Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lima Daerah di Riau Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Soleh Saputra • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:35 WIB

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Sebanyak lima kabupaten/kota di provinsi Riau saat ini, sudah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan status tersebut menyusul meningkatnya hot spot dan titik api karhutla di Provinsi Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, lima daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Yakni Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Siak, dan Kampar.

“Sudah lima daerah di Riau yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Kelima nya yakni Pelalawan, Inhil, Bengkalis, Siak dan Kampar,” katanya.

 Baca Juga: Anomali antara Sesko dan Woltemade Yang Satu Produktif, yang Satu Seret Gol

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta pemerintah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi, melakukan apel siaga karhutla yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Meningkatkan deteksi dini, patroli dan groundchecking hot spot serta melakukan penanganan dengan cepat apabila ditemukan titik api supaya tidak meluas.

Kemudian juga melakukan sosialisasi dan imbauan tidak membuka lahan dengan membakar kepada masyarakat baik secara langsung atau melalui camat, kepala desa/lurah di wilayahnya masing-masing. Menyiagakan seluruh sumber daya, baik personel dan peralatan dan perlengkapan karhutla serta menyediakan anggaran operasional pencegahan dan pemadaman karhutla.

“Meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan semua stake holder (forkompimda, tni, polri, manggala agni, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, relawan dan unsur lainnya). Melakukan upaya pembasahan dilahan rawan karhutla,” pintanya.

 Baca Juga: Jemaah Masjid Jami' Air Tiris Bisa Nikmati Terapi Ikan di Area Masjid

Sementara itu, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Karhutla pada awal tahun ini. Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha). Ke 11 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 hektare,” katanya.

Untuk karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 ha, Bengkalis 201,01 ha, Kepulauan Meranti 13,40 ha, Siak 63,53 ha, Pekanbaru 14,08 ha, Kampar 29,50 ha, Pelalawan 612,30 ha, Inhu 1,20 ha, Inhi 64,70 ha, Rohil 10 ha dan Kuansing 1,50 ha.(sol)

Baca Juga: Ruang Akademis Harus Jamin Rasa Aman

Editor : Edwar Yaman
#m edy afrizal #karhutla #siaga darurat karhutla #bpbd riau