PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka akses menuju kepala api menggunakan alat berat ekskavator.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyampaikan akses menuju bagian selatan kepala api masih menjadi perhatian dalam operasi pemadaman ini.
“Penyekatan kepala api dilakukan di sisi selatan lokasi kebakaran. Selain itu, dilakukan pembukaan akses jalan menggunakan excavator dan pencucian kanal di sisi selatan,” ujar Ilham.
Baca Juga: Dosen THP FPK dan Mahasiswa Unri Gelar Pengabdian Masyarakat di Kepulauan Meranti
Berdasarkan laporan lapangan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 702 hektare. Lokasi tersebut merupakan kawasan gambut dengan status lahan hutan produksi.
Operasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, BPBD Kabupaten Pelalawan, Damkar Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek DLHK Provinsi Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta regu pemadam kebakaran perusahaan.
"Di saat bersamaan, angin yang cukup kencang, cuaca panas ekstrem, ketersediaan bahan bakar yang masih potensial, dan karakteristik gambut yang dalam turut memengaruhi proses pemadaman," jelasnya.
Baca Juga: Wako Agung Bersama Masyarakat Salat Istisqa Serentak, Mohon Hujan dan Keselamatan Petugas Karhutla
Meski menghadapi kondisi tersebut, perkembangan operasi menunjukkan hasil positif. Tim mencatat penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar area kebakaran berkurang.
“Strategi pemadaman berjalan sesuai rencana dan sinergi antar-stakeholder berjalan dengan baik. Kondisi lokasi kebakaran lebih terkendali,” kata Ilham.(sol)
Editor : Edwar Yaman