PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran Hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau masih terus terjadi. Suhu udara yang panas, membuat api mulai menyala dibeberapa titik. Petugas gabungan hingga kini masih berjibaku di lapangan melakukan pemadaman.
Tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam sehari, Sabtu (6/6). Kebakaran tersebar di Kecamatan Tembilahan, Batang Tuaka dan Pelangiran dengan total luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 2,2 hektare.
Dua dari tiga kejadian tersebut ditangani langsung Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil. Sementara satu titik karhutla lainnya di Kecamatan Pelangiran dipadamkan melalui penanganan gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter BTH-06 Tiba di Batam
Kepala BPBD Inhil R Arliansah mengatakan, setiap laporan kebakaran yang diterima langsung ditindaklanjuti petugas untuk mencegah api meluas ke area yang lebih besar.
Kejadian pertama terjadi di Jalan Tanjung Harapan, Lorong Tanjung Langkawi, Kecamatan Tembilahan dengan luas lahan terdampak sekitar 0,2 hektare. Selanjutnya kebakaran lahan juga terjadi di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka dengan luas terdampak sekitar 1 hektare.
Pada hari yang sama, karhutla kembali terjadi di Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. “Begitu menerima informasi, petugas langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan. Langkah cepat ini penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar,” ujar Arliansah, Ahad (7/6).
Baca Juga: Walubi Riau Berhasil Kumpulkan 228 Kantong Darah
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca mulai kering dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. “Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.
BPBD Inhil terus meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi potensi karhutla di sejumlah wilayah.
Delapan Hotspot Terpantau
Satelit Lancang Kuning mendeteksi ada delapan hotspot (titik panas), Sabtu (6/6). Delapan hotspot itu terdapat satu titik di Kecamatan Pangean, dua titik di Kecamatan Kuantan Mudik, satu titik di Kecamatan Buku Kuantan dan empat titik di Kecamatan Singingi Hilir.
“Ya, semalam ada delapan hotspot yang terpantau. Tapi itu bukan titik api,” ungkap Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar lewat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Koko Mahyudi, Ahad (7/6).
Menurut Koko, dari hasil pengecekan tim BPBD Kuansing, delapan hotspot itu bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Tetapi dari cerobong pabrik kelapa sawit (PKS) yang sedang beraktivitas. Sebab, Sabtu kemarin suhu udara panas terik mencapai 35 derajat celcius. “Kami memastikan itu bukan karena kebakaran hutan dan lahan. Tapi panas yang terdeteksi dari aktivitas PKS,” kata Koko.
Baca Juga: Jadwal SPMB SMA/SMK 2026 serta Daya Tampung Sekolah di Riau, Ini Pesan Dinas Pendidikan
Menurutnya lagi, hingga Ahad kemarin, Kabupaten Kuansing aman dari Karhutla. Namun mereka tetap melakukan patrol dan pantauan di lapangan.
Tambahan 2 Helikopter Water Bombing
Provinsi Riau kembali mendapatkan tambahan armada berupa dua unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dua helikopter tersebut telah mendapat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ahad (7/6).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, dua unit helikopter water bombing tersebut masing-masing bertipe Sikorsky dan Blackhwak.
“Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa dua unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini kedua helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya tambahan dua unit helikopter water bombing tersebut, saat ini di provinsi Riau sudah terdapat lima helikopter untuk penanganan Karhutla. Yakni empat helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli.(*2/dac/sol)
Editor : Arif Oktafian