PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, hingga saat ini mendata masih terdapat dua daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai. Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal menyebutkan, pemadaman masih terus dilakukan tim gabungan di lapangan. Namun pemadaman saat ini hanya bisa dilakukan oleh tim darat, karena seluruh helikopter water bombing yang sebelumnya ada di Riau sudah ditarik ke pusat.
“Pemadaman terus dilakukan oleh petugas gabungan. Namun, tim juga sempat mengalami kendala dalam mendapatkan sumber air,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, saat ini Pemprov Riau kembali mengajukan bantuan helikopter water bombing. Pasalnya, helikopter yang sebelumnya di Riau sudah ditarik ke pusat karena habis kontrak.
“Helikopter di Riau sekarang tidak ada lagi, sudah ditarik ke pusat lagi. Tapi kami sedang mengajukan bantuan helikopter lagi mengingat saat ini masih terjadi karhutla di Riau,” ujarnya.
Namun demikian, pihaknya menyebut secara umum karhutla di Riau saat ini masih terkendali. Meskipun tidak ada helikopter water bombing, pihaknya memaksimalkan tim darat dalam memadamkan karhutla.
“Walaupun masih ada karhutla, tapi masih terkendali. Beberapa daerah juga sudah turun hujan meskipun intensitasnya masih rendah,” sebutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau memiliki 11 unit heli yang disiagakan untuk penanganan karhutla. Di antaranya Blackhawk UH-60A (N61AA), Mi-BAMT (RA-22747), Mi-BAMT (RA-22834) dan Superpuma A533212 (P2-MHL). Kemudian helikopter water bombing Mi-8AMT (RA-22729), helikopter water bombing Blackhawk UH-60A (N260UH), helikopter water bombing Blackhawk UH 60 A (N 60 CU) dan helikopter water bombing Kamov KA-320.
Sementara untuk helikopter patroli, di antaranya jenis Bell 505 (PK-WSA), Hell 206 1.4 (PK-FBI) dan heli patroli Bell 412 SP (PK-DAS Kemen Hut).(sol)
Editor : Bayu Saputra