Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sikapi Lonjakan Kasus DBD, Rohil Tetapkan Gelar Gotong Royong Massal Tiga Hari

Zulfadhli • Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB
Rapat bersama pemangku kebijakan terkait dengan penanganan penyebaran kasus DBD di Bagansiapiapi, baru-baru ini. (Zulfadhli/Riaupos.co).
Rapat bersama pemangku kebijakan terkait dengan penanganan penyebaran kasus DBD di Bagansiapiapi, baru-baru ini. (Zulfadhli/Riaupos.co).

 

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) mengerahkan pihak-pihak terkait baik tingkat kabupaten, hingga perangkat kelurahan/kepenghuluan dan RT untuk melaksanakan gotong royong massal, menyikapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kian mengkhawatirkan. 

Gotong royong massal tersebut ditetapkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut yang akan dimulai besok, Kamis (21/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026).

Langkah itu  sebagai upaya memutus mata rantai  penyebaran, penularan DBD, disamping upaya lain yang telah dilakukan seperti fogging secara intensif di daerah endemi kasus DBD.

 Baca Juga: Fasilitas Olahraga dan RTH Baru Hadir di Belimbing, Pemko Pekanbaru Siapkan Sport Center untuk Warga

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan DBD yang dipimpin langsung Bupati Rohil, H Bistamam, di Mess Pemda Jalan Perwira, Bagansiapiapi, baru-baru  ini.  Rakor turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bangko.

Selain menggelar goro massal selama tiga hari, Pemkab Rohil juga menginstruksikan seluruh camat, lurah hingga datuk penghulu atau kepala desa se-Rohil agar mengaktifkan kegiatan gotong royong rutin minimal satu kali dalam sepekan di tiap tingkatan wilayah.

Bupati Rohil H Bistamam mengatakan, peningkatan kasus DBD harus segera diatasi melalui langkah nyata dan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, penanganan DBBtidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

 Baca Juga: Harkitnas Jadi Pengingat ASN Inhil Perkuat Kerja Nyata

“Kasus DBD saat ini terus meningkat. Kita harus melakukan langkah nyata dan konkret bagaimana kasus ini bisa dikurangi, kalau perlu dihilangkan sama sekali. Untuk itu, perlu kerja sama serta kolaborasi seluruh instansi dan lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran virus ini bisa kita putus bersama,” ujar Bistamam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Maria Susanti SFarm Apt MM memaparkan bahwa jumlah kasus DBD di Rohil sejak Januari hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 400 kasus.

Dari hasil pemetaan epidemiologi, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tanjung Medan menjadi wilayah dengan tingkat penyebaran tertinggi. Bahkan khusus di Kecamatan Bangko, sepanjang Mei 2026 tercatat sebanyak 33 kasus aktif.

 Baca Juga: BPBD Kampar Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

Maria Susanti menjelaskan, langkah utama yang akan dilakukan saat ini adalah menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti secara masif melalui kegiatan gotong royong serentak dan rutin mingguan di seluruh wilayah.

“Langkah konkret terdekat adalah menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti secara masif melalui Goro Massal tiga hari dan goro rutin mingguan. Kami optimistis langkah ini dapat meminimalisir lonjakan kasus baru secara signifikan,” katanya.

Di tengah keterbatasan sarana penunjang dan peralatan medis yang dimiliki daerah, Pemkab Rohil juga terus berupaya mencari dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat. 

 Baca Juga: PHR Percepat Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi

Menurutnya Diskes Rohil saat ini terus mengajukan permohonan bantuan logistik dan peralatan penanganan DBD kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta Kementerian Kesehatan RI.

“Kami terus berkoordinasi secara intens ke tingkat provinsi dan pusat untuk mengupayakan bantuan peralatan penanganan DBD yang memadai. Insya Allah  akan segera mendapatkan dukungan bantuan alat tersebut agar penanganan DBD di lapangan bisa tuntas dan maksimal,” katanya.(fad)

 

Editor : Edwar Yaman
#pemkab rohil #kasus dbd #Gotong Royong Massal