan kiriman dari luapan air Sungai Batang Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut).
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul H Ridarmanto SIP MIP melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul Boy Arta SIP saat dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (16/10).
Menurutnya, tingginya curah hujan di bagian hulu Padang Lawas menyebabkan meluapnya air Sungai Batang Sosah di wilayah Kecamatan Tambusai, Ahad (13/10). Kondisi ini mengakibatkan luapan air sungai menjadi banjir singgah lalu di permukiman rumah penduduk.
Boy mengatakan, hari pertama terjadinya banjir, Ahad (13/10) siang merendam Desa Sungai Kumango dengan 76 kepala keluarga (KK), Kelurahan Tambusai Tengah 51 KK, Desa Tali Kumain 70 KK, Desa Batang Kumu 35 KK, Desa Rantau Panjang 25 KK.
Setelah surut, Senin (14/10), banjir singgah lalu itu mengalir dan merendam rumah penduduk di Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai hingga ke Desa Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan.
‘’Banjir luapan air Sungai Batang Sosa yang merendam rumah penduduk di dua kecamatan itu, sifatnya singgah lalu. Tidak seperti banjir besar yang terjadi tahun lalu. Penyebab banjir itu, tingginya curah hujan di hulu Sungai Batang Sosa Padang Lawas,’’ tuturnya.
Warga Rohil Khawatir Turun Hujan
Kondisi banjir di Rokan Hilir (Rohil), khususnya di Bagansiapiapi semakin menunjukkan penyusutan. Ketinggian genangan air dan luas wilayah terdampak semakin berkurang drastis, bahkan sejumlah titik yang sebelumnya dilanda banjir kini terlihat normal seperti sebelumnya.
Hal itu tampak di sekitaran Jalan Pahlawan Kelurahan Bagan Timur, yang sudah pulih seperti biasanya. Begitu juga di sekitaran lokasi yang sebelumnya terdampak banjir seperti di jalan Utama, Bagansiapiapi sejumlah titik banjir sudah normal.
Kondisi sama di jalan Pulau Baru (Tecong). Begitu juga di areal terdampak lainya di jalan lintas kecamatan, dan beberapa titik yang sempat digenangi air kini sudah kembali seperti sebelumnya.
Sekretaris BPBD Rohil Edo Rendra melalui Penata Penanggulangan Bencana BPBD Rohil, Devita Trimaily menilai kondisi banjir telah mengalami penyusutan secara berarti, namun untuk detail wilayah terdampak sesuai dengan perkembangan terbaru masih belum diketahui pasti. “Pihak kecamatan belum menyampaikan laporan terkait dengan perkembangan terbaru,” kata Devita.
Terpisah salah satu kecamatan dengan terdampak banjir yang luas, yakni Kecamatan Bangko (Bagansiapiapi) saat ini telah berangsur pulih. Namun camat Bangko Iswandi Putra menyebutkan kondisi daerah terdampak masih sama. (dac/epp/fad)
Editor : Rindra Yasin