BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) -- Tiga Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dipastikan batal berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun 2026. Pembatalan dilakukan setelah tim karantina kesehatan di embarkasi haji menilai kondisi kesehatan ketiganya tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umrah Rohil M Syafri Johan menjelaskan, keputusan diambil demi menjaga keselamatan dan kesehatan para jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.
"Tiga JCH asal Kabupaten Rohil yang batal berangkat sudah dijemput dari Embarkasi Batam oleh pihak Kesra. Selanjutnya, kemarin kami jemput kembali dari Dumai dan saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing," ujar Syafri Johan, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Jemaah Haji Riau Gelombang I Berangsur Tinggalkan Madinah
Adapun tiga JCH yang batal berangkat tersebut yakni atas nama Aisyah Dopal, Sukemi Mursadi Abdullah dan Pariani Muhammad Yasin. Dari ketiganya, Aisyah Dopal dan Sukemi Mursadi diketahui sempat mengalami gangguan kesehatan saat berada di Embarkasi Haji Batam sebelum jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci.
Menurut Syafri Johan, secara fisik kondisi para jemaah terlihat sehat dan masih mampu beraktivitas. Namun setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan oleh tim medis embarkasi, sehingga tidak direkomendasikan untuk melanjutkan perjalanan.
"Secara fisik memang tampak sehat, tetapi setelah pemeriksaan medis mendalam, dinilai mengkhawatirkan. Karena itulah pihak kesehatan bandara dan embarkasi memutuskan bahwa yang bersangkutan belum layak diberangkatkan," jelasnya.
Baca Juga: Konfilk Lahan Sitaan PKH di Rohil Dimediasi
Sementara itu, Pariani Muhammad Yasin diketahui merupakan pendamping dari Sukemi Mursadi Abdullah. Karena jamaah yang didampingi batal berangkat, maka keberangkatan pendamping juga otomatis ditunda.
Pihak Kemenhaj terang Syafri Johan, mengaku memahami rasa sedih yang dialami para jemaah dan keluarga. Namun keputusan tersebut diambil semata-mata demi keselamatan para calon haji, mengingat ibadah haji membutuhkan stamina dan kondisi kesehatan yang stabil, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
"Kami tentu memahami rasa kecewa dan sedih dari para jemaah maupun keluarga. Akan tetapi kesehatan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai dipaksakan berangkat, justru membahayakan kondisi jamaah di sana," kata Syafri Johan.
Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi, Kejati Riau Kembali Geledah Kantor Disdikbud Rohil
Pihak Kemenag Rohil juga tambahnya, memastikan bahwa para jemaah yang batal berangkat akan mendapatkan pendampingan dan arahan terkait proses keberangkatan haji pada musim berikutnya, apabila kondisi kesehatan mereka telah memungkinkan dan memenuhi syarat medis yang ditetapkan.
Editor : Rinaldi