Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Rakorda BKKBN Riau 2025 Soroti Kenaikan Angka Stunting dan Penguatan Peran Keluarga

Joko Susilo • Kamis, 24 Juli 2025 | 14:52 WIB
Kepala DP3AKB Provinsi Riau, Fariza saat membuka Rakorda BKKBN Riau
Kepala DP3AKB Provinsi Riau, Fariza saat membuka Rakorda BKKBN Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Perwakilan BKKBN Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Acara dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Riau, Fariza, Kamis (24/7/2025).

Turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Mhd Irzal serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau. Dalam sambutannya, Fariza menyampaikan penghargaan atas peran aktif BKKBN, jajaran pemerintah daerah, mitra kerja, organisasi masyarakat, akademisi, media, serta para kader yang telah berkontribusi nyata dalam upaya membangun keluarga yang berkualitas di Indonesia.

Ia menekankan bahwa forum Rakorda ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan menyelaraskan langkah demi menyukseskan tema besar yang diusung, yakni "Quick Win Kemendukbangga/BKKBN untuk Indonesia Emas 2045 dan Riau yang Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis dan Maju (BEDELAU)."

"Bahwa tema tersebut bukan hanya slogan semata, melainkan arah pembangunan yang konkret. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, diperlukan fondasi yang kuat, dan fondasi tersebut adalah keluarga. Keluarga menjadi tempat utama bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan membentuk karakter," sebutnya.

Ia melanjutkan bahwa keluarga yang tangguh akan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan mampu bersaing. Namun saat ini, Riau menghadapi tantangan besar, yakni meningkatnya angka stunting dari 13,6 persen pada tahun 2023 menjadi 20,1 persen di tahun 2024. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi secara nasional.

Fariza menyebutkan bahwa hal ini menjadi peringatan serius bahwa pendekatan yang selama ini dilakukan masih belum maksimal dan belum menyentuh akar permasalahan.

"Penanganan stunting, tidak cukup hanya melalui peningkatan gizi dan layanan kesehatan, tetapi juga harus mencakup kualitas manusia secara menyeluruh, mulai dari asupan sehat, pola pengasuhan yang baik, akses pendidikan, keharmonisan dalam keluarga, hingga lingkungan yang mendukung," tambahnya.

Ia berharap Rakorda ini menjadi sarana untuk menyatukan visi, memperkuat strategi, dan memperbarui komitmen bersama dari tingkat provinsi hingga ke lapangan, agar tercipta tindakan nyata untuk kepentingan masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Mhd Irzal menambahkan bahwa pihaknya terus menyinergikan program dari kementerian dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Tujuan utamanya adalah menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Salah satu upaya konkret yang telah dilakukan adalah program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting.

Editor : Rinaldi
#cegah stunting #indonesia emas #bkkbn riau