Sekjen Kemenhaj Soroti Pelayanan dan Istitha'ah Kesehatan

Joko Susilo • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB
Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Pekanbaru. (Istimewa)
Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Pekanbaru. (Istimewa)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Teguh Dwi Nugroho, membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Pekanbaru, Senin (27/7/2026).

Dalam forum tersebut, ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah sekaligus mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak menjadikan jemaah sebagai komoditas, melainkan fokus pada pembinaan dan pendampingan menuju penyelenggaraan haji 2027 yang lebih profesional.

Dalam sambutannya, Teguh menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jemaah. Menurutnya, setiap tahapan mulai dari pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), pemvisaan, pengelompokan jemaah hingga pemberangkatan harus dipersiapkan secara matang.

 Baca Juga: Naik Lagi! Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Jadi Rp3.985 per Kg

"Seluruh tahapan penyelenggaraan harus dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan haji tahun 2027 semakin berkualitas," ujar Teguh.

Ia juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tetap menjalankan fungsi pembinaan secara profesional. Teguh menegaskan KBIHU memiliki peran penting dalam membimbing jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

"Jangan pernah menjadikan jemaah sebagai komoditas. Fokus utama KBIHU adalah memberikan pembinaan dan pendampingan yang optimal sehingga jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai tuntunan," tegasnya.

 Baca Juga: DLHK Pekanbaru Perketat Razia, Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak

Selain itu, Teguh menekankan pentingnya penerapan istitha'ah kesehatan secara konsisten. Ia meminta Dinas Kesehatan kabupaten/kota berpegang pada ketentuan medis dan syariat Islam dalam menetapkan kelayakan kesehatan calon jemaah tanpa dipengaruhi tekanan dari pihak mana pun.

Di akhir arahannya, Teguh mengapresiasi dukungan pemerintah daerah di Provinsi Riau dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama penyediaan angkutan domestik bagi jemaah. Ia meminta sinergi antara Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah dengan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat agar penyelenggaraan haji 2027 berlangsung sukses, aman, tertib, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan rakor tersebut menjadi momentum menyatukan persepsi serta memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, evaluasi bukan hanya menilai pelaksanaan yang telah berjalan, tetapi juga mengidentifikasi tantangan dan merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan haji pada musim mendatang.(rls/ilo)

 Baca Juga: Investasi Baja Turun, Asosiasi Desak Kepastian Regulasi 

Editor : Edwar Yaman
Sekjen Kemenhaj Istitha'ah Kesehatan Teguh Dwi Nugroho rapat koordinasi pelayanan haji