Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ketua Pansus OPD DPRD Riau Hadiri BIEO 2026, Bahas Dilema Fiskal dan Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Afiat Ananda • Selasa, 9 Desember 2025 | 11:25 WIB
Ketua Pansus DPRD Provinsi Riau Pembahasan Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD) Abdullah saat menghadiri kegiatan Bisnis Indonesia Economic Outlook (BIEO) 2026
Ketua Pansus DPRD Provinsi Riau Pembahasan Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD) Abdullah saat menghadiri kegiatan Bisnis Indonesia Economic Outlook (BIEO) 2026

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau Pembahasan Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD) Abdullah menghadiri kegiatan Bisnis Indonesia Economic Outlook (BIEO) 2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pemangku kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membedah kondisi perekonomian Riau menjelang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

BIEO 2026 Pekanbaru merupakan bagian dari rangkaian BIG Conference 2025 yang diselenggarakan serentak di 10 kota besar di Indonesia. Mengusung tema regional “Dilema Fiskal Riau 2026: Peluang, Risiko, dan Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan”, forum ini secara khusus mengulas tantangan fiskal yang dihadapi Provinsi Riau di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang terus berubah.

Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis menjadi sorotan utama, mulai dari penyesuaian skema Transfer ke Daerah (TKD), tren penurunan penerimaan dari sektor minyak dan gas (migas), hingga kebutuhan merumuskan strategi pembiayaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Diskusi berlangsung intens, mengingat APBD 2026 dipandang sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau dalam paparannya menyampaikan bahwa Riau saat ini menghadapi tantangan struktural yang tidak ringan. Penurunan pendapatan dari sektor migas, yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung fiskal daerah, mengharuskan pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan diversifikasi sumber pendapatan.

Selain itu, ketergantungan yang masih tinggi terhadap transfer dari pemerintah pusat dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi melalui optimalisasi potensi pendapatan asli daerah (PAD). Meski demikian, Bappeda menegaskan bahwa peluang pembangunan di Riau tetap terbuka lebar.

Sejumlah sektor strategis dinilai berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah ke depan. Di antaranya adalah sektor perkebunan sawit melalui penguatan hilirisasi, pengembangan energi terbarukan, percepatan digitalisasi layanan publik, serta pemberdayaan dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan kebijakan yang tepat, sektor-sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau Masuri, dalam sesi diskusi menekankan pentingnya peningkatan daya saing investasi di Provinsi Riau. Ia menilai iklim usaha yang kondusif menjadi kunci utama dalam menarik investasi baru dan mempertahankan investor yang sudah ada.

Menurut Masuri, peran perangkat daerah sangat krusial dalam menciptakan kepastian berusaha, khususnya melalui penyederhanaan perizinan, kejelasan regulasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dan DPRD dapat terus bersinergi dengan dunia usaha dalam merumuskan kebijakan yang progresif dan berpihak pada pertumbuhan ekonomi.

BIEO 2026 Pekanbaru juga terhubung dengan Zoom Conference nasional yang menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Zulkifli Hasan sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Menko Perekonomian menyampaikan gambaran umum kondisi ekonomi nasional serta arah kebijakan pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan global, termasuk isu ketahanan pangan, energi, dan stabilitas fiskal.

Ia menekankan pentingnya peran daerah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui optimalisasi potensi lokal dan peningkatan daya saing regional. Paparan nasional tersebut menjadi referensi penting bagi peserta forum dalam membaca posisi Riau di tengah dinamika ekonomi nasional.

Pada diskusi tingkat daerah, para pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya membahas tren pertumbuhan ekonomi Riau yang saat ini tercatat berada di tiga besar di Sumatera. Capaian tersebut dinilai positif, namun tetap membutuhkan penguatan kebijakan agar pertumbuhan ekonomi dapat terus berkelanjutan dan inklusif.

Sejumlah masukan strategis disampaikan peserta diskusi, di antaranya terkait percepatan perizinan investasi, penguatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, penyediaan perumahan yang terjangkau, penguatan sektor pangan, serta kebutuhan peningkatan konsumsi dan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas industri dan masyarakat.

Menanggapi berbagai dinamika dan masukan tersebut, Ketua Pansus OPD DPRD Provinsi Riau Abdullah menegaskan, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam merespons tantangan fiskal dan ekonomi yang dihadapi daerah. Ia menilai forum seperti BIEO 2026 sangat penting sebagai ruang dialog objektif untuk membaca tren ekonomi dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

“DPRD Provinsi Riau berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi pendapatan daerah, efisiensi anggaran, serta kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat menjadi keharusan agar Riau mampu menjawab tantangan fiskal ke depan,” tegas Abdullah.

Ia menambahkan, hasil diskusi dan rekomendasi dari forum BIEO 2026 akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi DPRD, khususnya Pansus OPD, dalam membahas kebijakan optimalisasi pendapatan daerah dan penyusunan APBD 2026. DPRD, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan anggaran tidak hanya realistis secara fiskal, tetapi juga berpihak pada kepentingan masyarakat dan pembangunan jangka panjang.

Melalui keikutsertaannya dalam BIEO 2026, DPRD Riau menegaskan komitmen untuk terus aktif hadir dalam berbagai forum ekonomi dan pembangunan. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memperkuat peran DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kondisi ekonomi serta kebutuhan riil masyarakat Riau.

Untuk diketahui, kegiatan BIEO 2026 Pekanbaru turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan narasumber penting, di antaranya Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Group Pekanbaru Aang Suherman, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Riau Abdul Madian, Ketua Umum KADIN Riau Masuri, serta Ekonom Universitas Riau Dahlan Tampubolon.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkaya diskusi dan mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dilema fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi Riau yang berkelanjutan.(adv/nda)

 

 

Editor : Rindra Yasin
#apbd #dprd riau #perekonomian