SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - AKSI nekat penyeludupan ratusan kayu balok ilegal dari Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ke Batam, Kepulauan Riau, berhasil digagalkan aparat gabungan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), belum lama ini.
Operasi dramatis itu berlangsung di Dermaga Sagulung, Batam, setelah tim gabungan mendapat laporan dari warga tentang aktivitas mencurigakan bongkar muat kayu dari KM AAL Delima. Kayu-kayu tersebut hendak dipindahkan ke truk untuk kemudian dipasok ke pihak tertentu.
‘’Kapal yang mengangkut ratusan kayu balok berbagai ukuran itu ternyata menggunakan dokumen abal-abal. Harusnya pakai Surat Keterangan Hasil Hutan Kayu (olahan), tapi yang dipakai malah dokumen untuk kayu bulat, jelas ini ilegal,’’ tegas Pranata Humas Ahli Muda Bakamla, Mayor Bakamla Yuhanes Antara, Ahad (7/9).
Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, memimpin langsung pemeriksaan. Hasilnya mencengangkan, dalam manifes tercatat 344 batang kayu rimba campuran dan 99 batang kayu meranti. Namun, seluruh kayu olahan itu tidak memiliki ID barcode dan tidak dilengkapi dokumen sah.
‘’Ini modus klasik mafia kayu. Dokumen izin angkut dimanipulasi untuk mengelabui aparat,’’ ujar seorang penyidik kehutanan di lokasi.
Empat ABK Ditangkap
Tak hanya kayu dan kapal yang diamankan, aparat juga menangkap empat orang anak buah kapal (ABK) KM AAL Delima untuk pendalaman lebih lanjut. Diduga kuat, kayu tersebut hendak dijual ke pihak-pihak yang memiliki jaringan bisnis gelap di Batam.
Bakamla menegaskan, penyelundupan kayu ini melanggar UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.
‘’Tim masih menghitung jumlah pasti kayu ilegal ini. Setelah itu, kami akan menelusuri siapa aktor besar di balik jaringan perdagangan kayu dari Meranti ke Batam,’’ lanjut Yuhanes.
Pengungkapan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Kepulauan Meranti menjadi salah satu jalur strategis sindikat kayu ilegal. Dengan nilai ekonomi kayu meranti dan rimba campuran yang tinggi, jalur gelap ini diyakini melibatkan lebih dari sekadar ABK biasa.(hen)
Editor : Arif Oktafian