Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalur Langgam-Pangkalankerinci Ditutup, Banjir Pelalawan Kian Parah

Tim Redaksi • Senin, 20 Januari 2025 | 09:32 WIB
Sejumlah masyarakat Pangkalankerinci yang akan menuju Langgam menaikkan kendaraan saat memanfaatkan penyeberangan menggunakan pompong di Jalan Pemda Koridor RAPP, Pangkalankerinci, Pelalawan.
Sejumlah masyarakat Pangkalankerinci yang akan menuju Langgam menaikkan kendaraan saat memanfaatkan penyeberangan menggunakan pompong di Jalan Pemda Koridor RAPP, Pangkalankerinci, Pelalawan.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Air Sungai Kampar meluap. Banjir di Kabupaten Pelalawan semakin parah. Akibatnya, banjir telah memutus akses jalur darat warga di Kecamatan Langgam dan Pangkalankerinci. Badan jalan direndam banjir dengan ketinggian mulai 10 sentimeter (cm) hingga mencapai 1 meter lebih. Warga setempat pun menjadi terisolir.

Jalan hanya dapat ditempuh menggunakan alat transportasi air seperti sampan dan pompong. Penutupan jalur transportasi darat dari Pangkalankerinci dan Bandar Sungai Kijang menuju Langgam ini untuk menghindari dampak yang lebih buruk lagi.

Jalan tersebut telah ditutup karena tidak bisa lagi dilintasi semua jenis kendaraan. Khususnya kendaraan berat seperti truk batu bara, CPO, PKE, sawit, jangkos, dan kanel. Alhasil, terhitung mulai Ahad (19/1), arus transportasi terpaksa dialihkan menggunakan jalur alternatif melalui Simpang Koran.

Indikator level ketinggian permukaan air di Sungai Kampar mengalami peningkatan, Ahad (19/1). Berdasarkan pengukuran level air di Ponton Kecamatan Langgam, volume air sungai Kampar sudah berada pada angka 3,67 meter atau naik 28 cm dari sehari sebelumnya setinggi 3,39 meter.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan SPi MSi mengatakan, air Sungai Kampar akan cenderung kembali mengalami peningkatan atau naik. Pasalnya, intensitas curah hujan yang turun mengguyur sejumlah daerah di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Kampar dan juga Pelalawan masih tinggi.

“Untuk itu, kami minta agar warga di sekitar DAS atau bantaran Sungai Kampar dapat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi saat ini. Artinya, kita minta warga tidak memaksakan diri untuk tetap bertahan dengan kondisi banjir yang kian mengkhawatirkan ini sehingga dapat segera kita lakukan evakuasi,” terangnya.

Mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini mengatakan, saat ini ada lima kecamatan yang terdampak banjir dan terparah berada di Kecamatan Langgam, tepatnya di Kelurahan Langgam. Masyarakat setempat terisolir akibat akses jalan penghubung menuju Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Sungai Kijang tidak bisa lagi dilewati kendaraan karena terendam air setinggi 10 cm hingga 114 cm.

“Jadi, warga yang ingin melintas harus menggunakan sampan atau kapal pompong. Di beberapa titik banjir, masyarakat setempat berinisiatif menyediakan jasa penyeberangan bagi warga yang ingin melintas,” paparnya.

Zulfan mengatakan, penyeberangan dari Desa Tambak tujuan Desa Sotol tersedia di Jembatan Desa Tambak Langgam dengan tarif Rp10 ribu sampai Rp15 ribu untuk 1 unit motor beserta pengendara. Kemudian, penyeberangan dari Kelurahan Langgam tujuan Kecamatan Pangkalankerinci tersedia di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 21 dengan tarif yang dipatok sebesar Rp150 ribu untuk 1 unit kendaraan beserta pengendara.

“Selanjutnya penyeberangan dari Kelurahan Langgam tujuan Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Sungai Kijang tersedia dengan tarif Rp160 ribu untuk 1 unit kendaraan beserta pengendara. Artinya, jika tidak menggunakan jasa transportasi air, maka warga bisa melintasi akses jalur darat ke Langgam melalui Gunung Sahilan Kampar atau simpang Kabupaten Kuansing,” bebernya.

Dijelaskan Zulfan, kondisi serupa juga terjadi di dua desa di Kecamatan Pangkalankerinci. Tepatnya di Desa Rantau Baru dan Kuala Terusan. Dua desa ini mulai terisolir akibat akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan masyarakat karena terendam air setinggi 10 cm hingga 85 cm. “Di lokasi ini, juga telah tersedia jasa angkut sampan dan pompong masyarakat dengan tarif Rp25 ribu hingga Rp50 ribu,” sebutnya.

Mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini menambahkan, banjir Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui juga masih terjadi dampak meluapnya debit air Sungai Nilo. Namun demikian, banjir di desa ini perlahan-lahan mulai surut. Ketinggian air yang merendam badan jalan berada pada angka 90 cm.

“Artinya, ada penurunan tinggi permukaan air sejak tiga hari terakhir mencapai 85 cm. Sebelumnya tinggi genangan air yang merendam badan jalan mencapai 1,7 meter. Dan saat ini berada di angka 90 cm akibat menurunnya buangan air dari hulu Sungai Kuantan Kabupaten Kuansing,” tuturnya.

Banjir juga masih bertahan menggenangi akses jalan darat dan juga pekarangan rumah warga di beberapa daerah lainnya. Seperti di Dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam dengan ketinggian air 10-70 cm. Namun demikian, sejauh ini belum ada rumah yang direndam air karena mayoritas adalah rumah panggung.

“Kemudian, banjir bertahan di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan dengan tinggi permukaan air yang merendam badan jalan sekitar 10-40 cm. Serta banjir Desa Kusuma, Kecamatan Pangkalan Kuras dengan tinggi permukaan air mencapai 20 cm,” ujarnya.

Disinggung terkait adanya banjir yang menggenangi Jalan Lintas Timur (Jalintim) dampak pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang pada Sabtu (18/1) dan Ahad (19/1), Kalaksa BPBD Pelalawan ini menyebutkan, banjir belum menyentuh badan jalan Jalintim, khususnya Desa Kemang.

Artinya, jalintim di Desa Kemang, Pangkalan Kuras tetap aman dan belum tergenang air. Arus transportasi masih lancar dan banjir belum sampai ke badan jalan. Namun demikian, akibat bukaan pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang ini diperkirakan air Sungai Kampar akan kembali naik hingga 50 cm dari kondisi saat ini. Dan dampaknya diprediksi sampai ke Pelalawan pada Kamis (23/1) mendatang.

“Hari ini (kemarin, red) kami tinjau Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang, jarak air ke badan jalan sekitar 50 cm. Tapi, dampak dari pembukaan pintu waduk PLTA ini nantinya akan menyebabkan jalan tergenang banjir. Namun demikian, ketinggiannya tidak signifikan dan kendaraan kecil masih bisa melintas,’’ ujarnya.

Ditambahkannya, BPBD Pelalawan telah melayangkan surat permohonan bantuan sosial kemasyarakatan terhadap warga yang terdampak banjir ke BPBD Provinsi Riau untuk diteruskan ke Dinas Sosial Pelalawan. Hal ini mengingat kondisi keuangan anggaran daerah Pelalawan yang sangat terbatas. 

“Kita juga tetap terus mengimbau agar warga di daerah aliran sungai (DAS) di Pelalawan dapat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir. Kami juga tetap terus intens memantau perkembangan air sungai di Negeri Amanah ini. Sehingga bisa bergerak cepat melakukan langkah dan evakuasi, jika kondisi banjir kian mengkhawatirkan,” tuturnya.

Mulai Berdampak

Penambahan bukaan pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang memang mulai berdampak terhadap naiknya permukaan air di hilir waduk tersebut. Beberapa wilayah di Kabupaten Kampar sudah terdampak banjir. “Penambahan tinggi bukaan pintu waduk sudah berdampak banjir di beberapa titik daerah Kampar,” kata Kalaksa BPBD dan Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Ghafur.

Berdasarkan laporan daerah yang terdampak banjir akibat pembukaan pintu PLTA Koto Panjang seperti Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu dan Desa Ranah Sungkai Kecamatan Kampar. “Tapi banjir itu kan juga akibat curah hujan di wilayah Riau cukup tinggi belakang ini. Sehingga anak-anak sungai meluap,” sebutnya.

Karena itu, Jim mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Kampar untuk tetap berhati-hati dan waspada karena permukaan sungai mengalami kenaikan cukup signifikan. “Kita imbau masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kampar tetap waspada karena akibat pembukaan pintu waduk permukaan air sungai naik dan aliran sungai menjadi deras,” ujarnya. 

Berdasarkan laporan yang pihaknya terima, hingga saat ini sudah ada lima daerah yang terdampak banjir. Yakni Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), Siak, Pelalwan dan kota Pekanbaru. Untuk banjir di Kuansing terjadi hulu Sungai Kuantan.

Sedangkan banjir di Pelalawan terjadi di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui. Banjir disebabkan curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Nilo.

Kemudian untuk banjir di Kampar, terjadi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, tepatnya di Desa Kuntu, Desa Teluk Paman Timur dan Desa Sungai Paku. Termasuk di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu, Desa Ranah Sungkai Kecamatan Kampar.

“Ada ratusan rumah terdampak banjir di Kampar Kiri Hulu dan Kecamatan Kampar. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Subayang dan Sungai Kampar,” ujarnya.

Kepala  Desa Buluh Cina Azrianto menjelaskan, sudah tiga hari rumah warga Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar terendam banjir sejak dibuka lima pintu pelimpahan waduk PLTA Kota Panjang.

‘’Saat ini air terus naik karena PLTA Kota Panjang menambah bukaan lima pintu pelimpahan mencapai 1 meter. Keadaan air di Desa Buluhcina Msh mengalami kenaikan dari sore kemarin sampai sore ini 30 cm,’’ jelas Azrianto.

Azrianto menjelaskan, walaupun air terus naik, warga tetap bertahan di rumah masing-masing. Saat ini sudah hampir rumah warga Desa Buluh Cina yang terdampak banjir.

Warga Mulai Dapat Bantuan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dibantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai menyalurkan bantuan beras dan makanan di Desa Gunung Sahilan, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Jumat (18/1).

Dalam penyerahan dan peninjauan sekaligus penyerahan bantuan itu, hadir Pj Bupati Kampar Hambali  diwakili Kepala Dinas Sosial Zamzami dan Pj Gubernur Riau  Rahman Hadi diwakili Asisten I Setdaprov Riau Drs Zulkifli Syukur.

Kadis Sosial Kampar Zamzami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemprov Riau yang sudah hadir langsung di tengah kondisi banjir saat ini yang terjadi khsusnya di wilayah Gunung Sahilan. Zamzami juga mminta agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan kondisi air. Selalu jaga anak-anak agar tidak bermain air, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Asisten I Setdaprov  Zulkifli Syukur mengingatkan kepada seluruh warga untuk berhati-hati dengan keadaan air sungai saat ini yang mulai tinggi dan sampai di beberapa rumah warga.

“Semoga banjir ini tidak meningkat dan segera surut, untuk itu masyarakat diminta bersabar dan selalu berhati-hati atau waspada terhadap curah hujan yang masih tinggi sampai saat ini,” jelas Zulkifli Syukur.

Kepala Desa Gunung Sahilan Hendri Dunans menjelaskan bahwa beberapa rumah warga yang terkena banjir saat ini antara lain di Desa Gunung Sahilan sebanyak 100 unit rumah atau 100 KK, Desa Sahilan Darussalam sebanyak 169 rumah dengan 194 KK, serta Desa Subarak sebanyak 10 rumah dengan 10 KK.

Tambah Bukaan 

Sementara itu, PLTA Kota Panjang pada Ahad (19/1) menambah bukaan pintu pelimpahan pada pukul 10.00 WIB. Bukaan lima pintu pelimpahan sebelumnya 80 cm, ditambah bukaan lima pintu pelimpahan setinggi 20 cm. Total bukaan pintu lima pintu pelimpahan setinggi 100 cm (1 meter) Diperkirakan kenaikan permukaan Sungai Kampar 20  cm sampai 30 cm dari kondisi terakhir.

”Mengimbau masyarakat yang di daerah hilir waduk PLTA Koto Panjang untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar,” jelas Dhani Irwansyah.

Sementara itu, intensitas hujan yang cukup tinggi membuat meluapnya Sungai Subayang (Kampar Kiri) dan Sungai Kampar (Kampar Kanan) membuat desa-desa di bantaran sungai terdampak banjir. Banjir melanda empat desa di Kecamatan Gunung Sahilan yakni Desa Sahilan Darussalam, Desa Gunung Sahilan, dan Desa Subarak.

Banjir juga melanda Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Banjir juga terjadi di Desa Lipat Kain Selatan, Sungai Paku, Desa Kuntu, Desa Sungai Raja dan Desa Teluk Paman Timur, Desa Sungai Lipai, Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kampar Kiri.

anjir juga melanda Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar. Banjir juga melanda Desa Buluh Cina, Desa Lubuk Siam, Desa Tanjung Balam Kecamatan Siak Hulu.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui Kasi Darurat Bencana BPBD Zulkifli menjelaskan, banjir yang melanda di wilayah Kabupaten Kampar karena intensitas hujan yang cukup tinggi ditambah dibukanya lima pintu pelimpahan waduk PLTA.

’’Untuk di daerah serantau Kampar kiri banjir terjadi karena meluapnya Sungai Subayang. Kalau di aliran Sungai Kampar karena dibukanya lima pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang,’’ jelas Zulkifli

Zulkifli menambahkan, BPBD telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi dampak luapan air terhadap kesehatan  masyarakat melalui puskesmas dan pustu yang ada di Kecamatan Gunung Sahilan, Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Siak Hulu, Kecamatan Kampar.

’’Kita mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Subayang dan Sungai Kampar untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca hujan yang cukup tinggi ini,’’ tegas Zulkifli.

Di Siak, tingginya curah hujan, berlangsung 6 hari 6 malam juga menyebabkan air di sejumlah anak sungai dan kanal melimpah dan tumpah ke permukiman warga di Siak. Tiga desa di dua kecamatan yaitu Benteng Hilir dan Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, serta Desa Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak tergenang air.

Demikian dikatakan Plt Kalaksa BPBD Siak H Heriyanto SH. Lebih jauh dikatakannya, lokasi banjir di Kampung Benteng Hilir, Dusun II, RT 8, 7, 6, 11, 5. Dusun I RT 9 Kampung Jawa, Kampung Dayun Benteng Hulu. Korban terdampak di Kampung Benteng Hilir 300 KK sebanyak 200 jiwa, dengan rincian 71 dewasa, 69 anak-anak, mengungsi 47 KK.

Di Kampung Jawa dan Kampung Dayun, Benteng Hulu korban terdampak 479 KK atau 800 jiwa dan mengungsi 4 KK, 1 KK atau 7 jiwa mengungsi di SMKN Mempura. Tinggi air pada hari ke-7 di Kampung Benteng Hilir 70-90 cm. Sedangkan di Kampung Jawa, Kampung Dayun Benteng Hulu setinggi 50-70 cm. Adapun yang terendam ada rumah, kebun masyarakat, dan akses jalan.

“Penyebab banjir  karena curah hujan 6 hari 6 malam, pasangnya air sungai, air melimpah dari kanal bloking PT Ekawana dan Arara Abadi, terjadinya pendangkalan aliran sungai tonggak, banyaknya sampah tersumbat didalam parit dan anak sungai, serta tersumbatnya gorong-gorong,” ungkapnya.

Upaya yang telah dilakukan hari ke-7, pihaknya bersama Dinas Sosial Riau dan Dinas Sosial Siak melakukan monitoring banjir di Kampung Benteng Hulu dan Benteng Hilir, serta menyerahkan bantuan logistik dari Dinas Sosial berupa dapur umum dan berupa 10 paket susu untuk ibu hamil, serta obat-obatan dari Dinas Kesehatan Riau.

Sementara di Kecamatan Koto Gasib, Dusun Lingkar Padi, Dusun Paret Senang Kampung Sengkemang juga dilanda banjir. “Korban terdampak Dusun Lingkar Padi sebanyak 91 jiwa, dengan rincian 8 jiwa balita dan 24 rumah. Di Dusun Paret Senang ada 79 jiwa, 8 jiwa balita, 20 rumah terdampak banjir,” jelasnya.(kom/mng/amn) 

Editor : Rindra Yasin
#banjir pelalawan #akses jalan terputus #bpbd pelalawan #langgam pangkalan kerinci #banjir #riau