JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menangkap Bupati Pati, Sudewo dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), Senin (19/1/2026). Sudewo saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penindakan KPK di Polres Kudus.
"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW. Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus " kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci barang bukti serta pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK memiliki waktu 1x24 jam dalam menentukan status hukum terhadap Sudewo dan pihak lainnya.
Profil Sudewo
Untuk diketahui, Sudewo merupakan politikus yang memiliki pengalaman panjang di bidang profesional, pemerintahan, dan politik. Sudewo lahir di Pati, 11 Oktober 1968.
Pendidikan tingginya ditempuh di bidang teknik, dengan meraih gelar Sarjana (S-1) Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret pada 1993 dan Magister (S-2) Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro pada 2001.
Karier profesional Sudewo dimulai di PT Jaya Construction pada periode 1993–1994. Setelah itu, ia bekerja sebagai tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum, kemudian berstatus PNS Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur pada 1997–1999. Karier birokrasi tersebut berlanjut sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar hingga 2006.
Sempat berkiprah sebagai wiraswasta, Sudewo kemudian terjun ke dunia politik. Langkah awal politiknya dimulai di Partai Demokrat. Ia terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII untuk periode 2009–2014, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Karier politiknya berlanjut bersama Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto. Di partai tersebut, Sudewo kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024.
Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih sebagai legislator untuk periode 2024–2029, namun memilih mengundurkan diri dari DPR RI untuk maju dalam Pilkada Pati 2024. Dalam Pilkada Pati 2024, Sudewo berpasangan dengan Risma Ardhi Chandra dan diusung oleh Partai Gerindra. Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi, dan Sudewo resmi dilantik sebagai Bupati Pati pada awal 2025.
Di internal Partai Gerindra, Sudewo saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra sejak 2019 hingga sekarang.
Baca Juga: Anggota DPRD Rohil Minta Figur Baru di PT SPRH Memiliki Integritas
Sempat Ingin Dimakzulkan
Sudewo sempat diterpa isu pemakzulan sebagai Bupati Pati. Isu pemakzulan itu setelah Sudewo menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak gabungan yang dinilai membebani masyarakat.
Tekanan politik pun datang dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang menilai Sudewo layak dimakzulkan karena kebijakannya dianggap merugikan warga.
Namun, rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pemakzulan Bupati Pati, Sudewo. Dari 50 anggota DPRD, sebanyak 49 hadir dalam rapat penting tersebut.
Hasilnya, 36 anggota menolak pemakzulan, sementara 13 anggota menyatakan setuju agar Sudewo dicopot dari jabatannya.
Jika dilihat dari sisi fraksi, hanya Fraksi PDI Perjuangan yang sepenuhnya mendukung rekomendasi pemakzulan. Sementara fraksi lainnya lebih memilih memberikan catatan perbaikan terhadap kebijakan Bupati Sudewo agar kinerja pemerintah daerah lebih baik ke depan.***
Editor : Edwar Yaman