Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara di Rokan Hilir Tidak Sehat

Zulfadli • Kamis, 24 Juli 2025 | 21:45 WIB
Penampakan kondisi kabut asap di jalan lintas Bagansiapiapi, Kepenghuluan Bagan Punak, Bangko, Rabu (23/7/2025).
Penampakan kondisi kabut asap di jalan lintas Bagansiapiapi, Kepenghuluan Bagan Punak, Bangko, Rabu (23/7/2025).

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kondisi kabut asap masih tertahan di sebagian besar wilayah yang ada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Pantauan di lapangan pemandangan kabut asap ini terutama dirasakan terjadi pada pagi hari, yang selanjutnya berkurang pada siang yang diperkirakan terjadi karena pengaruh angin dan terik panas.

Kondisi kabut asap ini membuat sebagian warga mengaku mulai merasa terganggu. Pj Penghulu Rantau Panjang Kiri, Kubu misalnya menyebutkan kondisi kabut asap sangat menganggu untuk jarak pandang yang baik.

"Kalau kondisi sekarang, tentu menganggu jarak pandang yang membuat pandangan terhalang dengan jarak yang pendek," katanya.

Sementara salah seorang warga Bagansiapiapi, Chandra (32) menyebutkan dirinya mengaku khawatir melihat fenomena kabut asap yang terjadi karena peristiwa karhutla di Rohil kali ini.

"Terutama bagi anak-anak apalagi mereka kan pada saat pagi itu mulai sekolah, sementara sejak pagi itulah kabut asap nampak lebih tebal," ujarnya. Ia mengaku sudah meliburkan anaknya dalam dua hari terakhir dari bersekolah. Kendati pihak sekolah masih belum memutuskan untuk meliburkan anak-anak dari kegiatan belajar di sekolah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil Suwandi SSos membenarkan saat ini kualitas udara di Rohil, khususnya di Kecamatan Bangko dalam skala tidak sehat.

"Dari alat pemantau udara, untuk di Kecamatan Bangko dalam tiga hari sangat tidak sehat," kata Suwandi, Kamis (24/7/2025). Suwandi menerangkan, pemantauan kualitas udara itu khususnya dalam rentang tiga hari belakangan, Senin (20/7/2025) sampai Rabu (23/7/2025) kemarin.

Untuk partikel udaranya lanjut Suwandi, diatas batas sehingga pihaknya telah mengusulkan kepada bupati, khususnya terkait dengan kegiatan kependidikan di sekolah untuk dapat diliburkan jika kondisi kualitas udara sangat tidak sehat tersebut masih terjadi kedepannya.

"Kami sarankan diliburkan saja untuk tiga hari kedepan, sambil terus dipantau kualitas udara yang ada khususnya dalam hal ini di Kecamatan Bangko, bahkan mungkin juga di seluruh kecamatan se-Rohil," katanya. Menurutnya keadaan kualitas udara itu, khususnya di kecamatan Bangko merupakan indikasi penting yang mengambarkan kualitas udara di sebagian besar wilayah Rohil.

Jika di kecamatan Bangko yang kejadian karhutla sedikit telah mengakibakan kualitas udara seperti sekarang, menurut Suwandi, apalagi di kecamatan-kecamatan yang terdapat kejadian karhutla cukup besar.

Untuk pemantauan kualitas udara tambahnya dilakukan setiap hari selama 24 jam tanpa henti mengunakan perangkat teknologi yang ada. Sementara untuk kondisi kualitas udara pada hari ini, masih belum diketahui namun nanti akan di-update perharinya dari pukul 07.00 WIB pagi, sampai pagi besoknya.

Menyikapi kondisi saat ini Suwandi menyarankan agar masyarakat mengurangi melakukan aktifitas di luar rumah.

"Kalaupun keluar rumah sebaiknya memakai masker, karena indeks ISPU itu pm-nya 2,5, artinya mengandung partikel debu yang sulit diurai, meskipun tak bisa dilihat kasat mata namun berdampak bisa menimbulkan sesak napas dan gangguan pernapasan," kata Suwandi. (fad)

Laporan : Zulfadhli (Bagansiapiapi)

Editor : M. Erizal
#Kualitas Udara #karhutla #kabut Asap #rohil