PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Suasana harap dan khidmat mulai menyelimuti Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau. Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, berbagai persiapan terus dimaksimalkan, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan fisik dan mental jemaah.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau, H Defizon SKom MSi, menyebutkan bahwa seluruh tahapan persiapan kini hampir rampung. Salah satunya adalah distribusi Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) yang telah diserahkan ke Kemenhaj di kabupaten dan kota.
Menariknya, untuk menghindari risiko kehilangan, SPMA tidak dipegang langsung oleh jemaah. Dokumen tersebut tetap disimpan oleh petugas hingga waktu keberangkatan tiba dan akan diserahkan ke PPIH Embarkasi Batam. "Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak tercecer, sehingga proses keberangkatan bisa berjalan lancar," jelas Defizon.
Baca Juga: 262 JCH Siak Proses Imunisasi di Puskesmas
Setibanya di Asrama Haji Batam nanti, jemaah akan menerima paspor mereka sebagai bagian dari tahapan akhir sebelum bertolak ke Arab Saudi. Hal ini menjadi momen penting yang menandai semakin dekatnya perjalanan ibadah yang telah lama dinantikan.
Distribusi SPMA yang telah tuntas juga menjadi sinyal bahwa Asrama Haji Batam siap menyambut kedatangan jemaah asal Riau. Secara keseluruhan, persiapan dinilai sudah matang dan kini hanya menunggu jadwal keberangkatan.
Namun di balik kesiapan itu, ada pula kabar yang menyisakan haru. Tercatat sebanyak 30 jemaah Riau batal berangkat tahun ini karena alasan kesehatan hingga meninggal dunia.
Baca Juga: Haru dan Penuh Syukur, Zaimar Wujudkan Impian Haji Setelah 10 Tahun Menunggu
Meski demikian, harapan tetap terbuka. Bagi jemaah yang batal karena sakit, peluang untuk berangkat pada musim haji berikutnya masih tersedia. Sementara itu, kekosongan kuota yang ditinggalkan langsung diisi oleh jemaah lain dari daftar tunggu. Dengan demikian, keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana, membawa harapan ribuan jemaah Riau menuju Tanah Suci.
Editor : Rinaldi