PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ratusan koper milik jemaah calon haji (JCH) Kloter 03 BTH tampak lebih dulu “berangkat” menuju kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II, Rabu (22/4/2026). Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru, Haryati, menyebutkan sebanyak 348 koper telah diterima petugas. Proses pengantaran dilakukan secara kolektif per rombongan maupun mandiri oleh jemaah, dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Seluruh proses pengantaran koper berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.
Kloter 03 BTH jemaah asal Kota Pekanbaru sendiri menjadi rombongan pertama asal Riau yang akan diberangkatkan. Jemaah dijadwalkan berangkat pada Kamis, 23 April 2026, menuju Embarkasi Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Keberangkatan akan dilayani oleh maskapai Lion Air dalam tiga penerbangan, yakni dua penerbangan masing-masing membawa 212 jemaah, serta satu penerbangan terakhir dengan 14 jemaah.
Baca Juga: Cek Tiga Titik Banjir di Kota Pekanbaru, Wako Agung Nugroho Fokus Benahi Drainase dan Sampah
Di balik keberangkatan ini, persiapan panjang telah dilakukan. Para jemaah diingatkan untuk tidak membawa barang berlebihan maupun benda terlarang demi menjaga kelancaran perjalanan ibadah. Secara keseluruhan, pemberangkatan jemaah haji Riau tahun 2026 terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dimulai 23 April hingga 4 Mei 2026, dengan Kloter 03 sebagai rombongan pembuka yang masuk asrama pada 23 April pukul 12.20 WIB dan diberangkatkan ke Madinah pada 24 April 2026.
Kloter ini dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 4 Juni 2026. Selanjutnya, kloter 04 hingga kloter 12 akan diberangkatkan secara bertahap setiap hari hingga awal Mei melalui Bandara Hang Nadim Batam.
Untuk gelombang kedua, keberangkatan dimulai 9 Mei 2026 dengan kloter 18 yang akan langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan rangkaian ibadah haji. Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji asal Riau tahun ini mencapai 4.661 orang, ditambah 10 petugas haji dan 11 tenaga kesehatan, sehingga total mencapai 4.704 orang. Jemaah berasal dari berbagai kabupaten/kota, dengan Pekanbaru sebagai penyumbang terbanyak.(ilo)
Baca Juga: Kapolda Tekankan Sense of Crisis dan Strategi Adaptif
Editor : Edwar Yaman