SIAK (RIAUPOS.CO) - Tim dosen Universitas Riau (Unri) terdiri dari Dr Trisla Warningsih SPi MSi, Chicka Willy Yanti SP MP, dan Dr Fitra Suzanti MSi yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2026 sukses melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Kegiatan bertajuk "Penguatan Sekolah Alam Mangrove Berbasis Masyarakat untuk Literasi Lingkungan dan Konservasi Pesisir Berkelanjutan di Kabupaten Siak Provinsi Riau" ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem mangrove secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah ini dihadiri oleh guru sekolah alam, masyarakat lokal, pemuda kampung, serta unsur pemerintah setempat.
Baca Juga: Operasi Senyap KPK di Kuansing Jadi Pembicaraan Hangat Kedai Kopi
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu langsung oleh tim dosen Unri bersama mahasiswa pendamping, Ahad (28/6/2026). Ketua Kelompok Laskar Mandiri yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah, Jumadi Afrizan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada tim dosen atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kampung Kayu Ara Permai.
Ia menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi bukan hanya membawa ilmu, melainkan juga semangat dan harapan baru bagi warga pesisir untuk terus menjaga kelestarian hutan bakau yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
"Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda pesisir, terutama anak-anak sekolah alam Mangrove Sungai Bersejarah Kampung Kayu Ara Permai,"katanya
Baca Juga: Terlilit Utang, Pria di Pelalawan Nekat Curi Dua Sepeda Motor
Sementara itu, Pendiri Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah Khaidir SPi MSi menceritakan perjalanan panjang membangun Sekolah Alam dari nol. Bermula dari keprihatinan terhadap kondisi kawasan mangrove yang terus terancam hingga tumbuh menjadi wadah edukasi lingkungan yang kini dikenal di Kabupaten Siak.
"Sekolah alam ini dibangun sebagai wadah pembelajaran berbasis alam yang mengedepankan konservasi dan kearifan lokal setempat,"jelasnya
Di sisi lain, dosen pelaksana kegiatan, Dr Trisla Warningsih SPi MSi menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan model pemberdayaan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kapolres Jakarta Pusat Dilaporkan ke Kapolri karena Hentikan Kasus Pencurian
Pada kesempatan ini, tim dosen Unri menghadirkan tiga materi pelatihan strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas pengelolaan Sekolah Alam secara akademis dan teknologis, antara lain yang pertama adalah Penyusunan Kurikulum dan Rencana Pembelajaran, kedua, Pengenalan Alat Pengukuran Kualitas Air dan ketiga yaitu Penyerahan dan Pengenalan Website Sekolah Alam.
Selain pelatihan, kegiatan juga mencakup penyerahan berbagai sarana pendukung pendidikan berupa lemari, papan tulis, alat pengukur kualitas air, poster, flashcard (Kartu kilat), buku bacaan serta website sekolah alam yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar secara berkelanjutan.
"Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif peserta sekolah alam, dalam setiap rangkaian kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap isu lingkungan,"ucapnya
Baca Juga: Kapolres Kuansing Pimpin Sertijab Empat Pejabat, Tekankan Profesionalisme
Selain itu, Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah di Kampung Kayu Ara Permai berpotensi menjadi model percontohan nasional untuk program pendidikan lingkungan berbasis komunitas di kawasan pesisir. Lokasi yang strategis di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, dengan hamparan mangrove yang masih terjaga, menjadi aset berharga yang perlu dikelola secara ilmiah dan partisipatif.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi dan konservasi, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Riau (UNRI) sekali lagi membuktikan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat sebagai mitra pembangunan yang berkelanjutan,"tegasnya (ayi/c)
Editor : Edwar Yaman