PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tepat pada 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM bersama Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch memimpin Kota Bertuah.
Dalam periode tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan arah pembangunan yang lebih terstruktur, pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta tata kelola kota yang mulai dibenahi secara menyeluruh menuju Pekanbaru yang lebih maju dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Agung-Markarius, berbagai janji politik diterjemahkan menjadi langkah konkret, baik melalui kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat maupun program jangka panjang yang memperkuat fondasi kota. Satu tahun pertama ini menjadi fase penting untuk membangun dasar transformasi menuju kota yang bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, berbagai kebijakan yang dijalankan selama setahun terakhir merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menunaikan amanah masyarakat.
“Kami berupaya memastikan pembangunan berjalan terarah, pelayanan publik semakin dekat dengan warga, serta tata kelola pemerintahan semakin transparan dan akuntabel. Semua ini menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi Pekanbaru ke depan,” ujarnya, Ahad (22/2).
Ia menegaskan, komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian masyarakat. Salah satunya penurunan tarif parkir kendaraan bermotor untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan.
“Penurunan tarif parkir ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga penataan kota agar lebih tertib, nyaman, dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” jelas Agung.
Selain itu, pelayanan publik semakin proaktif melalui kehadiran Mobil AMAN, yakni layanan administrasi kependudukan jemput bola yang memudahkan warga tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Petugas langsung mendatangi masyarakat untuk perekaman dan pembaruan data.
Di bidang penataan kota, Pemko Pekanbaru melakukan penertiban 500-an tiang reklame yang tidak sesuai ketentuan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas ruang terbuka hijau serta memperindah wajah kota. “Penataan reklame menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang rapi, tertata, dan ramah lingkungan,” katanya.
Sementara itu, dalam sektor lingkungan, pemko menggulirkan Gerakan Serbu Sampah serta membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Pendekatan ini menandai pergeseran dari sekadar penanganan menjadi partisipasi kolektif masyarakat. Penindakan tegas terhadap pelaku pembuang sampah ilegal juga dilakukan untuk membangun efek jera.
“Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Kesadaran kolektif inilah yang akan membuat Pekanbaru lebih bersih dan sehat,” tegasnya.
Upaya pengendalian banjir turut menjadi prioritas. Penanganan dilakukan pada 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta normalisasi drainase dan daerah aliran sungai (DAS) mencapai 109,5 kilometer. Selain itu, penanaman 15 ribu pohon dilakukan sebagai komitmen mewujudkan Pekanbaru Green City.
Di bidang infrastruktur, perbaikan jalan tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan. Sebanyak 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta layanan wifi gratis disediakan di sejumlah titik.
“Kami ingin infrastruktur tidak hanya dibangun, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ucap Agung. Wako juga menunjukkan solidaritas dengan daerah lain melalui bantuan bagi korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupa bantuan tunai Rp3 miliar serta sembako senilai Rp1,5 miliar.
Pada sektor pendidikan, berbagai program dilaksanakan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bus Transmetro gratis disediakan bagi pelajar, dilengkapi Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman. Pemerintah juga menyalurkan beasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an.
Program Zero Putus Sekolah berhasil mengembalikan 757 anak kembali ke bangku pendidikan dengan mengatasi kendala ekonomi maupun administratif. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Pekanbaru yang tertinggal pendidikan. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama,” tegas Agung.
Di sektor kesehatan, Pemko Pekanbaru menjalankan pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelatihan kader posyandu juga dilakukan sebagai strategi menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Pada bidang ekonomi, pemerintah menggelar Bazar Pangan Murah di 50 titik untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Program Rp100 juta per RW juga dijalankan agar masyarakat dapat menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya.
Sementara dari sisi tata kelola keuangan, pemerintah berhasil melunasi utang warisan periode sebelumnya serta mendorong masuknya investasi baru. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah kewajiban melunasi utang tunda bayar Pemko Pekanbaru sebesar Rp470 miliar. “Alhamdulillah, utang Rp470 miliar itu bisa kita lunasi di tahun 2025,” ungkapnya.
Terobosan juga dilakukan dalam pelayanan perizinan, di mana Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam. “Ini adalah bentuk percepatan pelayanan dan kepastian usaha agar investasi terus tumbuh di Pekanbaru,” jelasnya.
Prestasi juga diraih dalam bidang budaya dan olahraga. Pekanbaru berhasil meraih juara II MTQ tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ tingkat kota ke-57. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM. Gaya hidup sehat didukung melalui kegiatan lari Pekanbaru 10K serta peresmian Stadion Mini Gelora Hanguah.
Selain itu, pengangkatan PPPK termasuk paruh waktu dan pemberian tunjangan kinerja ke-14 dilakukan untuk memperkuat kapasitas aparatur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemko Pekanbaru juga mengakselerasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN). Beberapa program yang telah berjalan antara lain MBG dengan 27 dapur umum yang menyiapkan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi per dapur setiap hari, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, pembangunan rumah swadaya, serta jaringan gas kota sebanyak 20 ribu sambungan rumah.
Selain PSN nasional, terdapat pula proyek strategis wilayah seperti pembangunan Jalan Tol Rengat-Pekanbaru, Tol Pekanbaru-Bukittinggi–Padang, pengembangan akses exit tol, serta SPAM Regional Pekanbaru–Kampar.
Ke depan, Pemko Pekanbaru juga mengusulkan sejumlah PSN baru, di antaranya pengembangan sistem angkutan umum massal melalui pembangunan BRT, pembangunan Jembatan Siak V dan Pekanbaru East Outer Ring Road, peningkatan ketangguhan banjir, penyediaan rumah murah, penataan permukiman kumuh terpadu, serta revitalisasi waterfront Sungai Siak, Kota Tua Pekanbaru, dan kawasan wisata Muara Takus-Siak.
Dalam penetapan proyek strategis Kota Pekanbaru 2025, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai sektor pembangunan. Total anggaran proyek yang terlihat mencapai Rp217,08 miliar. Program tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru di sejumlah sekolah, pembangunan infrastruktur kawasan dan gedung, pembangunan jalan dan drainase, pemeliharaan jalan, pengembangan air bersih dan SPAM, transportasi, pertamanan, operasional persampahan, kesehatan, hingga program pertanian dan perikanan.
Agung menegaskan, seluruh capaian selama satu tahun terakhir merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. “Kami menyadari bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Dengan fondasi yang telah diperkuat selama satu tahun ini, kami bertekad melanjutkan transformasi secara lebih progresif agar Pekanbaru menjadi kota yang bersih, sehat, berdaya saing, dan membanggakan bagi generasi masa depan,” tuturnya.
Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Agung Nugroho-Markarius Anwar memimpin Pekanbaru, Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru menyampaikan refleksi terkait pembangunan dan pelestarian budaya Melayu.
Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru Datuk Seri Rizky Bagus Oka mengapresiasi ikhtiar dan langkah agresif yang telah diambil Datuk Bandar Setia Amanah Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar pada tahun pertama memimpin Kota Bertuah.
‘’Laju modernisasi, perbaikan infrastruktur, dan penyehatan fiskal kota yang digesa oleh Datuk Bandar Setia Amanah dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah patut kita apresiasi. Pembangunan fisik ini sejalan dengan keluhuran budi dan identitas kita. Setiap sudut kota yang dibenahi tetap mampu bercerita tentang jati diri Pekanbaru sebagai Tanah Melayu,’’ujar Bagus Oka. (ali)
Editor : Arif Oktafian