BANGKO PUSAKO (RIAUPOS.CO) - Seorang pelajar putri, Keysia Luthtifa (9) yang sehari-hari tinggal di Kelurahan Bangko Kiri, Kecamatan Bangko Pusako diserang buaya, Ahad (2/3/2025) malam.
Korban nyaris tewas dimangsa buaya, jika ibunya Kamisah (30) tak segera datang memberikan pertolongan dengan menarik tubuh korban yang saat itu sudah digigit buaya.
"Kejadiannya di dekat rumah yang berdekatan dengan pinggiran sungai Bangko, di mana korban kembali ke rumah usai melaksanakan Salat Tarawih," kata Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni melalui Kapolsek Bangko Pusako Iptu Awi Ruben, Senin (3/3/2025).
Kediaman korban, tepatnya di Jalan Penghuluan Usman, Kelurahan Bangko Kiri, Bangko Pusako.
Keberadaan rumah, terang kapolsek, memang berada di pinggiran Sungai Bangko yang melintasi daerah tersebut.
Sementara pada waktu kejadian, air dalam kondisi pasang. Di mana permukaan air naik dibandingkan biasanya.
"Sampai di halaman rumah, korban diserang dan langsung meminta tolong. Mendengar teriakan itu ibu korban langsung ke luar dan menarik anaknya yang akan diseret buaya menuju ke kolong rumah," ujar kapolsek.
Beruntung, upaya sang ibu berhasil dan korban dapat diselamatkan. Meskipun karena kejadian itu korban mengalami luka robek di paha dan betis sebelah kiri.
"Setelah kejadian, ibu korban memanggil tetangga dan korban dilarikan ke puskesmas. Saat ini sudah menjalani perawatan medis di Puskesmas Bangko Kanan," kata Kapolsek.
Dengan kondisi lingkungan yang terjadi pada saat ini yakni musim pasang maka diharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama masyarakat yang tinggal di tepian alur sungai.
Karena secara umum sungai yang ada di Rohil terhubung dengan aliran Sungai Rokan, dimana terdapat habitat buaya sehingga alur sungai yang ada menjadi rawan sebagai daerah laluan bagi buaya tersebut.
"Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Bangko agar lebih berhati-hati. Terutama pada malam hari saat air naik dan buaya lebih aktif," tambah Kanitresrim Polsek Bangko Pusako Aipda Juli Parulian.(fad)
Editor : Edwar Yaman