Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dapi Fadhilla dengan Tarian "Chainsaw" Dinobatkan sebagai Togak Luan Terbaik Pacu Jalur 2025

Desriandi Candra • Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:16 WIB

Dapi Fadhillah saat menerima hadiah Togak Luan Terbaik Pacu Jalur 2025 secara simbolis yang diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat pada malam penutupan di Taman Jalur, Telukkuantan, Ahad (24/8/2025).
Dapi Fadhillah saat menerima hadiah Togak Luan Terbaik Pacu Jalur 2025 secara simbolis yang diserahkan Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat pada malam penutupan di Taman Jalur, Telukkuantan, Ahad (24/8/2025).


TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pacu jalur telah usai dan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan dari Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan menjadi jawara baru di Tepian Narosa Telukkuantan. Selain itu, predikat anak Tari Togak Luan (si Tukang Tari) terbaik juga muncul nama baru yakni Dapi Fadhillah.

Dapi adalah anak tari Togak Luan dari Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori Desa Sikakak Kecamatan Cerenti. Penobatan sebagai bintang baru anak tari Togak Luan diumumkan Ketua Panitia Pacu Jalur 2025, Werry Ramadhan Putra pada malam penutupan, Ahad (24/8).

Dapi pun berhak mendapatkan sejumlah uang pembinaan ditambah satu unit sepeda motor Yamaha NMax. “Alhamdulillah, Dapi dapat penghargaan. Juara I anak Tari Togak Luan Pacu Jalur 2025,” ungkap ibu angkat Dapi, Mittra Rianda Putri, Senin (25/8). 

Keberhasilan ini, sebut Mittra, adalah keberhasilan Dapi bersama Jalur Alam Cahaya Tuah Nagori. Karena itu, dia mewakili Dapi dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada ketua jalur dan anak pacu Jalur Alam Cahaya Tuah Nagori. “Tanpa mereka semua, Dapi belum tentu bisa. Terima kasih kami atas dukungan dan bimbingan terhadap anak kami Dapi,” ujarnya. 

Dapi memang belum lama menjadi si Tukang Tari Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori. Dia baru melakoni selama dua tahun atau sejak tahun 2023 silam. Tetapi aksi tariannya tidak kalah lincah dan menarik dari King Aura Farming Rayyan Arkan Dikha saat ini. 

Dapi merupakan anak sulung dari dua bersaudara dari pasangan Novariani dan Eka Saputra. Ibunya hanya jualan sayuran di pasar dagang dan bapaknya usaha warung kopi. Bila Dikha memiliki tarian Togak Luan tembak-tembak, putar-putar tangan di luan jalur, Dapi rupanya juga tak kalah lincah. Bocah asal Cerenti ini punya gerakan tarian andalan, yakni tarian chainsaw (gergaji mesin). 

Kepandaiannya menari Togak Luan didapatnya secara otodidak. Dari menonton pacu jalur, medsos, YouTube, dan televisi. Sayang jalurnya, Alam Cahyo Tuah Nagori Desa Sikak harus kalah di putaran kedua pacu jalur hari keempat, Sabtu (23/8) oleh Panglimo Rimbo Piako dari Pekan Heran Inhu. “Mudah-mudahan ke depan, Dapi dan Alam Cahayo Tuah Nagori bisa menjadi juara,” ujarnya.

Diperkirakan 2 Ribu Lebih Ton Sampah
Pacu jalur usai, tinggal tumpukan sampah di mana-mana yang ditinggalkan para penonton dan pengunjung.  Kondisi ini membuat pasukan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, harus berjibaku membersihkan sampah-sampah yang berserakan di kawasan Taman Jalur, Tepian Narosa, dan ruas jalan di Telukkuantan. 

Tidak hanya di pagi hari, tetapi juga dari malam sampai subuh hari. Untuk membantu petugas kebersihan dari DLH, Pemkab Kuansing juga mengerahkan seluruh dinas dan badan serta sejumlah sekolah di Telukkuantan untuk ikut membantu membersihkan tumpukan sampah di mana-mana.

“Pagi ini (Senin, red), kita bergotong royong membersihkan sampah di kawasan Tepian Narosa dan ruas-ruas jalan kota Telukkuantan sesuai instruksi Pak Bupati,” ungkap Kepala DLH Kuansing Deflides Gusni, Senin (25/8). 

Menurut Deflides, jumlah pengunjung atau penonton membludak. Jauh lebih banyak dari tahun lalu. Bahkan tahun ini diperkirakan jumlah pengunjung mencapai 2 juta orang selama lima hari. ‘’Bila 2 juta orang itu membawa sampah 0,4 kilogram saja per hari, maka dalam lima hari akan ada sekitar 2.000 ton sampah yang ditinggalkan,’’ ujarnya. 

Meski begitu, dengan kebersamaan seperti ini ditambah pasukan kebersihan yang dikerahkan semua DLH, Deflides Gusni optimistid dalam dua hari Telukkuantan sudah bersih kembali. Diketakan Deflides Gusni, selama pacu jalur pada malam hari petugas kebersihan dikerahkan mulai pukul 24.00 WIB sampai subuh, dengan kekuatan 70 orang petugas kebersihan, enam unit dump truk sampah, tujuh unit Kaisar dan satu unit pikap. 

Kenapa tengah malam diangkat? Deflides Gusni mengatakan karena pada tengah malam itu armada sampah bisa lebih leluasa untuk mengambil sampah. Sebab pada siang hari armada sampah terhalang oleh ramainya pengunjung pacu jalur. 

Sementara pagi sampai dengan siang hari, 201 orang petugas kebersihan dan tiga unit mobil dump truck. Khusus untuk Desa Seberang Taluk, DLH sudah meminta pada kepala desa untuk menggerakkan warga melaksanakan gotong royong pembersihan sampah.

“Kami juga menyediakan trusback (kantong sampah) untuk warung/lapak/Kajang jalur. Bagi bapak atau ibu yang membutuhkan, sila diambil di Posko Pacu Jalur Minim Sampah DLH yang berada di Taman Tugu Air Mancur Taman Jalur,” ujarnya. 

DLH Kuansing juga mengoperasikan tiga boat untuk penanggulangan sampah di sungai (satu unit RAPP, dua unit DLH). Mereka juga menndistribusikan 200 unit tong sampah baru untuk pacu jalur tahun ini dan mengimbau semua masyarakat Kuansing untuk peduli sampah. 

Bupati Turun Tangan
Bupati Dr H Suhardiman Amby MM langsung memimpin langsung aksi bersih-bersih sampah kemarin.  Pada awak media, Suhardiman Amby menjelaskan, sampah yang kini berserakan tidak boleh tertumpuk lama.

“Saya melihat, personel kebersihan kita kewalahan untuk membersihkan sampah yang menggunung akibat jutaan umat manusia yang hadir di Tepian Narosa sepekan ini,” ujarnya. 

Karena itu, gotong-royong massal adalah jawaban agar masalah sampah ini segera tuntas. “Maka saya pimpin langsung bersama sekda. Namun kita tidak libatkan aparat kepolisian, TNI, Dishub , Satpol PP dan BPBD karena mereka sudah kerja ekstra selama pacu jalur kemarin,” ujarnya.

Ia minta kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan, agar Telukkuantan kembali pulih. Dirinya berterima kasih atas partisipasi semua pihak yang menyuskseskan pacu jalur dari awal hingga akhir.(dac) 

Editor : Arif Oktafian
#chainsaw #dapi fadhilla #Tukang Tari #pacu jalur #Togak Luan #2025