Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Merdeka Sehat Bersama RS Awal Bros

Redaksi • Minggu, 17 Agustus 2025 | 11:32 WIB
dr. Engga Demartha, M.H
dr. Engga Demartha, M.H

Momen Hari Kemerdekaan selalu menjadi pengingat pentingnya kebebasan, termasuk kebebasan dari penyakit. Tak hanya merdeka secara politik, kita juga perlu merdeka dari beban kesehatan dengan tubuh yang sehat dan produktif.

Kemerdekaan tidak hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bebas dari beban penyakit yang menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu cara untuk mencapai kemerdekaan dalam hidup sehat adalah dengan melakukan skrining kesehatan atau pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Deteksi dini memungkinkan kita menemukan masalah kesehatan sebelum gejala muncul, sehingga peluang sembuh menjadi lebih besar dan biaya pengobatan lebih ringan.

Di Indonesia, angka kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) tergolong tinggi dan menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kolesterol tinggi, serta kanker, semakin banyak dijumpai bahkan pada usia produktif.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi hipertensi dan diabetes menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir, sementara obesitas juga melonjak signifikan.

Kondisiini diperparah oleh gaya hidup kurang sehat, seperti pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok.

Tingginya angka kesakitan akibat PTM berdampak langsung pada menurunnya produktivitas masyarakat. Individu yang menderita penyakit kronis sering mengalami keterbatasan fisik, penurunan stamina, serta memerlukan waktu istirahat dan perawatan medis yang lebih sering.

Hal ini bukan hanya mengurangi kualitas hidup penderita, tetapi juga menambah beban ekonomi keluarga dan negara akibat meningkatnya biaya pengobatan dan hilangnya potensi produktivitas.

Jika tidak dikendalikan melalui pencegahan dan deteksi dini, angka kesakitan PTM berpotensi terus meningkat dan menjadi ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Menurut data WHO, penyakit tidak menular (NCDs) menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, mencapai 71 persen dari total kematian. Rinciannya meliputi penyakit kardio vaskular sebesar 35 persen, kanker 12 persen, penyakit pernapasan kronis 6 persen, diabetes 6 persen, serta cedera 6 persen.

Di sisi lain, faktor lingkungan dan penyakit menular juga masih berperan besar dalam tingginya angka kematian. Polusi udara, misalnya, menjadi ancaman kesehatan serius dengan kontribusi sekitar 123.000 kematian per tahun, sehingga termasuk dalam lima penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Tuberkulosis (TB) pun tetap menjadi masalah kesehatan utama. Pada 2023, tercatat lebih dari 1 juta kasus baru TB, dan pada 2022, penyakit ini menyebabkan kematian sekitar 134.000 orang. Angka tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara besar lain yang memiliki jumlah kematian TB tertinggi di dunia.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun fokus pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular sangat penting, penanggulangan penyakit menular dan pengendalian risiko lingkungan seperti polusi udara juga tidak boleh diabaikan.

Merdeka Sehat adalah konsep penting karena produktivitas suatu bangsa sangat bergantung pada kesehatan warganya. Penyakit kronis maupun penyakit menular tidak hanya mengancam kualitas hidup, tetapi juga membebani ekonomi dan sistem kesehatan secara keseluruhan.

Melalui pencegahan dan penerapan pola hidup sehat, masyarakat dapat mengurangi risiko besar seperti stroke, penyakit jantung, dan tuberkulosis (TB). Kesadaran akan pentingnya kesehatan, ditambah dengan percepatan layanan kesehatan seperti skrining rutin, deteksi dini, dan akses yang mudah terhadap fasilitas medis, menjadi langkah nyata untuk memerdekakan diri dari berbagai penyakit dan membangun bangsa yang lebih kuat.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa deteksi dini memiliki peran besar dalam menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi penyakit.

American Cancer Society mencatat bahwa skrining kanker payudara yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan risiko kematian hingga 30 persen.. Sementara itu, laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa pemeriksaan tekanan darah secara berkala mampu mengurangi risiko stroke hingga 35–40 persen.

World Health Organization (WHO) juga menegaskan bahwa deteksi dini diabetes dapat mencegah komplikasi berat seperti gagal ginjal dan kebutaan hingga 50 persen, menjadikannya langkah pentinguntuk menjaga kualitas hidup.

Skrining kesehatan bukan hanya ditujukan bagi mereka yang sudah mengalami keluhan, tetapi juga penting untuk semua orang, terutama yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, pola hidup kurang sehat, atau berusia di atas 40 tahun.

Pemeriksaan yang direkomendasikan mencakup tes tekanan darah, cek kadar gula darah, pemeriksaan kolesterol, skrining kanker sesuai usia dan jenis kelamin, serta pemeriksaan fungsi jantung dan paru.

Dengan menjalani skrining kesehatan secara rutin, kita tidak hanya terbebas dari ancaman penyakit, tetapi juga memiliki peluang untuk menikmati hidup yang lebih panjang, aktif, dan berkualitas.

Deteksi dini dan skrining kesehatan memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kualitas serta harapan hidup seseorang. Studi dari Indraprastha Apollo Hospitals yang dilansir The Times of India menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala dapat menurunkan risiko kematian hingga 45 persen melalui deteksidan penanganan penyakit kronis secara lebih awal.

Dalam pencegahan kanker, skrining terbukti menjadi penyelamat nyawa. Misalnya, pap smear dan vaksin HPV mampumenurunkan angka kematian akibat kanker serviks hingga 60 persen, sementara mammografi dan skrining kanker kolorektal juga berperan penting dalam menekan kematian akibat kanker payudara dan kanker usus besar, menurut laporan UW Medicine Newsroom dan The Guardian.

Studi dari National Cancer Institute (NCI) mencatat bahwa dari lima jenis kanker utama, payudara, serviks, kolorektal, paru, dan prostat, sekitar 80 persen kematian yang berhasil dihindari berasal dari upaya pencegahan dan skrining, bukan hanya pengobatan.

Bahkan, skrining kolorektal yang ditargetkan mencapai 80 persen dapat menurunkan angka kematian hingga 33 persen dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup minimal lima tahun dari 16 persen menjadi 89 persen, seperti dipaparkan oleh CDC.

Kita perlu mengutamakan skrining kesehatan karena deteksi penyakit lebih dini memungkinkan perawatan yang lebih efektif dengan biaya yang lebih rendah. Skrining kanker dan penyakit kronis terbukti dapat menurunkan angka kematian secara signifikan.

Pemeriksaan rutin terhadap faktor risiko utama, seperti kesehatan jantung, diabetes, dan fungsi organ, membantu menjaga tubuh tetap terlindungi. Selain itu, skrining berbasis komunitas atau Community-Based Healthcare Interventions (CBHI) mampu meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (NCD).

Langkah merdeka sehat dapat dimulai dengan prinsip bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati, di mana skrining menjadi bentuk kebebasan dari beban kesehatan yang menekan. Hal ini bukan sekadar teori, karena berbagai penelitian global telah membuktikan manfaat nyata skrining bagi kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, penting untuk segera memulai skrining sesuai usia dan faktor risiko masing-masing. Dengan menyadari pentingnya deteksi dini, kita dapat meraih kemerdekaan sejati: hidup sehat, tetap produktif, dan bebas dari bayangan penyakit yang mengintai.

Kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit, RS Awal Bros menghadirkan Wellness Center, sebuah pusat layanan kesehatan yang berfokus pada pemeliharaan kesehatan, peningkatan kualitas hidup, dan deteksi dini penyakit.

Wellness Center RS Awal Bros dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, skrining penyakit, hingga program kesehatan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan.

Dengan teknologi medis modern dan tenaga profesional berpengalaman, pasien dapat melakukan skrining kesehatan lengkap untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Menjaga kesehatan tidak hanya berarti mengobati penyakit, tetapi juga mencegahnya. Melalui pendekatan holistik, Wellness Center memberikan edukasi gaya hidup sehat, program kebugaran, serta layanan nutrisi untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.

Dengan demikian, masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif, berkualitas, dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah.

Pada usianya yang ke-27 tahun, RS Awal Bros mengangkat tema “Women and Hope in Every Care” sebagai wujud komitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik, khususnya dalam mendukung kesehatan perempuan, keluarga, dan masyarakat luas.

Wellness Center menjadi salah satu langkah nyata RS Awal Bros dalam mewujudkan harapan tersebut, karena setiap perawatan adalah bentuk kepedulian yang membawa harapan untuk hidup yang lebih baik.***

Editor : Bayu Saputra
#rs awal bros #awal bros #merdeka sehat