BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Demam Berdarah Dengue (DBD) memakan dua korban jiwa di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Informasi diperoleh dua orang yang meninggal tersebut tercatat di wilayah Kecamatan Bangko dan di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Rohil.
Salah satu wilayah yang memiliki jumlah kasus terbanyak di Bagansiapiapi, Bangko. Berdasarkan data dari pihak puskesmas Bagansiapiapi, terdapat sebanyak 38 kasus DBD sejak periode Januari-April 2026.
"Satu orang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD dr RM Pratomo, Bagansiapiapi," kata Kepala Puskesmas Bagansiapiapi, dr Romi Cahyadi MKM melalui Penanggung Jawab Program DBD Sudirman AMK.
Sementara dua kelurahan yang merupakan lokus tertinggi DBD terdapat di Kelurahan Bagan Hulu dan Kelurahan Bagan Barat.
Terpisah, Wabup Rohil Jhony Charles mengaku prihatin dan menyatakan turut berduka cita dengan kejadian adanya warga yang meninggal terkena DBD.
"Ya ada yang meninggal di Tanah Putih dan Bangko, kami merasa terpukul sebenarnya. Berarti apa yang kita lakukan masih belum maksimal," kata wabup, Rabu (8/4/2026) di Bagansiapiapi.
Baca Juga: Kebakaran Besar di Inhil, 80 Rumah Warga di Pasar Pulau Kijang Tinggal Puing Dilalap Api
Dirinya menegaskan perlu digencarkan lagi upaya-upaya untuk pemberantasan penyebaran DBD baik lewat aksi bersih lingkungan, membiasakan perilaku hidup bersih sehat maupun penanganan yang lebih optimal terhadap pasien DBD.
Wabup juga menegaskan memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut dan mengharapkan agar dinas terkait dalam hal ini Diskes Rohil dapat berperan lebih lagi menyikapi adanya kejadian DBD ini.
Sementara pihak Diskes Rohil dikonfirmasi terpisah belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Kepala Diskes Rohil Afridah melalui Kabid P2P Eva Diana Roza tak memberikan tanggapan ketika ditanyakan tentang perkembangan kasus DBD di Rohil dan sejauh mana penanganannya.
Sementara Dirut RSUD dr RM Pratomo dr Tribuana membenarkan adanya satu pasien yang meninggal karena DBD, dan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Pada 3 April pasien sempat datang ke IGD dengan keluhan nyeri ulu hati, tak selera makan. Kemudian tanggal 5 dilakukan pemeriksaan IKG, dan diketahui positif DBD," kata Tri. (fad)
Editor : M. Erizal