PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Luapan air Sungai Rokan dan air Sungai Hitam masih merendam jalan lintas provinsi di Dusun I Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu menuju batas Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (5/1).
Tinggi genangan air mencapai 1 meter (m). Pengendara roda dua pun terpaksa menggunakan jasa penyeberangan.
Ya, jalan provinsi ini hanya bisa dilewati truk besar. Mobil roda empat atau minibus (mobil pribadi) dilarang untuk melintas sementara waktu dan diimbau mencari jalur alternatif. Sekali melintas dengan jarak lebih kurang 1 kilometer (km), pengguna roda dua dikenakan biaya sebesar Rp50 ribu. Keberadaan jasa penyeberangan menggunakan pompong ini sangat membantu warga.
‘’Banjir masih bertahan di Dusun I Desa Sontang. Kendaraan pribadi (roda empat kecil) belum bisa mencapai empat titik jalan terparah yang terendam air. Luapan air Sungai Rokan tidak bisa dilewati roda dua dan roda empat,’’ ujar Sekretaris Camat Bonai Darussalam Suratman saat ditemukan di sela tinjauan, kemarin.
Suratman mengatakan, tidak ada jalur alternatif bagi kendaraan roda empat untuk menghindari genangan banjir di ruas jalan provinsi Sontang batas Duri maupun arah sebaliknya. ‘’Terima kasih kepada masyarakat setempat dengan inisiatif sendiri tanpa paksaan memberikan jasa pengangkutan kendaraan roda dua, baik dari arah Sontang menuju Duri maupun arah sebaliknya,’’ jelasnya.
Dia mengaku mendapatkan informasi, biaya jasa pengangkutan kendaraan roda dua menggunakan pompong tergantung kesepakatan pengendara dengan masyarakat penyediakan jasa angkutan transportasi air melewati parit yang ada di tepi ruas jalan provinsi tersebut. ‘’Informasinya Rp50 ribu sekali melintas,’’ jelasnya.
Ditambahkan Sekcam, untuk sementara belum ada rumah warga di Desa Sontang dan sekitarnya yang terdampak banjir. Namun fasilitas umum seperti Surau Suluk sudah mulai dimasuki air setinggi mata kaki orang dewasa. ‘’Banjir di Desa Sontang ini biasanya cukup lama surutnya. Tergantung cuaca. Bilamana masih terjadi hujan di Kecamatan Rokan IV Koto, Ujungbtu dan Kunto Darussalam, maka aliran air Sungai Rokan tetap sampai ke Kecamatan Bonai Darussalam,’’ jelasnya.
Suratman berharap, dengan tidak turun hujan kemarin, maka banjir yang merendam ruas jalan provinsi Sontang batas Duri dapat berangsur surut dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar serta arus lalulintas kembali normal.
Debit Waduk PLTA Masih Tinggi
Hingga Senin (5/1), dua pintu pelimpahan (spillway gate) Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka setinggi 50 sentimeter (cm). Kebijakan tersebut dilakukan karena elevasi permukaan air waduk masih berada di angka 80,60 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, berdasarkan data pemantauan pada Senin (51) pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat 80,60 MDPL. Debit air yang keluar melalui turbin sebesar 234,26 meter kubik per detik (m³/s), sementara debit melalui spillway dengan bukaan dua pintu masing-masing 50 sentimeter mencapai 140,66 m³/s.
Adapun debit air masuk (inflow) waduk tercatat 374,92 m³/s, sehingga total outflow juga berada pada angka yang sama, yakni 374,92 m³/s. Sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada di posisi 80,63 MDPL. Debit outflow turbin tercatat 224,61 m³/s, sedangkan outflow spillway tetap sebesar 140,66 m³/s. Inflow waduk pada jam tersebut mencapai 57,70 m³/s dengan total outflow sebesar 365,27 m³/s.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kondisi Sungai Subayang masih bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada intensitas curah hujan.
“Memang sempat terjadi kenaikan debit Sungai Subayang kemarin, namun belum sampai menyebabkan banjir yang menggenangi rumah warga. Karena intensitas hujan sudah berkurang, kondisi Sungai Subayang saat ini sudah mulai surut dibandingkan akhir pekan kemarin,” jelas Adi Candra.
Elevasi Air Sungai Kampar Naik 14 Cm
Indikator level ketinggian permukaan air aliran Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terus meningkat drastis sejak satu pekan terakhir. Bahkan, berdasarkan pengukuran level air di Ponton Kecamatan Langgam, Senin (5/1), debit air Sungai Kampar sudah berada pada angka 2,22 meter. Atau elevasi air mengalami kenaikan sekitar 14 sentimeter (cm) dari sehari sebelumnya.
“Ya, setiap hari terjadi kenaikan tinggi permukaan air Sungai Kampar dampak dibuka pintu pelimpahan air Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar sejak 30 Desember 2025 lalu. Setidaknya, sejak sepekan terakhir, tercatat kenaikan elevasi air mencapai 75 sentimeter,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Zulfan, Senin (5/1).
Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar. Ya, hampir setiap hari hujan mengguyur wilayah Pelalawan dengan intensitas ringan, sedang, dan lebat.
Peningkatan debit air Sungai Kampar ini juga dipengaruhi air pasang laut dari hilir Sungai Kampar yang masuk dalam periode pasang naik. Sehingga menyebabkan air tertahan dan semakin tinggi. “Perkiraan kita, dalam dua hari ke depan, elevasi Sungai Kampar di Pelalawan ini akan mengalami penurunan. Pasalnya, curah hujan mulai sedikit turun.
‘’Alhamdulillah, Pelalawan masih aman dari bencana banjir. Banjir mulai terasa jika debit sungai mencapai 3 meter. Untuk itu, kita berharap intensitas curah hujan dapat terus menurun sehingga debit air Sungai Kampar di Pelalawan tidak meningkat dan meluap yang akan menyebabkan banjir,” tambahnya.(epp/amn/kom/das)
Editor : Arif Oktafian