PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir masih terjadi di Riau. Meski ada yang mulai surut, tapi masih ada korban banjir yang mengungsi, seperti di Kabupaten Siak. Bahkan, anak-anak korban banjir yang berada di pengungsian Kampung Dosan, Kecamatan Pusako mulai diserang batuk.
Hal ini diungkapkan Plt Kalaksa BPBD Siak H Heriyanto usai meninjau 18 KK (kepala keluarga) warga Kampung Dosan, Kecamatan Pusako yang berada di pengungsian karena rumahnya terdampak banjir, Kamis (30/1).
“Anak-anak memang mulai terkena batuk, namun tenaga kesehatan sudah kami turunkan. Mudah-mudahan segera pulih,” ujarnya kepada Riau Pos, Kamis (30/1).
Sebenarnya ada 60 KK yang rumahnya terdampak banjir di lokasi ini, namun baru 18 KK yang mengungsi. Banjir tak hanya menggenangi rumah warga tapi juga Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton sepanjang 3 kilometer (km).
Heriyanto bersama tim juga turun memastikan dapur umum berjalan dengan baik dan warga yang mengungsi mendapatkan asupan makanan, selimut serta layanan kesehatan.
Disebutkan Heriyanto, sejak Rabu (29/1) lalu, dirinya sudah berkoordinasi dengan Bupati Siak Alfedri dan Wabup Husni. Dia diminta untuk melakukan yang terbaik atas persoalan itu.
Heriyanto mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Siak agar menurunkan alat berat untuk normalisasi kanal. Sebab persoalan ada pada curah hujan tinggi, penyumbatan kanal, dan pasang tinggi Sungai Siak.
Ketinggian air ada yang 80 sentimeter dan 1 meter. Hal itu pula yang menjadi penyebab banyak sepeda motor yang melintasi Jalan Lintas Tanjung Buton itu mogok.
“Saya juga sudah menghubungi perusahaan terdekat, PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Arara Abadi (AA). Masing masing akan menurunkan alat berat,” jelasnya. “Dengan tiga alat berat, kami akan mengupayakan segera melakukan normalisasi agar air dapat mengalir dan genangan dapat terurai,” tambahnya.
Banjir Luapan Sungai Batang Lubuh Bergeser
Banjir luapan aliran air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian telah bergeser merendam ratusan rumah penduduk dan ruas jalan provinsi di tiga desa di dua kecamatan di Rokan Hulu (Rohul), Kamis (30/1).
Di Kecamatan Rambah Hilir banjir merendam permukiman warga Desa Rambah Hilir Tengah dan Desa Rambah Hilir Timur. Sedangkan di Kecamatan Kepenuhan Hulu, banjir merendam rumah penduduk di Desa Pekan Tebih.
Pantauan Riau Pos di lapangan, banjir dari luapan air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian juga merendam ratusan rumah penduduk dan ruas jalan provinsi Simpang Kumu menuju Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan, Kamis (30/1) pukul 04.30 WIB.
Tepatnya di perbatasan antara Dusun Ujung Gurab Desa Rambah Hilir Timur dengan Dusun Muara Nikum, Desa Rambah Hilir Tengah, Kecamatan Rambah Hilir, sepanjang lebih kurang 1,5 km. Genangan air di badan ruas jalan provinsi di Kecamatan Rambah Hilir tersebut surut pukul 18.00 WIB.
Ratusan rumah penduduk yang terendam banjir di Desa Rambah Hilir Timur dan Rambah Hilir Tengah Kecamatan Rambah Hilir hingga malam juga sudah ada yang surut. Namun masih terdapat rumah yang tergenang banjir.
Kepala BPBD Rohul H Ridarmanto SIP MIp melalui Kabid Kabid Kedaruratan dan Logistik Boy Arta SIP saat dikonfirmasi menyatakan, luapan aliran Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Rambah, Rabu (29/1) lalu telah bergeser alirannya ke Desa Rambah Hilir Tengah dan Desa Rambah Hilir Timur Kecamatan Rambah Hilir dan Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu.
Dari data sementara yang diterima BPBD Rohul, hingga Kamis (30/1), banjir yang terjadi di tiga desa telah merendam 802 rumah penduduk atau KK. Dengan rincian, Desa Rambah Hilir Tengah 154 KK dan Desa Rambah Hilir Timur 398 KK (Kecamatan Rambah Hilir), Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu sebanyak 250 KK.
‘’Kondisi banjir yang merendam rumah penduduk di Desa Rambah Hilir Timur dan Desa Rambah Hilir Tengah sudah berangsur surut lambat. Diperkirakan dua desa di Kecamatan Rambah Hilir akan surut hingga Jumat (31/1) dini hari nanti,’’ tuturnya.
Sementara, kondisi banjir di Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu air masih bertahan. Boy mengatakan, tim BPBD Rohul masih terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa yang daerahnya terendam banjir dengan menyiagakan perahu karet untuk memberikan bantuan evakuasi kepada warga yang rumahnya terdampak banjir.
Pemprov Salurkan Bantuan
Penjabat (Pj) Gubernur Riau Rahman Hadi melakukan kunjungan kerja ke Rohul Kamis (30/1) pagi. Orang nomor satu di Riau itu bersama rombongan Bupati Rohul H Sukiman menyempatkan mengunjungi Pasar Modern Kampung Padang Desa Rambah Tengah Utara, Kecamatan Rambah.
Pj Gubri memastikan dan mengecek harga kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan 1446 H sekaligus menyalurkan bantuan sembako dan logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir. Pj Gubernur Riau Rahman Hadi secara simbolis menyerahkan bantuan beras di teras Pasar Modern Kampung Padang.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan berupa beras 2,5 ton, minyak goreng kemasan 25 pouch, gula 50 kg, mi instan 25 karton, sarden 48 kaleng, selimut 50 lembar, hygiene kit 50 lembar, matras 50 lembar, hand sanitizer ukuran 100 Ml 360 botol, sabun cair 360 botol, dan sabun batang 360 pcs.
‘’Kita berharap bantuan ini dapat disalurkan tepat kepada penerimanya. Sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat saat terjadi bencana banjir mereka tidak bisa melakukaan aktivitas,’’ ujar Pj Gubernur Riau Rahman Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (30/1).
Bupati Rohul H Sukiman menyampaikan ucapkan terima kasih. ‘’Saya atas nama masyarakat dan Pemkab Rohul mengucapkan terima kasih atas bantuan paket sembako dan logistik untuk warga yang terdampak banjir ini. Kami akan segera menyalurkan lewat Dinas Sosial P3A Rohul kepada masyarakat yang berhak menerimanya,’’ tuturnya.
‘’Kita berharap, Sabtu (2/2) mendatang, bantuan beras 2,5 ton dan logistik lainnya dari Pemprov Riau sudah di distribusikan ke Dinsos P3A Kabupaten Rohul. Sehingga bantuan yang ada tersebut dapat dimamfaatkan oleh masyarakat yang terdampak banjir,’’ sebut Plt Kepala Dinsos P3A Rohul April Liyadi SE MSi
Lalu Lintas Jalan Provinsi Kembali Normal
Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH melalui Kapolsek Rambah Hilir Ipda Jonnes SH menyebutkan, banjir yang merendam ratusan rumah penduduk dan ruas jalan provinsi Simpang Kumu menuju Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan, tepatnya di perbatasan antara Dusun Ujung Gurab dengan Dusun Muara Nikum Kecamatan Rambah Hilir telah berangsur surut.
Banjir tidak bertahan lama di ruas jalan provinsi di Kecamatan Rambah Hilir. Arus lalulintas yang sejak Kamis (30/1) pagi diberlakukan buka tutup dengan arah satu jalur, namun petang sudah kembali normal seperti biasa. ‘‘Alhamdulilah, ruas jalan provinsi Simpang Kumu menuju Kota Tengah di Kecamatan Rambah Hilir banjir telah surut, pengendara roda dua sudah bisa melintas dan arus lalulintas kembali normal,’’ jelasnya.
Demikian juga di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Tinggi permukaan air yang menggenangi badan jalan lintas provinsi tersebut masih sama seperti satu hari sebelumnya yakni berada di angka 40 cm.
“Banjir di Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang masih tetap cenderung bertahan seperti hari sebelumnya. Titik terdalam mencapai 40 sentimeter di atas badan jalan nasional tersebut,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan kepada Riau Pos, Kamis (30/1).
Namun, level air Sungai Kampar mengalami penurunan sekitar 8 cm. “Jadi, meski level air Sungai Kampar mengalami penurunan, namun banjir di Jalintim 83 masih bertahan. Begitu juga dengan kondisi banjir yang masih merendam sejumlah badan jalan di sejumlah kecamatan lainnya, juga masih bertahan,” paparnya.
Dijelaskannya, penyebabnya diperkirakan pengaruh dari air pasang laut yang masuk ke Sungai Kampar. Di mana pasang dari laut cukup tinggi dan menahan arus sungai di bagian hilir. Sehingga debit air tertahan walaupun sebenarnya telah menurun.
Ditambahkan Zulfan, pihaknya telah mendata warga yang terdampak banjir di Pelalawan sebanyak 3.537 Kepala Keluarga (KK) atau 12.177 jiwa. Selain itu, juga ada 75 unit fasum ikut tergenang air yang tersebar di 6 Kecamatan.
Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK didampingi Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Enggarani Laufria SIK menambahkan, petugas gabungan telah mengizinkan kendaraan roda empat melintasi Km 83. Namun, kendaraan roda dua masih tetap disarankan untuk tidak melintas.
“Pasalnya, tinggi permukaan air yang masih belum memungkinkan untuk dilintasi kendaraan roda dua. Selain itu, cukup banyaknya badan Jalintim ini mengalami kerusakan dan berlubang sehingga belum memungkinkan kita untuk membuka arus lalu lintas dua jalur,” paparnya.
Dikatakannya, kondisi jalan yang mengalami kerusakan berat dan berlubang ini, tentunya mengancam pengendara karena rawan terperosok di tengah genangan air. “Untuk itu, kami tetap mengimbau agar para pengendara kendaraan tidak menerobos antrean sehingga tidak mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas akibat kendaraan terperosok masuk kedalam jalan berlubang,” tuturnya.
Imbau Warga Tetap Waspada
Kamis (30/1) langit cukup cerah dan Matahari menyinari wilayah Kuantan Singingi dari pagi hingga sore ini. Pemandangan ini, baru kali ini terlihat sejak beberapa pekan lalu. Genangan banjir yang disebabkan luapan sungai di wilayah itu juga sudah surut sejak Rabu (29/1).
Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, Desa Pantai dan Desa Pantai Lubuk Ramo Kecamatan Kuantan Mudik, juga sudah normal. Begitu juga akses jalan, juga sudah pulih dan bisa dilalui kendaraan warga.
Begitu pula dengan kondisi debit air Sungai Kuantan terlihat mulai normal seperti biasa. Pantauan anggota Satgas Bencana BPBD Kuansing pada alat pengukuran debit Sungai Kuantan di Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, diketahui statusnya menunjukkan batas normal.
Namun bukan berarti, Kuansing sudah aman dari ancaman banjir. Sebab, BMKG memperkirakan, intensitas hujan di Kuansing pada Januari rendah dan sedang. Tetapi di Februari hingga Maret 2025, intensitas hujan sedang dan tinggi. Karena itu, Pemkab Kuansing masih dalam siaga bencana.
“Meski semua anak Sungai Kuantan yang kemaren sudah surut dan tidak ada lagi rumah warga yang terendam. Kami mengimbau warga tetap waspada. Karena hujan masih tinggi,” kata Kalaksa BPBD Kuansing Yulizar.
Lanjut Yulizar, Kuansing banyak dilalui anak-anak sungai. Namun kondisinya dangkal dan sempit sehinga bila hujan lebat seharian, kemungkinan akan meluap. Karenanya harus siap siaga dan banjir luapan sungai bisa datang kapan saja. “Yang kita khawatirkan, datang saat tengah malam hingga dinihari di saat orang tertidur,” ujarnya.
Faktor lain yang mempengaruhi banjir luapan sungai-sungai kecil itu adalah, aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) membuat alur-alur sungai itu sudah berubah dan dangkal. Sehingga mudah meluap bila musim hujan.
“Lihatlah sungai Singingi, sudah tidak alurnya lagi dan dangkal. Begitu juga dengan Petapahan, di hulu sungai sundah tidak berbentuk alurnya akibat PETI. Maka wajah, hujan seharian atau berturut-turut, banjir datang,” katanya. Menurutnya, semua masyarakat harus peduli dan menjaga lingkungannya.(mng/epp/amn/dac)
Editor : Rindra Yasin