KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Riau (Unri) menggelar pelatihan pembenihan ikan baung bagi anggota Kelompok Pembenihan Maju Bersama, Desa Penyasawan, Kabupaten Kampar, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 peserta yang terdiri atas anggota kelompok pembenih dan masyarakat setempat. Pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan pembenihan ikan baung atau Hemibagrus nemurus sebagai salah satu komoditas ikan air tawar bernilai ekonomi.
Tim pengabdian diketuai oleh Ade Yulindra SPi MSi dengan anggota Prof Dr Ir Sukendi MS, Rodhi Firmansyah SPi MSi dan Dr Benny Heltonika SPi MSi. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan enam mahasiswa. Rangkaian kegiatan terdiri atas pembukaan, pembacaan doa, sambutan Ketua Kelompok Pembenihan Maju Bersama, sambutan ketua tim pengabdian, pemaparan materi, diskusi, serta praktik pembenihan ikan baung.
Baca Juga: Awal Tahun Ajaran Baru, Disdikpora Kampar Tekankan MPLS Edukatif dan Bebas Perundungan
Ketua Tim Pengabdian Ade Yulindra mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Unri dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi harus dapat diterapkan untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan serta mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berupaya mentransfer pengetahuan dan keterampilan pembenihan ikan baung agar dapat diterapkan secara mandiri oleh anggota kelompok,” ujar Ade Yulindra.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat kampus berdampak, yaitu mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian ekonomi.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus dipraktikkan dan dikembangkan sehingga memberikan dampak terhadap keberlanjutan usaha pembenihan serta peningkatan kesejahteraan anggota kelompok,” katanya.
Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah, Kejagung Bentuk Penyidik Khusus
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengabdian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dalam sesi pemaparan materi, peserta memperoleh pengetahuan mengenai tahapan pembenihan ikan baung, mulai dari persiapan sarana dan wadah, pemilihan induk jantan dan betina yang matang gonad, proses pemijahan, penetasan telur, hingga pemeliharaan larva dan benih.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pengelolaan pakan, kualitas air, dan pemeliharaan larva untuk mendukung keberhasilan produksi. Pengelolaan larva menjadi salah satu tahapan penting karena ikan baung memiliki karakteristik yang memerlukan penanganan secara tepat, terutama dalam pemberian pakan dan pengendalian kanibalisme.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara peserta dan tim pengabdian. Peserta memanfaatkan sesi tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kegiatan pembenihan ikan, termasuk kendala teknis, pemilihan induk, pemeliharaan larva, kesehatan larva, dan peluang pengembangan usaha.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi praktik. Anggota kelompok dan masyarakat terlibat secara langsung dalam mengenali tahapan pembenihan ikan baung. Pendekatan praktik dipilih agar materi yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan usaha pembenihan.
Baca Juga: Kapolda Riau dan Kajati Komit Bersinergi Perkuat Penegakan Hukum
Ketua Kelompok Pembenihan Maju Bersama, Rofi Firmansyah, menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian Universitas Riau yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok serta masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian Universitas Riau yang telah datang dan berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami memperoleh pemahaman dan keterampilan baru mengenai tahapan pembenihan ikan baung, mulai dari pemilihan induk hingga pemeliharaan larva,” ujar Rofi Firmansyah.
Menurut Rofi, pelatihan tersebut membuka peluang bagi kelompok untuk mengembangkan komoditas pembenihan selain ikan yang selama ini telah diusahakan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara bertahap dalam kegiatan produksi kelompok.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan dan kerja sama pada masa mendatang. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimis anggota kelompok dapat melakukan pembenihan ikan baung secara mandiri dan mengembangkan usaha yang lebih maju,” katanya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian bertajuk “Diversifikasi Pembenihan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) dan Penguatan Strategi Pemasaran Benih pada Kelompok Pembenihan Maju Bersama Desa Penyasawan, Kabupaten Kampar.” Program itu dirancang untuk membantu kelompok mitra yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada pembenihan ikan patin agar mampu mengembangkan komoditas tambahan berupa ikan baung.
Diversifikasi komoditas dinilai penting karena dapat memperluas peluang usaha sekaligus mengurangi ketergantungan kelompok terhadap satu jenis ikan. Ikan baung dipilih karena dikenal masyarakat, memiliki nilai ekonomi, dan berpotensi dikembangkan sebagai komoditas unggulan perikanan air tawar di Riau.
Baca Juga: Kakan Kemenag Buka MATAMUDA MAN 2 Pekanbaru, Diikuti Ratusan Siswa Baru
Selain meningkatkan kemampuan teknis pembenihan, program pengabdian juga diarahkan pada penguatan pengelolaan usaha dan strategi pemasaran benih. Kelompok diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan benih berkualitas, tetapi juga mempunyai kemampuan memperkenalkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam rancangan program, pemasaran benih akan diperkuat melalui perpaduan pemasaran langsung dan pemanfaatan media digital sederhana, seperti WhatsApp Business dan media sosial. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas wilayah pemasaran dari tingkat desa dan kecamatan menuju Kabupaten Kampar dan daerah sekitarnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan pengabdian. Para mahasiswa membantu persiapan kegiatan, pendampingan peserta, dokumentasi, dan pelaksanaan praktik lapangan. Melalui keterlibatan itu, mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang dipelajari di perguruan tinggi.
Pelatihan menjadi tahap awal dalam proses pemberdayaan kelompok. Keberhasilan program selanjutnya akan ditentukan oleh konsistensi pendampingan, kemampuan anggota kelompok menerapkan teknik pembenihan secara mandiri, serta keberlanjutan produksi dan pemasaran benih ikan baung.
Melalui kegiatan ini, Universitas Riau berupaya mendekatkan ilmu pengetahuan dan teknologi perikanan kepada masyarakat. Pengembangan pembenihan ikan baung diharapkan dapat mendukung ketersediaan benih ikan lokal, memperkuat usaha perikanan budidaya, dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota Kelompok Pembenihan Maju Bersama Desa Penyasawan.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman