Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

10 Mayat Diduga Korban Bencana Sumut Ditemukan di Panipahan

Zulfadly • Selasa, 9 Desember 2025 | 10:18 WIB
Petugas mengidentifikasi mayat yang ditemukan nelayan di Perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, baru-baru ini.
Petugas mengidentifikasi mayat yang ditemukan nelayan di Perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, baru-baru ini.

PANIPAHAN (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 10 mayat  yang diduga merupakan korban dari bencana alam di wilayah Sumatera Utara ditemukan nelayan hanyut di Perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Rokan Hilir.

Sebagian besar dari mayat yang ditemukan dalam kondisi rusak, membengkak, serta kehilangan sebagian anggota tubuh. Sehingga kebanyakan tak terungkap identitasnya. Mayat tersebut ditemukan dalam waktu berbeda dan di titik lokasi perairan yang terpisah-pisah. 

“Sampai pada saat ini, ada 10 mayat yang ditemukan,” kata tokoh masyarakat Palika, H A Rahman Yus, Senin (8/12). Dari 10 mayat tersebut terangnya, ada dua yang berhasil diketahui identitasnya karena ada ditemukan tanda-tanda khusus di badan. Keduanya telah dibawa pihak kerabat korban ke daerah Tanjung Balai, Sumut.

“Sisanya yang delapan jasad itu ada yang dimakamkan di areal pemakaman di lingkungan Masjid Raya An Nur di wilayah Kepenghuluan Panipahan Darat dan ada dimakamkan di TPU RBB atau pemakaman tanah wakaf di lingkungan masjid Nur Hasanah di wilayah Kepenghuluan Teluk Pulai,” kata penasehat organisasi HNSI Palika ini.

Dirinya mengharapkan, bagi yang mengenali mayat tersebut dapat menghubungi camat, atau upika Palika agar segera dilakukan tindakan yang tepat termasuk disampaikan ke kerabat korban. 

Terpisah, Camat Palika Yahya Khan membenarkan dalam belakangan ini terdapat penemuan sejumlah mayat di Perairan Palika. Di mana mayat tersebut umumnya ditemukan nelayan yang melakukan aktivitas melaut. “Benar, beberapa kali terjadi penemuan mayat,” katanya saat di Bagansiapiapi. 

Ia menilai hal itu bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Bahkan menurutnya tindakan yang telah dilakukan nelayan yang segera melakukan evakuasi sebagai tindakan yang terpuji.  “Kami memandangnya sebagai kegiatan yang mulia dan mendatangkan rezeki,” katanya.(fad)

Editor : Rindra Yasin
#panipahan #bencana Sumut #banjir badang #korban bencana