PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, menyampaikan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau masih berstatus daerah tertular rabies. Dari 12 kabupaten/kota, hanya Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah dinyatakan bebas dari penyakit mematikan tersebut.
"Dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau, 11 di antaranya masih berstatus tertular rabies. Hanya Kabupaten Kepulauan Meranti yang berstatus bebas rabies," kata SF Hariyanto.
Selain tingginya angka wilayah yang masih tertular, ia juga mengungkapkan bahwa rabies telah merenggut korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode 2021 hingga 2025 tercatat tujuh warga Riau meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Baca Juga: 2.500 Hewan Liar dan Peliharaan Divaksin Rabies Gratis
"Dalam periode 2021 sampai 2025, tercatat tujuh orang meninggal dunia akibat rabies. Kita bersyukur, pada tahun 2026 ini belum terdapat laporan meninggal dunia akibat rabies. Data ini menjadi dasar bagi kita untuk terus memperkuat langkah pencegahan agar kondisi tersebut dapat kita pertahankan," ujarnya.
SF Hariyanto mengatakan capaian tanpa adanya kematian akibat rabies pada tahun ini harus dijaga melalui langkah-langkah pencegahan yang lebih masif, terutama dengan meningkatkan cakupan vaksinasi pada hewan penular rabies di daerah berisiko tinggi.
"Melalui kegiatan vaksinasi, saya ingin kita memastikan bahwa upaya pencegahan rabies berjalan lebih terarah dan lebih kuat. Vaksinasi hewan penular rabies harus menjadi perhatian utama, terutama pada wilayah yang memiliki risiko penularan," katanya.
Baca Juga: KPK Periksa Pihak Dealer dan Leasing Mobil Rp2,05 M
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian rabies tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga pada kecepatan pelaporan kasus gigitan hewan penular rabies serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk segera mencari penanganan medis apabila terjadi gigitan.
"Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, ke mana harus melapor, dan bagaimana mendapatkan penanganan awal. Ini penting agar setiap risiko dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.
Editor : Rinaldi