Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Kota Pekanbaru. Berbagai program pembangunan dan pelayanan publik digesa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota (Wako) Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota (Wawako) Markarius Anwar.
Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMKO Pekanbaru mencatat capaian signifikan di sektor infrastruktur dengan melampaui target perbaikan jalan. Hingga akhir 2025, sebanyak 29 ruas jalan telah dilakukan overlay dengan total panjang mencapai 38 kilometer, jauh melampaui target awal 20 kilometer per tahun.
“Kalau perbaikan jalan rusak, untuk aspal ini sudah melebihi target,” ujar Wako Agung Nugroho. Agung menegaskan, setiap program pembangunan dilakukan dengan perhitungan matang agar anggaran benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita lihat betul dampaknya. Kegiatan kecil-kecil kita gabungkan menjadi kegiatan besar yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menyebutkan percepatan tersebut membuat pekerjaan dua tahun bisa dituntaskan dalam satu tahun.
“Target per tahun sebenarnya hanya 20 kilometer. Namun tahun ini ada penambahan ruas, sehingga total pengaspalan mencapai 38 kilometer. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam dua tahun, dapat dituntaskan dalam satu tahun,” ungkapnya.
Selain pembangunan fisik, Pemko Pekanbaru juga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Lebih dari Rp40 miliar anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) disiagakan untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor.
“Saat ini ada Rp40 miliar lebih anggaran BTT yang standby di Pemko Pekanbaru,” kata Agung Nugroho. “Prediksi BMKG menunjukkan curah hujan cukup tinggi hingga Januari 2026. Karena itu, seluruh kebutuhan penanganan bencana kita siapkan sejak sekarang,” tambahnya.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru menerapkan mekanisme fit and proper test dalam pemilihan RT dan RW yang digelar serentak Desember 2025. Tahapan ini menjadi syarat sebelum calon ditetapkan dan dipilih masyarakat.
“Fit and proper test ini menguji integritas, akhlak, kepemimpinan, serta kesiapan calon RT dan RW dalam melayani masyarakat,” jelas Agung. “Kami ingin yang terpilih adalah mereka yang sudah teruji dan kompeten dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Penataan kawasan strategis kota juga terus dilakukan, salah satunya di simpang sebidang Arifin Ahmad. Proyek tersebut memasuki tahap pematangan lahan dan akan dilanjutkan pengaspalan pada 2026.
Lampu lalu lintas di kawasan itu kini dilengkapi sistem Artificial Intelligence (AI). “Penataan lahan kita targetkan rampung tahun ini. Tahun depan, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan jalan,” ujar Agung Nugroho.
Di sektor pelayanan publik, Pemko Pekanbaru menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa mobil antar jemput pasien gratis menuju puskesmas dan rumah sakit. “Masih ada warga kita yang ingin berobat tetapi terkendala biaya dan transportasi. Karena itu, kami siapkan satu mobil di setiap kecamatan,” kata Agung.
“Saya ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Masyarakat adalah bos dan harus dilayani dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Komitmen pada pembangunan sumber daya manusia ditunjukkan melalui alokasi anggaran beasiswa sebesar Rp10 miliar. Tercatat 1.709 orang mendaftar melalui berbagai jalur, mulai dari prestasi, kurang mampu, hingga tahfidz Al-Qur’an. “Yang terbanyak pendaftar jalur prestasi, mencapai 1.145 orang,” ungkap Kepala Bagian Kesra Setdako Pekanbaru, Tri Sepna Saputra.
Menutup tahun 2025, Pemko Pekanbaru menggelar Nikah Massal Gratis yang diikuti 71 pasang pengantin dan berhasil memecahkan Rekor MURI. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan Rp3 miliar bagi korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.(das)
Editor : Bayu Saputra