Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kapolda Riau Beri Nama "Nona Seroja" Anak Gajah Lahir di TNTN, Wabup: Harapan Baru Gajah Sumatera di Tesso Nilo

M Amin Amran • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:14 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan didampingi Wakil Bupati Pelalawan, H HusninTamrin, meninjau dan memberi nama Nona Seroja, anak Gajah Sumatera yang lahir Flying Squad Balai TNTN, Kamis (11/6/2026). (M Amin Amran)
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan didampingi Wakil Bupati Pelalawan, H HusninTamrin, meninjau dan memberi nama Nona Seroja, anak Gajah Sumatera yang lahir Flying Squad Balai TNTN, Kamis (11/6/2026). (M Amin Amran)

UKUI (RIAUPOS.CO) -- Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan diselimuti haru. 

Kawasan yang menjadi salah satu benteng terakhir habitat Gajah Sumatera di Riau ini, didatangi oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan SIK MHum yang didampingi Wakil Bupati Pelalawan, H HusninTamrin, Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09.00 WIB. Kehadiran orang nomor satu di Polda Riau ini, untuk meninjau langsung anak Gajah Sumatera yang lahir secara misterius dari induk bernama mama Ria.

Anak gajah berjenis kelamin betina, lahir dengan tinggi badan 93 sentimeter, panjang 104 sentimeter, lingkar dada 112 sentimeter, suhu tubuh 37,8 derajat Celsius, serta detak jantung yang normal. Kapolda Riau juga berinteraksi langsung dengan gajah konservasi binaan Flying Squad. 

Baca Juga: Mama Ria Lahirkan Anak Gajah Sumatera Betina ke Lima

Bahkan, Kapolda juga didaulat untuk memberikan nama anak gajah tersebut yakni Nona Seroja yang dipilih sebagai simbol keindahan, kelembutan, serta harapan baru bagi masa depan konservasi gajah Sumatera di Bumi Lancang Kuning.

Dalam penyampaiannya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, kelahiran ini peristiwa berharga bagi Riau dan konservasi. Dan ini pertanda baik di tengah tantangan penyempitan habitat dan perburuan. 

"Saya terhormat memberi nama Nona Seroja dengan restu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ini simbol harapan dan keindahan. Polda Riau tentunya berkomitmen mendukung perlindungan lingkungan dan satwa liar. Kami perkuat penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan. Jadi, mari jaga habitatnya, lindungi keberadaannya untuk anak cucu," terangnya. 

Baca Juga: Komitmen Kapolda Riau Miskinkan Pelaku Perdagangan Satwa Liar, Jerat dengan Pasal TPPU 

Dijelaskan Herry Heryawan bahwa, kelahiran Nona Seroja yang tak terdeteksi sebelumnya membuktikan Tesso Nilo masih menyimpan keajaiban. Momen ini mempererat sinergi Polri, TNI, Balai TNTN, Pemda, dan masyarakat untuk satu tujuan, melestarikan Gajah Sumatera.

"Nama Nona Seroja kini menjadi pengingat bahwa harapan bagi Gajah Sumatera masih ada, selama hutan Tesso Nilo terus kita jaga bersama," paparnya. 

Sementara itu, Kepala Balai TNTN Heru Submantoro mengungkapkan, kelahiran anak gajah dari induk Ria menjadi kejutan membahagiakan bagi petugas dan mahout. Ini harapan baru konservasi Gajah Sumatera. Artinya, Tesso Nilo masih mampu mendukung satwa ikonik ini. 

Baca Juga: Wako Agung Siapkan 1.289 Lowongan Kerja dari 40 Perusahaan di HUT Kota Pekanbaru

"Meski demikian, menjaga kawasan ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Semoga Nona Seroja ini menjadi simbol kesadaran kita semua untuk merawat alam dan satwa dilindungi," bebernya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin. Dimana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menyambut penuh sukacita kelahiran anak gajah tersebut. 

Ia berharap kehadiran Nona Seroja dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Panitia Sayembarakan Logo Pacu Jalur 2026 Tepian Narosa 

"Kelahiran Nona Seroja bukan hanya kebahagiaan bagi Tesso Nilo, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Pelalawan. Semoga ia tumbuh sehat dan menjadi simbol keberhasilan upaya pelestarian satwa liar yang harus terus kita jaga bersama," ujarnya. 

Ditambahkan Husni Tamrin bahwa, kelahiran Nona Seroja menjadi secercah harapan di tengah tantangan yang dihadapi gajah Sumatera, mulai dari penyusutan habitat hingga konflik antara manusia dan satwa liar. 

Peristiwa ini sekaligus mempertegas peran strategis Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu benteng terakhir pelestarian gajah Sumatera di Indonesia. "Di balik langkah kecil Nona Seroja, tersimpan harapan besar, agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan gajah Sumatera hidup bebas dan lestari di habitat alaminya," tutupnya. 

Editor : Rinaldi
#nona seroja #tntn #kapolda riau #anak gajah