Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Program Teladan Tanoto Foundation Kembali Bergulir

Soleh Saputra • Senin, 28 Juli 2025 | 12:43 WIB

Mahasiswa Program Teladan Tanoto Foundation Chiara Aishabyna Firasty berpose di booth acara Tanoto Scholars Gathering 2025 di Kompleks PT RAPP, Pangkalankerinci, Pelalawan, Jumat (25/7/2025).
Mahasiswa Program Teladan Tanoto Foundation Chiara Aishabyna Firasty berpose di booth acara Tanoto Scholars Gathering 2025 di Kompleks PT RAPP, Pangkalankerinci, Pelalawan, Jumat (25/7/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tanoto Foundation, organisasi filantropi besutan pendiri RAPP Sukantono Tanoto dan istrinya Tinah Bingei Tanoto kembali membuka pendaftaran program beasiswa Transformasi Edukasi Lapangan Limuno nanti, kita tampilkan tarian massal Farming of Pacu Jalur,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kuansing, Drs Azhar MM lewat Kabid Kesenian Enny Kuswati, Ahad (26/7).

Dijelaskan Enny Kuswati, tarian massa Farming of Pacu Jalur menceritakan kisah pancang tradisi dan budaya Kuansing menampilkan proses pembuatan jalur. Mulai dari pencarian kayu jalur, penebangan hingga siap menjadi sebuah jalur yang dipacukan di Sungai Kuantan hingga kini viral dan dikenal belahan dunia.

Para penari akan menggunalan berbagai kostum yang menjadi ikonik Kuansing, tradisional, membawa peralatan untuk mendukung tarian massal ini seperti pendayung dan lainnya, sambil memperagakan gerakan mendayung dalam pacu jalur Kuansing. 

Bahkan King Aura Farming atau anak si Tukang Tari yang viral mendunia dari Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Rayyan Arkan Dikha bersama anak Si Tukang Tari Jalur Tuah Alam dari Desa Sikakak Cerenti akan ikut langsung dalam tarian massal ini. 

Mereka akan memperagakan aksi tarian togak luan di atas jalur yang tengah berpacu. “Kedua anak si Tukang Tari ini ikut ambil bagian langsung dalam aksi tarian massal Farming of Pacu Jalur,” ujarnya.

Saat ini, tim tarian massal tengah ditempa sekitar tiga pekan. Setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Ahad sore mereka berlatih gerakkan tarian Farming of Pacu Jalur di Lapangan Limuno. Makna lain dari Farming of Pacu Jalur adalah memperlihatkan bahwa pacu jalur penuh kebersamaan dan gotong royong. Dengan semangat kebersamaan ini akhirnya mampu menembus dunia.

Gubri Minta Siapkan Destinasi Wisata Lain
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melaksanakan rapat koordinasi lanjutan bersama jajaran Pemkab Kuansing di ruang rapat Kediaman Gubernur, Sabtu (26/7). Pertemuan tersebut membahas penyelenggaraan Pacu Jalur 2025 yang akan digelar pada 20-24 Agustus mendatang.

Beberapa hal yang dibahas adalah penataan arus lalu lintas. Kemudian, pengelolaan destinasi wisata untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Gubri menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi wisata lokal. “Memanfaatkan semaksimal mungkin mana destinasi wisata yang perlu dipublis dan kita kirim ke turis supaya ada destinasi yang bisa disiapkan,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti perlunya kesiapan fasilitas penunjang seperti penginapan. Ia mendorong adanya pemetaan pariwisata yang jelas dan informasi yang lengkap untuk wisatawan. “Terutama nanti penyediaan fasilitas hotel-hotel. Kalau bisa ada mapping pariwisata Riau, bahkan kalau bisa ada tour guide nya,” katanya.

Ia menambahkan, wisatawan harus dipermudah dalam mengakses informasi dan fasilitas wisata, termasuk soal durasi dan biaya sewa layanan wisata. “Kalau mereka mau ke sana sini sudah ada fasilitasnya. Berapa hari, berapa sewanya. Kalau bisa dirapatkan itu,” ujarnya.

Menurut Wahid, kesiapan destinasi wisata yang matang akan membuat kunjungan wisatawan tidak hanya terfokus pada Pacu Jalur, melainkan bisa diperluas ke tempat-tempat menarik lainnya di Riau. “Sehingga mereka bukan hanya melihat Pacu Jalur, tapi bisa menuju ke tempat-tempat yang lainnya. Kerja sama dengan travell agent yang biasa menjadikan pariwisata seperti itu. Saya rasa ini momentum yang bagus,” tambahnya.

Ia menambahkan kegiatan ini memiliki dua aspek penting, yakni darat dan air. Dengan pengelolaan yang baik, dari kedua sisi tersebut, Gubernur berharap pacu jalur terselenggara dengan tertib dan memberikan kesan yang baik bagi masyarakat maupun wisatawan. “Penyelenggaraan ini ada dua sisi, sisi darat dan air sehingga pacu jalur ini berkesan dan layak diapresiasi,” tuturnya.(dac/sol)

Editor : Arif Oktafian
#program #tanoto foundation #TARIAN MASSAL #Teladan