PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjelang akhir tahun 2024 ini, Tanoto Foundation secara umum sudah menyelesaikan target-targetnya di Provinsi Riau. Hal tersebut dikatakan oleh Regional Lead Sumatera, Dendi Satria Buana.
"Secara umum target di Riau sudah 100 persen tercapai yang meliputi empat daerah, yakni Dumai, Bengkalis, Siak dan Pekanbaru," ujarnya kepada Riaupos.co, Rabu (13/11/2024).
Ia juga menyebut bahwa di tahun 2025 mendatang, pihaknya akan terus fokus meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah dan fokus pada percepatan pengentasan stunting.
"Di tahun ini kami sudah melakukan banyak program di Riau. Salah satu programnya ialah mendukung implementasi Kurikulum Merdeka 2024. Ini kita mendukung itu dengan menjalankan suatu kegiatan yaitu Project Fasda Perubahan," ungakpnya.
Program tersebut melibatkan fasilitator daerah dan kepala sekolah terpilih yang dilatih berkelanjutan oleh Tanoto Foundation. Mereka diajak untuk berdiskusi mengenai akar masalah pendidikan dan mendesain konsep kegiatan pelatihan untuk guru dan kepala sekolah di 4 daerah di Riau dan 3 daerah di Jambi.
"Total untuk Riau dan Jambi ada 190 sekolah yang terjangkau dan menjangkau 900 guru di 7 kabupaten/kota di 2 provinsi tersebut. Ini bentuk dukungan kami sebagai mitra pemerintah untuk mendukung impelentasi Kurikulum Merdeka," lanjutnya.
Program yang sudah berjalan sejak lama ini dikatakannya terbukti membawa pengaruh positif. Hal tersebut bisa dilihat dari rapor pendidikan yang menjadi salah satu indikatornya.
"Hasilnya rapor pendidikan kita, deltanya sejauh ini naik. Kita ingin bisa naik lebih tinggi lagi," sambungnya.
"Ya harapannya, pertama, rapor pendidikan se-Riau bisa meningkat. Kedua, sebentar lagi Pilkada. Mudah mudahan semua kepala daerah menjadikan isu pendiidkan dan kesehatan dengan program prioritas mereka," harapnya.
Selain membuat program dan melakukan aksi nyata untuk dunia pendidikan, Tanoto Faoundation juga selalu berbenah dari sisi internal. Melalui peningkatan soft skill dan continues improvement guna mengembangkan kapasitas SDM.
Salah satunya melalui Media Handling and Public Speaking for Advocacy Training yang digelar untuk Tim Komunikasi di Riau. Event ini berlangsung pada Rabu (13/11) hingga Kamis (14/11) yang menyasar 15 orang tim komunikasi Tanoto Foundation Riau.
Kegiatan ini mendatangkan narasumber profesional, yakni Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden (KSP RI) Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu Strategis, Ridlwan Habib yang memberikan materi mengenai public speaking. Ada pula Direktur Riau Pos Firman Agus mengenai media handling.
"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan dampak program, Tanoto Foundation menggelar peningkatan kualitas dan keterampilan staf dalam berbicara di depan umum," jelasnya.
Hal tersebut juga merupakan upaya Tanoto Foundation dalam meningkatkan keterampilan komunikasi verbal, memiliki pengetahuan menyampaikan pesan advokasi efektif, menangani pertanyaan dan situasi selama berbicara di depan umum.
"Semoga melalui kegiatan ini, tim komunikasi bisa terus upgrade mengenai ilmu public speaking dan media. Sehingga ke depan bisa mendukung pelaksanaan program-program kami di daerah," tutupnya.(azr)
Editor : RP Edwar Yaman