PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 mulai dibuka, Senin (8/6) mendatang. Menjelang dimulainya proses penerimaan, calon peserta didik diminta mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan agar tidak mengalami kendala saat pendaftaran berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau Erisman Yahya mengatakan, seluruh tahapan penerimaan murid baru tahun ini telah disusun dan akan dilaksanakan secara daring sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia menjelaskan, istilah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah dihapus dan diganti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Kami mengimbau seluruh siswa yang akan mendaftar agar mempersiapkan segala persyaratan dari sekarang. Mulai dari fotokopi ijazah yang telah dilegalisir, pas foto hingga dokumen pendukung lainnya. Dengan demikian, saat proses pendaftaran dibuka pada 8 Juni, tidak ada kendala dan siswa bisa langsung mengikuti tahapan yang telah ditentukan,” ujar Erisman, Kamis (4/6).
Baca Juga: Arya Maheswara dan Rizky Tri Larasati Winner Duta Bahasa Riau
Erisman menjelaskan, tahapan pertama SPMB dimulai pada 8 hingga 14 Juni yakni aktivasi akun, pengisian data pribadi, serta pengunggahan dokumen persyaratan secara daring. Pada tahap ini, calon murid diminta memastikan seluruh data yang diinput sesuai dengan dokumen asli agar proses verifikasi berjalan lancar.
Selanjutnya, pendaftaran dan pemilihan sekolah akan berlangsung mulai 10 hingga 19 Juni. Pada periode yang sama, sekolah juga akan melakukan verifikasi terhadap data dan dokumen yang telah diunggah oleh calon peserta. Proses verifikasi dijadwalkan selesai pada 20 Juni 2026.
Oleh karena itu, calon murid diimbau tidak menunda pendaftaran hingga batas akhir untuk menghindari berbagai kendala teknis maupun kekurangan berkas. “Verifikasi data oleh sekolah dijadwalkan selesai pada 20 Juni. Karena itu, kami mengingatkan calon murid agar tidak menunda proses pendaftaran hingga batas akhir untuk menghindari masalah teknis maupun kekurangan dokumen,” katanya.
Baca Juga: Penguatan Literasi Era AI, Buku Autobiografi Saleh Djasit Jadi Inspirasi Pustakawan
Setelah tahapan verifikasi selesai, proses seleksi dan rekonsiliasi hasil pendaftaran akan dilakukan pada 21 Juni. Hasil seleksi kemudian diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Bagi calon murid yang dinyatakan diterima di SMA maupun SMK Negeri, diwajibkan melakukan daftar ulang pada 23 hingga 26 Juni 2026 sebagai bentuk konfirmasi penerimaan.
Selain mengingatkan kesiapan calon murid, Erisman juga meminta seluruh satuan pendidikan memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan SPMB. Ia menegaskan bahwa proses penerimaan harus berjalan profesional, transparan, objektif, dan akuntabel.
Menurutnya, sekolah tidak boleh melakukan praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat, seperti pungutan liar, diskriminasi terhadap calon murid, maupun manipulasi data dalam proses seleksi. “Transparansi dan kejujuran merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan. Kita ingin masyarakat yakin bahwa proses penerimaan murid baru ini berjalan secara adil, objektif, dan terbuka bagi seluruh calon murid,” tegasnya.
Meski daya tampung sekolah negeri belum mampu menampung seluruh lulusan, keberadaan sekolah swasta dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan di Provinsi Riau. Erisman Yahya mengatakan jumlah lulusan SMP/MTs di Riau tahun ini mencapai 103.247 siswa. Sementara itu, daya tampung SMA dan SMK negeri di seluruh Riau berjumlah 91.548 kursi.
“Dari angka tersebut memang masih terdapat selisih sekitar 11.699 siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun hal itu bukan berarti mereka tidak mendapatkan sekolah, karena kita masih memiliki sekolah swasta dengan daya tampung yang cukup besar,”ujar Erisman.
Baca Juga: Dani Sebut Uang Rp1 Miliar untuk Operasional Wahid
Ia menjelaskan, sekolah SMA dan SMK swasta di Riau memiliki daya tampung sekitar 31.428 kursi. Dengan demikian, jika daya tampung sekolah negeri dan swasta digabungkan, total kapasitas yang tersedia mencapai 122.976 kursi.
“Kalau digabungkan antara negeri dan swasta, total daya tampung kita mencapai 122.976 kursi. Sementara jumlah lulusan SMP dan MTs hanya 103.247 siswa. Artinya, secara keseluruhan kita masih surplus kursi,” ujarnya.
Erisman menegaskan, tidak semua lulusan memang dapat diterima di sekolah negeri karena pemerintah juga harus menjaga keberlangsungan sekolah swasta yang menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di daerah.
Untuk memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan, Disdik Riau juga menjalankan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Afirmasi. Program ini ditujukan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kalau ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri, mereka bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Disdik. Mereka akan bersekolah secara gratis melalui program BOSDA Afirmasi yang kita berikan,” terang Erisman.
Berdasarkan data Disdik Riau, saat ini terdapat 466 sekolah negeri jenjang SMA dan SMK yang terdiri dari 326 SMA Negeri dan 140 SMK Negeri. Sementara itu, jumlah sekolah swasta mencapai 350 sekolah, terdiri dari 172 SMA Swasta dan 178 SMK Swasta.(dof)
Editor : Arif Oktafian