PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir yang merendam ruas jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (3/1) siang semakin naik. Terdapat empat titik ruas jalan provinsi yang terendam tepatnya di Dusun 1 Desa Sontang, akibat tumpahan air hujan dan meluapnya air di anak Sungai Hitam. Kondisi itu memberikan dampak terganggunya kelancaran arus lalu lintas dari Desa Sontang-Jurong batas Duri.
Sejak Jumat (2/1) hingga Sabtu (3/1), tidak terlihat mobil pribadi melewati genangan banjir di ruas jalan provinsi. Hanya mobil bak terbuka seperti fuso, tronton milik perusahaan perkebunan sawit dan bus Pinem yang masih bisa melintas di ketinggian air 50 sentimeter hingga 1 meter (di jalur tengah).
Sekcam Bonai Darussalam Suratman menyebutkan, banjir yang merendam ruas jalan provinsi Sontang batas Duri telah berlangsung selama 4 hari. Ini terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan menjelang akhir tahun 2025 hingga Jumat (2/1) malam yang mengguyur wilayah Kecamatan Bonai Darussalam.
‘’Kondisi air semakin naik hingga Sabtu (3/1) siang. Ada 4 titik di ruas jalan provinsi Sontang-Duri yang terendam banjir dengan lokasi di Dusun I Desa Sontang, karena struktur jalan tanah yang rendah sehingga ketinggian air cukup dalam,’’ kata Suratman saat dikonfirmasi Riau Pos, Sabtu (3/1) petang.
Banjir yang merendam ruas jalan provinsi di Desa Sontang telah mengganggu akses lalu lintas menuju Duri maupun sebaliknya. ‘’Untuk mobil pribadi disarankan untuk tidak melintasi genangan banjir hampir setinggi pinggang orang dewasa di jalur tengah jalan provinsi Sontang batas Duri. Kita sarankan pengguna jalan mencari jalur alternatif lain,’’ sebutnya.
“Hari ini (kemarin, red), mobil pribadi belum berani melintasi genangan banjir, kecuali mobil dobel gardan, bak terbuka dan bus pinem yang menerobos genangan air di ruas jalan provinsi di Dusun I Desa Sontang,’’ katanya.
Suratman mengimbau pengendara roda dua mengurungkan niatnya untuk melintasi jembatan kayu darurat, karena sudah banyak pengendara yang terjatuh karena kehilangan keseimbangan dan dapat mengancam keselamatan. Sebab, sebagian dari titian jembatan kayu untuk kendaraan roda dua itu sudah ada yang terendam.
Dia membenarkan, rombongan Plt Kadis PUPRPKP Riau meninjau kondisi ruas jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam menuju batas Duri yang terendam banjir. ‘’Kita harapkan ada solusi dari Pemerintah Provinsi Riau untuk mengatasi agar ruas jalan provinsi Sontang batas Duri agar tidak terendam banjir, di saat curah hujan tinggi seperti yang terjadi saat ini,’’ tutupnya.
PUPR Riau Tinjau Banjir Ruas Jalan Sontang-Duri
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP), telah melakukan peninjauan ruas jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang mengalami banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR PKPP Riau Thomas Larfo Dimeira mengatakan, setelah melakukan peninjauan tersebut, pihaknya menyebutkan bahwa ruas jalan provinsi tersebut harus dilakukan penanganan dengan segera.
“Kami sudah melakukan peninjauan pada ruas jalan Sontang menuju Duri. Dari hasil peninjauan itu memang perlu ditangani segera,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, penanganan jalan tersebut akan dilakukan dengan cara penimbunan dan pemasangan box culvert. Namun demikian, pihaknya akan mempelajari detail penanganan terlebih dahulu agar lebih maksimal.
“Detailnya nanti dipelajari lagi, yang jelas ada beberapa titik yang tergenang pada saat kami survei. Dan di antaranya perlu pakai box culvert, in sya Allah akan segera dikerjakan,” sebutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ketinggian air yang merendam empat titik jalan provinsi di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis semakin tinggi, mencapai 1 meter.
Waspada Potensi Hujan Deras
Memasuki awal tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, pada akhir pekan ini, Sabtu (3/1) hingga Ahad (4/1).
Menurut Prakirawan BMKG Kota Pekanbaru Yasir Prayuna, sejumlah wilayah di Indonesia saat ini masuk dalam musim penghujan, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.
Berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru sejak pagi hari kondisi udara kabur hingga cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Indragiri Hulu. Pada siang hari, cuaca di Riau diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Memasuki sore hingga malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang kembali muncul di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Bengkalis, dan Siak. Sementara pada dini hari, cuaca umumnya udara kabur hingga cerah berawan tanpa adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Suhu udara di Provinsi Riau berkisar antara 22 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
“Curah hujan di Provinsi Riau masih akan tinggi pada Ahad pertama di tahun 2026, sehingga masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi sehingga dapat menyebabkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” tuturnya.(epp/sol/ayi/muh)
Editor : Bayu Saputra