PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Guna mempererat hubungan dengan media serta memperkuat sinergi dalam menyosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat.
BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah II menggelar kegiatan media gathering yang berlokasi di Aula Lantai 4 Kantor BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah II, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (11/3/2025).
Dalam kegiatan ini, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah II, Oktovianus Ramba,mengajak awak media untuk ikut berperan aktif dalam penyebarluasan informasi terkait JKN sehingga dapat memudahkan masyarakat yang ingin menikmati layanan kesehatan nasional tersebut.
Menurut Oktovianus Ramba, langkah yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan yang secara aktif menjalin koordinasi dengan media guna memastikan pemberitaan yang berimbang dan positif terkait layanan kesehatan nasional ini.
Apalagi, program JKN merupakan program pemerintah yang melibatkan empat stakeholder, yaitu regulator (pemerintah), peserta, pemberi pelayanan kesehatan, dan badan penyelenggara. Kolaborasi antara semua pihak ini sangat penting agar program berjalan dengan optimal, sehingga dengan media gathering ini dapat menjadi ajang untuk memperbarui informasi terkait capaian JKN di Riau.
"Kami yakin media memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat sesuai dengan gaya penyampaiannya masing-masing. Itu sebabnya silaturahmi ini kami lakukan agar informasi yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan saat ini bisa diketahui oleh masyarakat luas melalui media yang ada di Provinsi Riau," tuturnya.
Oktovianus Ramba menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah II mencatat pencapaian signifikan dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Riau. Hingga 31 Desember 2024, jumlah peserta JKN di Riau mencapai 6.883.555 jiwa atau 99,18 persen dari total penduduk 6,97 juta jiwa.
Dengan capaian ini, Riau telah memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan berhasil mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di seluruh 12 kabupaten/kota.
Meskipun saat ini, angka kepesertaan tinggi, namun masih terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya ada sekitar 1,4 juta peserta berstatus tidak aktif, dengan tingkat keaktifan peserta JKN di Riau saat ini berada di angka 79,25 persen. Selain itu, 57.380 jiwa atau 0,82 persen penduduk Riau belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan.
"Status tidak aktif sebagian peserta ini disebabkan oleh banyak alasan salah satunya tunggakan iuran. Makanya kami akan terus berupaya mendorong masyarakat untuk mengaktifkan kembali kepesertaan mereka karena JKN ini sangat diperlukan oleh masyarakat saat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan,"tambahnya.
Diungkapkan Oktovianus Ramba, selama tahun 2024, BPJS Kesehatan telah menyalurkan Rp4,039 triliun untuk biaya pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) di Provinsi Riau.
Angka ini jauh lebih besar dibandingkan penerimaan iuran tahunan di Riau yang hanya Rp2,404 triliun, menegaskan prinsip gotong royong dalam skema JKN.
Makna tagline BPJS Kesehatan, dengan gotong royong semua tertolong. Betapa pentingnya BPJS bagi kesehatan masyarakat. Itu makanya BPJS kesehatan telah bekerja sama dengan 612 FKTP dan 74 FKTL di seluruh kabupaten/kota di Riau.
"Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi empat pilar utama, yakni pemerintah sebagai regulator, peserta, pemberi layanan kesehatan, dan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara," tegasnya
Acara media gathering ini diakhiri dengan buka puasa bersama antara seluruh karyawan BPJS kesehatan dan awak media.(ayi)
Editor : Edwar Yaman