PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah sorotan tengah diarahkan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau. Hal ini dipicu oleh munculnya dugaan bahwa seorang pensiunan masih aktif terlibat dalam urusan administrasi kepegawaian di lingkungan institusi tersebut.
Sosok yang dimaksud adalah Hartani, mantan pegawai yang telah lama memasuki masa pensiun.
Namun, namanya kembali mencuat setelah disebut-sebut kerap terlibat dalam proses mutasi, rotasi, bahkan promosi pegawai.
Keberadaannya yang masih terlihat dalam urusan internal kantor menimbulkan tanda tanya, mengingat status pensiun secara hukum menandai berakhirnya keterlibatan formal seseorang dalam institusi negara.
Pihak Kanwil Kemenag Riau pun memberikan klarifikasi. Kepala Bagian Tata Usaha, Rahmad Suhadi, menjelaskan bahwa Hartani memang sudah lama tidak lagi menjadi bagian dari struktur resmi kantor.
Menurutnya, tidak ada dasar administratif apa pun yang menunjukkan keterikatan Hartani dengan institusi.
"Dia tidak memiliki tanggungjawab kerja, tidak ada SK bahkan tidak ada honornya," ujar Rahmad Suhadi Selasa (15/7/2025).
Rahmad menegaskan bahwa kehadiran Hartani di kantor selama ini hanya sebatas sebagai sosok senior yang kadang dimintai pendapat dalam situasi tertentu, bukan sebagai pengurus administrasi aktif.
"Sering datang ke kantor itu, karena memang dalam beberapa hal, sebagai seorang senior dimintain tanggapan terhadap kasus-kasus tertentu," ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa Hartani tidak pernah menangani mutasi ataupun disposisi dokumen.
Bahkan, kedatangannya ke kantor pun tidak rutin dan hanya terjadi ketika diminta oleh kepala kantor.
"Tetapi bukan membantu mengurus mutasi. Disposisi tidak pernah diarahkan ke beliau. Dia sering tidak datang ke kantor, kadang kalau datang karena diminta pak kanwil. Jadi dia tidak pegawai mengurus semuanya," terang Rahmad.
Lebih jauh, Rahmad menjelaskan bahwa keterlibatan Hartani dalam dinamika kantor sebenarnya sudah berlangsung sejak masa kepemimpinan sebelumnya.
"Dia pensiun masa kanwil sebelumnya, nah itu dimulai pada Kanwil sebelumnya. Tentu tak baik juga melarang orang datang ke kantor kan," tambahnya.
Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, Hartani memilih untuk tidak banyak berkomentar.
"Saya bukan pejabat, jangan tanya atau konfirmasi ke saya, sebaiknya ke sana Kemenag saja ya," ucapnya singkat.
Laporan Joko Susilo (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal