PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh warga Kota Bertuah. Janjinya untuk memberikan bantuan beasiswa pendidikan bagi warga Pekanbaru kini direalisasikan. Pendaftaran bagi yang berminat pun sudah dibuka.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi membuka pendaftaran program beasiswa tahun 2025. Pendaftaran telah dimulai Selasa (18/11) hari ini dan akan berlangsung hingga Selasa (25/11) mendatang.
Pemko Pekanbaru untuk tahun 2025 ini menyediakan berbagai jalur beasiswa, mulai dari D3, S1, Afirmasi, S2, S3, hingga S1 PAUD. Selain itu, kategori Disabilitas dan Tahfiz juga kembali dibuka.
“Kami sudah membuka pendaftaran beasiswa Pemerintah Kota Pekanbaru. Silakan masyarakat mengakses link-nya. Semoga beasiswa ini bisa bermanfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Wako Agung, Selasa (18/11).
Penerima beasiswa nantinya akan ditentukan berdasarkan kuota, nilai Indek Prestasi Kumulatif (IPK) hingga hasil seleksi. “Penerima ditentukan berdasarkan kuota, nilai IPK juga dan hasil seleksi. Yang memenuhi syarat, itu yang berpeluang mendapatkan beasiswa,” jelasnya.
Selain pendaftaran yang dibuka saat ini, untuk tahun 2026, pendaftaran beasiswa akan kembali dibuka dengan skema baru mengikuti kebijakan anggaran tahun depan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Riau Pos, alur pendaftaran beasiswa Pemko Pekanbaru bagi masyarakat yang berminat yakni diawali calon peserta membuat akun dengan mengakses laman resmi https://beasiswapekanbaru.id, mengisi e-mail, nama lengkap sesuai KTP, nomor HP/WA, serta password.
Lalu, login ke sistem, masuk menggunakan akun yang telah dibuat. Kemudian pemohon memilih jenis beasiswa sesuai kategori yang diminati. Selanjutnya, pendaftar melakukan pengunggahan dokumen utama. Untuk mahasiswa mengunggah KTP, sementara siswa tahfiz mengunggah KK. Pastikan dokumen jelas dan terbaca.
Bagi pendaftar, diwajibkan mengisi biodata dengan benar dan lengkap. Juga selanjutnya mengunggah seluruh dokumen dan persyaratan tambahan sesuai jalur beasiswa masing-masing.
Setelah memastikan data sudah benar, lakukan finalisasi dan cetak kartu pendaftaran. Terakhir, penyerahan berkas fisik dapat dilakukan ke Bagian Kesra Setdako Pekanbaru pada hari kerja (Senin-Jumat).
Pembukaan pendaftaran Beasiswa Pemko Pekanbaru ini adalah realisasi dari janji yang sebelumnya disampaikan Wako Pekanbaru Agung Nugroho. Dia sudah menyiapkan program beasiswa pendidikan dengan alokasi anggaran Rp10 miliar.
Beasiswa ini menyasar pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik sekolah negeri maupun swasta, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
“Ada berbagai macam beasiswa yang kita siapkan. Beberapa miliar di antaranya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, kemudian ditambah lagi untuk anak-anak tahfiz Al-Qur’an, mulai dari hafalan 10 juz sampai 30 juz. Kita ingin mereka semua mendapatkan kesempatan yang sama,” jelas Agung.
Tak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada pelajar berprestasi yang mendapat undangan kuliah ke luar negeri namun terkendala biaya. “Biasanya anak-anak pintar ini dapat undangan sekolah ke luar negeri, tapi tidak punya biaya berangkat. Itu kita bantu. Termasuk kursus bahasa Arab bagi yang kuliah ke Madinah atau Mesir,” tambahnya.
Pemko Pekanbaru juga menjalankan program peningkatan kualitas tenaga pendidik. Tahun ini, sebanyak 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah S1. “Tahun ini kami akan menguliahkan 100 guru PAUD untuk menjadi sarjana S1. Mereka diberikan beasiswa penuh selama dua tahun. Ini program khusus dari Pemerintah Kota Pekanbaru,” terang Agung.
Ia menambahkan, program ini diharapkan mampu menjadikan seluruh guru PAUD di Pekanbaru berpendidikan minimal sarjana. “Sehingga nanti tidak ada lagi guru PAUD yang hanya tamatan SMA. Meski biasanya kuliah ditempuh empat tahun, kita buat program khusus hanya dua tahun sudah bisa S1,” ujarnya.
Bagi santri, Wako Agung juga menyiapkan Beasiswa Santri yang diluncurkan pada peringatan Hari Santri di Pekanbaru, Senin (27/10) lalu. Wako Agung yang saat itu didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung menjelaskan, Beasiswa Santri Pekanbaru merupakan langkah awal untuk memberikan perhatian kepada para santri, baik yang berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Ini gagasan pertama (dilaksanakan di Pekanbaru, red) dan in sya Allah akan kita lanjutkan terus agar mereka bisa melanjutkan pendidikan untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Agung menegaskan, program beasiswa santri ini berbeda dengan alokasi anggaran Rp10 miliar yang sudah disiapkan Pemko Pekanbaru untuk beasiswa pendidikan lainnya. “Ini di luar yang Rp10 miliar itu. Jadi memang kita khususkan untuk santri,” ujarnya.
Selain memperluas beasiswa, Pemko Pekanbaru juga berupaya menekan angka anak putus sekolah. Berdasarkan pendataan terbaru, sebanyak 1.778 anak telah berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan.
“Hingga kini, pendataan masih terus berlanjut. Kami ingin ke depan Pekanbaru zero anak putus sekolah. Kami terus mencari anak-anak yang ingin kembali bersekolah, dan Pemko bertanggung jawab untuk menyekolahkannya,” kata Agung.
Semula, laporan hanya mencatat sekitar 300 anak putus sekolah. Namun setelah Pemko mengerahkan kader Posyandu di 15 kecamatan untuk melakukan pendataan, jumlahnya meningkat menjadi 1.778 anak. Mereka kini bersekolah di sekolah negeri, swasta, maupun program kejar paket A, B, dan C.
“Saya sangat berterima kasih kepada kader Posyandu. Mereka sudah bekerja luar biasa membantu kami menuntaskan masalah anak putus sekolah di Kota Bertuah,” ujarnya.
Sebagian besar anak tersebut sebelumnya berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Banyak orang tua tak mampu membayar biaya pendidikan, terutama di sekolah swasta. Pemko pun membantu menyalurkan anak-anak itu ke sekolah negeri dan menanggung biayanya.
Selain fokus pada pendidikan, Pemko Pekanbaru juga memperhatikan kesetaraan dan kesehatan anak. Dalam waktu dekat, pemko akan meluncurkan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas, yang menjadi payung hukum untuk menjamin hak-hak penyandang disabilitas di bidang pendidikan, kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi.
“Iya benar, Perda bagi Penyandang Disabilitas akan segera kami sahkan. Saat ini sudah masuk tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM,” ungkap Agung.
Di bidang kesehatan, Pemko bekerja sama dengan TP PKK Pekanbaru menjalankan program zero stunting dan zero gizi buruk. “Total ada 3.000 anak yang mendapat asupan makanan dan vitamin setiap hari selama tiga bulan. Kami ingin tidak ada lagi anak-anak kita yang stunting atau gizi buruk,” jelasnya.
Dengan deretan program ini, mulai dari Beasiswa Santri, beasiswa pendidikan Rp10 miliar, kuliah gratis 100 guru PAUD, pengembalian 1.778 anak putus sekolah, Perda Disabilitas, hingga program zero stunting, Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho menegaskan komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Semua ini untuk masa depan Pekanbaru. Kita ingin anak-anak kita menjadi orang pintar, berakhlak, dan siap membangun kota ini lebih baik lagi,” tutur Wako Agung.(ali)
Editor : Arif Oktafian