PEKANBARU ((RIAUPOS.CO) - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih berlanjut. Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tim gabungan masih melakukan pendinginan dan menyisir bara api di lahan gambut seluas 434,35 hektare (ha).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, titik api di Desa Sungai Guntung Hilir merupakan yang terluas. Hasil penafsiran Citra Satelit Sentinel 2 mencatat luas terbakar 434,35 hektare. Dari jumlah itu, 47 hektare sudah berhasil dipadamkan.
“Status saat ini kepala api terkondisi. Operasi difokuskan pada mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersisa di bawah permukaan tanah gambut,” ujarnya, Jumat (21/8). ‘’Karakteristik lokasi cukup berat. Lahan berupa tanah gambut dengan vegetasi semak belukar, kebun sawit masyarakat, dan tanaman hutan,’’ tambahnya.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Empat Ruko dan Satu Rumah di Kuok, Tiga Sepeda Motor Ikut Terbakar
Tim gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD-PKP melakukan pemadaman langsung menggunakan pompa Mark-3 dan pompa ministriker. “Penyerangan (penyemprotan air, red) dilakukan ke bara api di bawah akar pohon dan lantai hutan. Sumber air diambil dari embung dan parit,” sebutnya.
Pendinginan masih akan dilanjutkan pada hari ini Sabtu (22/8). “Besok (hari ini, red) masih melanjutkan proses mopping up atau pendinginan,” ujar Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Sumatera VII Rengat, Muhammad Ilham Sidik, Jumat (21/8).
Pemadaman yang dilakukan fokus pada asap yang muncul dari sela akar kayu dan gambut. “Apinya tidak muncul lagi dan yang ada hanya asap. Apabila dibiarkan, juga berpotensi terjadi kebakaran susulan,” ungkapnya.
Ilham menambahkanm api juga tidak lagi meluas lantaran sudah dilakukan pembuatan kanal. Selain itu, tim juga sudah berhasil pemadaman pada kepala api. “Proses pendinginan tergantung pada bahan bakar yang ada serta jauhnya kedalaman bara yang sulit dijangkau,” bebernya.
Baca Juga: Keterbatasan Sumber Air Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Kampar
Sementara itu, kebakaran di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gangsal, Inhu berhasil dipadamkan tuntas dalam sehari. Luas lahan terbakar 3,1 ha. “Lahan yang terbakar berupa tanah gambut dengan vegetasi semak dan sawit masyarakat. Strateginya pemadaman dengan menyerang kepala api, melakukan penyekatan, lalu menyasar titik asap. Sumber air berasal dari kanal,” sebut Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Patroli gabungan akan terus ditingkatkan untuk mencegah kebakaran baru di tengah cuaca panas.
Keterbatasan Sumber Air di Kampar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar bersama Satgas Gabungan juga terus melakukan penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan kondisi bencana hidrometeorologi, per Jumat (21/8) sore terdapat dua lokasi karhutla yang telah berhasil dipadamkan.
Kalaksa BPBD Kampar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran terjadi di wilayah Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung hingga Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang yang memasuki hari ketiga penanganan.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1 ha dengan jenis lahan gambut dan vegetasi perkebunan sawit. “Untuk titik pertama, kondisi sudah padam, namun masih terdapat asap. Tim masih melakukan pendinginan dan penyekatan untuk memastikan api tidak kembali muncul,” jelasnya.
Dalam penanganan di lokasi tersebut, BPBD Kampar mengerahkan 11 personel, didukung 15 personel BPBD Provinsi Riau, satu personel TNI dan satu personel Manggala Agni. Tim juga mendapat dukungan satu unit helikopter untuk water bombing.
Sementara itu, karhutla di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, dengan luas lahan sekitar 1 ha juga telah berhasil dipadamkan. Kebakaran terjadi pada lahan kosong dengan kondisi permukaan dan bawah tanah yang terbakar.
Di lokasi kedua, BPBD Kampar mengerahkan 12 personel, dibantu empat personel Polri dan 15 personel TNI. Tim melakukan penyekatan, pendinginan serta pemblokiran di sekitar area yang terbakar.
“Penanganan dilakukan secara terpadu oleh satgas darat dan gabungan. Untuk lokasi pertama juga dilakukan water bombing karena kondisi lahan dan medan membutuhkan dukungan pemadaman dari udara,” ujarnya.
BPBD menyebut salah satu kendala dalam penanganan di lokasi pertama adalah keterbatasan sumber air serta kondisi angin yang cukup kencang. Meski demikian, upaya pemadaman, pendinginan dan penyekatan terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.
Selain karhutla, laporan BPBD Kampar juga mencatat terdapat satu titik panas di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, berdasarkan sumber NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan medium. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran lahan.
Upaya pemadaman karhutla dilakukan di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (21/8). Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho ikut berjibaku memadamkan api bersama personel TNI dan Polri di lahan seluas sekitar 5 ha ini.
Kondisi kebakaran membuat proses pemadaman harus dilakukan secara intensif hingga malam hari untuk memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali menjalar ke area lainnya. Agung Nugroho turun langsung ke lokasi sejak sore hari.
Tidak hanya memantau proses penanganan, ia juga ikut membantu petugas memadamkan kobaran api. Dengan mengangkat selang air, Agung bersama puluhan personel TNI-Polri berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi lahan yang terbakar.
Wali Kota Pekanbaru tersebut terlihat berada di lokasi hingga proses pemadaman selesai. Petugas terus melakukan penyiraman dan pengendalian titik-titik api untuk mencegah munculnya kembali bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
Setelah dilakukan upaya pemadaman selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 21.00 WIB, kebakaran di lokasi tersebut dinyatakan telah berhasil dipadamkan. “Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan pada malam ini sekitar pukul 21.00 WIB. Kami ucapkan terima kasih kepada personel TNI-Polri yang telah berjibaku memadamkan api,” kata Agung di lokasi.
Agung mengatakan, kondisi cuaca yang rawan terjadinya kebakaran saat ini harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Upaya mencegah jauh lebih penting agar kebakaran tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. “Kami imbau masyarakat agar tidak ada yang membuka lahan dengan cara dibakar. Mari sama-sama kita jaga lingkungan kita,” ujarnya.
TNI Kerahkan 14.167 Prajurit di Berbagai Daerah
Sebanyak 14.167 prajurit TNI dikerahkan untuk membantu pemadaman karhutla di berbagai daerah. Mereka bergerak bersama unsur lain dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Dalam keterangan resmi yang diautentifikasi oleh Kabidpenum Pusat Penerangan (Puspen) TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, para prajurit TNI tersebut kini terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk lewat dukungan berbagai sarana dan peralatan pemadaman.
”Penanganan karhutla dilaksanakan oleh satuan TNI di sejumlah wilayah yang terdampak, bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, instansi terkait lainnya, serta masyarakat,” terang dia.
Upaya yang dilakukan oleh ribuan prajurit tersebut terdiri atas pemadaman api, patroli, pemantauan, pencegahan, dan penanganan dampak karhutla sesuai dengan kondisi dan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Tidak hanya itu, Mabes TNI memerintahkan seluruh satuan siap siaga pengamanan karhutla.
”Kesiapsiagaan dilakukan melalui penyiapan personel dan materiil, pemantauan wilayah, patroli serta koordinasi dengan unsur terkait,” ujarnya. Dengan begitu, kekuatan TNI dapat digerakkan secara cepat dan tepat jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan karhutla.
Mabes TNI memastikan, bersama pemerintah daerah, Polri, pemadam kebakaran, BNPB, BPBD, Manggala Agni, instansi terkait lainnya, para prajurit berusaha sebaik mungkin menangani karhutla.
”Kesiapsiagaan personel dan materiil terus dipelihara agar dapat digerakkan secara cepat sesuai perkembangan situasi di lapangan, sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif,” ucap Agung.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan bahwa pihaknya mengirimkan 3 pesawat untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan.
”Pesawat tersebut terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, siang ini (kemarin, red), menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di wilayah tersebut,” kata dia.
Nyaman menyatakan, pengerahan 3 Pesawat Casa NC-212 tersebut merupakan dukungan TNI AU dalam pelaksanaan OMC. Sehingga penanggulangan karhutla di Kalimantan lebih cepat. ”Pesawat tersebut akan memperkuat unsur udara yang sudah berada di wilayah Kalimantan,” jelasnya.
Berdasar data, saat ini sudah ada 20 pesawat berbagai jenis di Kalimantan. Yakni 5 helikopter, 3 pesawat modifikasi cuaca, dan 12 helikopter besar untuk melakukan water bombing. ”Dengan tambahan tiga pesawat Cassa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan,” ujarnya,
Sebelumnya, sebanyak 42 pesawat sudah dikerahkan ke enam provinsi yang menjadi daerah prioritas penanggulangan karhutla. Yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Tengah (Kalteng). ”Dari jumlah tersebut, 20 pesawat berpusat di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatera,” kata Nyoman.
Pengerahan kekuatan udara tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI AU bersama unsur terkait dalam menghadapi potensi karhutla, termasuk melalui pelaksanaan OMC dan operasi water bombing di wilayah yang tedampak.(sol/kas/kom/ali/das)
Editor : Bayu Saputra