PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suhu udara di Kota Pekan dan wilayah Riau lainnya terpantau cukup tinggi yaitu mencapai 33° hingga 34° C (Celcius) dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, maksimum suhu udara di Pekanbaru masih sekitar 34 °C , Jumat (18/4).
Menurut Forecaster On Duty Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Bibin Sulianto, sejak pada pagi hari hingga siang hari, cuaca cerah berawan dan tidak ada potensi hujan. Namun pada umumnya sebagian besar wilayah Riau akan diguyur hujan pada sore hingga malam hari.
“Suhu udara memang mulai hangat mencapai 34°C, tapi wilayah Riau pada umumnya masih dalam tahap memasuki transisi atau yang dikenal dengan pancaroba. Nanti di bulan Mei memasuki musim kemarau,” katanya, Jumat (18/4).
Menurut Bibin, pada sore sampai malam hari, hujan akan mengguyur sebagian Siak, Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru. Kemudian pada dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Kelembapan udara 50 persen hingga 99 persen. Sementara arah angin berhembus ke Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 10-30 km/jam. Prakiraan tinggi gelombang di Wilayah Perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.50-1.25 meter atau rendah. “Waspada terhadap perubahan cuaca yang sering kali terjadi tiba-tiba. Selalu pantau informasi cuaca di media resmi BMKG,” tegasnya.
Teriknya suhu di Kota Pekanbaru ini membuat masyarakat mulai merasa gerah. Bahkan sebagian masyarakat mencoba mendinginkan tubuh dengan berkunjung ke pusat perbelanjaan. Salah seorang warga Bina Widya Anggun Faza (25) mengungkapkan, cuaca panas terik yang terjadi di kota Pekanbaru menyebabkan gerah dan kerap membuat tenggorokan kering sehingga dehidrasi.
Ia pun sempat berencana untuk mendinginkan diri dengan melakukan kegiatan berenang, mengingat saat ini long weekend. Namun karena cuaca yang cukup terik akhirnya hanya bisa mendinginkan diri dengan meminum air dingin serta menghidupkan AC atau kipas di dalam ruangan.
“Cuaca panas hari ini (kemarin, red) membuat gerah dan aktivitas di luar rumah pun dimundurkan. Tadinya mencoba mendinginkan diri untuk berenang, tapi melihat cuaca terik, rencana itu dibatalkan. Saya hanya melakukan kegiatan di rumah dengan menghidupkan pendingin ruangan,” ujarnya.
Meskipun saat ini cuaca di Kota Pekanbaru mulai terasa panas terik namun dirinya berharap saat memasuki musim kemarau Kota Pekanbaru dan wilayah di Provinsi Riau tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang akan berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Harapannya semoga cuaca panas ini tidak menimbulkan karhutla seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena kami masyarakat Riau sudah tidak sanggup menahan bau asap di saat cuaca panas terik,”tambahnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Elvira Safitri (34), warga Kecamatan Sukajadi. Di saat cuaca panas terik dirinya mencoba mendinginkan tubuh dengan mengunjungi kafe serta pusat perbelanjaan dan baru pulang disaat malam hari.
Hal ini dilakukan karena tempat tinggalnya hanya menggunakan kipas angin yang dirasa tidak mampu menahan hawa panas mencapai 34°C. “Nggak sanggup kalau di rumah. Pasti kalau siang saya selalu kabur ke pusat perbelanjaan dan juga kafe, biar lebih terasa adem,” katanya.(ayi)
Editor : Rindra Yasin