Setiap perjalanan besar dimulai dari satu langkah kecil. Bagi Dr. Irvandi Gustari, S.E., M.B.A., langkah itu dimulai dari ruang kuliah dan diperkuat oleh semangat memberi manfaat bagi banyak orang. Ia dikenal sebagai eksekutif andal di dunia keuangan dan akademisi yang konsisten menyebarkan ilmu serta nilai-nilai kemajuan.
Lulusan Sekolah Bisnis IPB–DMB 4 dengan IPK 3,9 ini menjabat Ketua Umum Himpunan Alumni SB IPB periode 2022–2026. Kariernya dimulai sebagai trainee di Bank Danamon pada 1991. Ketekunan dan konsistensi membawanya menapaki tangga kepemimpinan di berbagai institusi keuangan nasional seperti Bank Danamon, BPPN, Permata Bank, dan MNC Bank.
Puncak kariernya tercermin dalam jabatan Direktur Utama Bank Riau Kepri (2015-2019), Direktur Keuangan PT Pelindo III (2019-2020), Komisaris Utama Pelindo Daya Sejahtera, Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Pelindo, dan sejak 2022 menjabat Direktur Utama AJB Bumiputera.
Dalam setiap posisi, Irvandi dikenal memiliki visi tajam dan keberanian dalam melakukan transformasi kelembagaan. Konsistensinya dalam memimpin membuatnya meraih 31 penghargaan nasional dan internasional seperti Top CEO BUMD, The Best Visionary CEO, Marketeer of the Year, dan Asia Best CEO. Penghargaan tersebut mencerminkan kepercayaan industri sekaligus integritas dan kemampuan manajerialnya. Kepiawaiannya dalam manajemen risiko, SDM, keuangan, dan teknologi informasi menjadi pilar penting kepemimpinannya.
Ia juga dipercaya menjadi asesor di lembaga seperti LSPP dan BNSP, serta menjadi pelatih kepemimpinan bagi calon direksi dan komisaris bank. Bagi Irvandi, ilmu adalah amanah yang harus dibagikan. Ia aktif mengajar di Program S-2 dan S-3 Sekolah Bisnis IPB serta Universitas Pancasila. Dengan gelar Doktor Manajemen Bisnis dari IPB (Summa Cum Laude, IPK 3,9) pada 2013, ia menunjukkan dedikasi tinggi sebagai akademisi.
Ia juga pernah mengajar di Universitas Riau dan Universitas Lancang Kuning. Di bidang penulisan, Irvandi telah menerbitkan tujuh buku (empat di antaranya melalui penerbit internasional), 16 jurnal ilmiah bereputasi internasional (Scopus), dan lebih dari 190 artikel opini ekonomi di media nasional seperti Jawa Pos dan Kompas Group.
Selain akademik, Irvandi aktif di berbagai organisasi strategis: Ketua Umum Himpunan Alumni SB IPB (2022-2026), Wakil Ketua Kadin Riau (2017-2022), Bendahara Umum ASBANDA, Koordinator Wilayah Indonesia Marketing Association untuk Riau, dan Wakil Ketua 4 Indonesia Risk Professional Association (2025-2028).
Ia juga sering diundang menjadi pembicara di forum nasional dan internasional, membagikan pengalaman tentang transformasi organisasi, manajemen risiko, ekonomi digital, dan pengembangan UMKM.
Bagi Irvandi, keberhasilan bukan hasil kebetulan, melainkan komitmen untuk terus belajar, berkembang, dan memberi makna. Ia meyakini bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang tak pernah berhenti belajar dan memberi dampak positif bagi lingkungannya. Dari ruang direksi hingga ruang kuliah, Irvandi menunjukkan bahwa kontribusi terbaik adalah keteladanan nyata.
Sosok Irvandi dikenal luas di dunia perbankan. Meski hanya sembilan bulan menjabat Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK), ia sudah lama malang melintang di sektor keuangan di Jakarta sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya, Pekanbaru.
Ia merupakan anak dari mantan Wali Kota Pekanbaru (1981-1986) Ibrahim Arsyad, dan ibunya, Prof Hj Aswarni Adam SH, adalah perempuan pertama di Riau bergelar profesor hukum.
Keputusannya kembali ke Pekanbaru dilatarbelakangi rasa bakti kepada sang ibu. Setelah kehilangan ayahnya, ia berjanji untuk tidak lagi abai terhadap keluarga. “Semua ini saya lakukan demi Ibu,” ujarnya. Kini, selain memimpin BRK, Irvandi juga mengajar sebagai dosen pascasarjana di Universitas Pancasila dan dosen di Sekolah Bisnis IPB dengan jabatan akademik Lektor Kepala (Associate Professor).
Jadwalnya padat-bolak-balik Jakarta-Pekanbaru-hingga hanya tidur dua jam per hari. Di usia 30 tahun, Irvandi sudah menjabat sebagai Vice President di bank terkemuka di Jakarta. Saat krisis moneter 2007, ia berhasil menyelamatkan bank tempatnya bekerja dari ancaman likuidasi. Di BRK, ia menghadapi tantangan besar berupa restrukturisasi dan transformasi budaya kerja. Ia ingin menjadikan BRK bank regional yang besar di Indonesia.
“Saya tidak ingin abadi, yang saya inginkan adalah perubahan,” katanya.
Bagi Irvandi, hidup tidak semata tentang uang, melainkan keberkahan. Irvandi juga menerima penghargaan bergengsi IHCA IV 2018 dari Menteri Ketenagakerjaan RI, bersama adiknya Irvandi Ferizal (Direktur Human Capital Maybank). Ia meraih predikat The Best Human Capital Director-Transformation Program. Pada ajang tersebut, Bank Riau Kepri juga mendapat penghargaan The Best Bank BPD Non Tbk se-Indonesia.
IHCA Award merupakan apresiasi nasional bagi perusahaan yang unggul dalam pengembangan SDM. Tahun 2019, Menteri BUMN menunjuk Irvandi sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo III. Penugasan ini ia persembahkan sebagai hadiah untuk ibundanya.
“Ini nikmat Allah dan harus disyukuri. Semoga ibu saya lebihbahagia dan sehat,” ujarnya dengan haru.
Jabatan ini merupakan kepercayaan besar negara, dan sebelumnya posisi tersebut sempat kosong tiga bulan. Ia menolak beberapa kali tawaran serupa karena ingin menuntaskan amanahnya di BRK terlebih dahulu. Sebelum itu, ia juga pernah menjabat sebagai Vice President Group di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Sebagai Direktur Keuangan Pelindo III, ia bertanggung jawab mengelola 43 pelabuhan di tujuh provinsi dengan 23 anak perusahaan dan afiliasi. Irvandi menilai jabatan ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk membuktikan kemampuan anak daerah di level nasional.
Irvandi dua kali meraih SPEx2 Award (2016 dan 2018) sebagai The Best Chief Strategy Execution Officer in BPD Industry dari Majalah Tempo dan GML Consulting.
Penghargaan ini menegaskan kepemimpinannya dalam mengeksekusi strategi bisnis dan transformasi organisasi. Tahun 2016, ia juga mendapat 11 penghargaan nasional, di antaranya The Best Visionary CEO, Indonesia Figure of Leadership Achievement, dan Top CEO BUMD.
Tim juri SPEx2 yang bergengsi menilai bahwa Bank Riau Kepri di bawah kepemimpinan Irvandi berhasil menjalankan strategi transformasi BPD sebagai Regional Champion, menciptakan nilai bagi pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan masyarakat daerah. Lima bidang strategi yang dijalankan meliputi: kemandirian dana pihak ketiga, dukungan UMKM, pengelolaan SDM berbasis kompetensi, digital banking dan keamanan IT, serta internal kontrol yang kuat. Semua dijalankan melalui pendekatan change management yang inklusif.
Puncak perjalanan kariernya kini sebagai Direktur Utama AJB Bumiputera. Dalam Sidang Luar Biasa Badan Perwakilan Anggota (BPA) perusahaan tersebut, Irvandi terpilih berdasarkan kompetensi dan visinya dalam menyehatkan kembali Bumiputera.
Ia memaparkan strategi penyehatan yang sistematis, komprehensif, dan berbasis tata kelola yang baik. Keberhasilannya menjadi bukti nyata dari perjalanan panjang kepemimpinan yang berakar pada integritas, keilmuan, dan pengabdian.
Dari perbankan hingga BUMN, dari ruang kuliah hingga ruang rapat, Irvandi Gustari membuktikan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keinginan untuk terus belajar, mengabdi, dan memberi manfaat. Ia adalah cerminan pemimpin transformasional yang menginspirasi banyak generasi.
Atas capaian dan prestasinya itu, Irvandi Gustari masuk dalam Top 100 Alumni Prominent 2025 IPB University. Pada pemberian penghargaan tersebut, juga dihadiri langsung oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.***
Editor : Arif Oktafian