Dukung Tari Sapin Bagan Jadi Muatan Lokal di Sekolah

Zulfadhli • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:18 WIB
REKOR MURI: Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir bergembira usai berhasil memecahkan Rekor MURI Tari Sapin Bagan yang melibatkan 7.750 penari perempuan, Kamis (23/7/2026).pemkab Rokan hilir  untuk riau pos)
REKOR MURI: Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir bergembira usai berhasil memecahkan Rekor MURI Tari Sapin Bagan yang melibatkan 7.750 penari perempuan, Kamis (23/7/2026). (pemkab Rokan hilir untuk riau pos)

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Keberhasilan Tari Sapin Bagan mencatatkan prestasi dengan memecahkan Rekor MURI tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya Melayu di kalangan generasi muda.  Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendorong agar Tari Sapin Bagan dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal di seluruh sekolah yang ada di daerah.

Sekretaris Umum MKA LAMR Rohil, Adharsam mengatakan, usulan tersebut didasari oleh status Tari Sapin Bagan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Menurutnya, pengakuan tersebut harus diikuti dengan langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Baca Juga: Perusak Mangrove dan Perambah Hutan di Rohil Ditangkap

”Karena Tari Sapin Bagan sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan, kami berharap tarian ini dapat dijadikan muatan lokal dan diajarkan di seluruh sekolah di Kabupaten Rohil,” ujar Adharsam, Jumat (24/7).

Ia menilai dunia pendidikan merupakan wadah yang paling efektif untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Dengan memasukkan Tari Sapin Bagan ke dalam kurikulum muatan lokal, para pelajar tidak hanya mengenal gerakan tarinya, tetapi juga memahami sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya Melayu yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Kapolda Riau Tanam Kembali Hutan Mangrove yang Dirusak di Rohil

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui festival, perlombaan, atau pemecahan rekor. Menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan pendidikan yang berkelanjutan sehingga lahir regenerasi penari dan pelaku seni yang mampu menjaga eksistensi Tari Sapin Bagan di masa mendatang.

Adharsam berharap pemda bersama Disdikbud dapat mengkaji usulan tersebut secara serius. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, Tari Sapin Bagan diyakini akan semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Rohil sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di tengah derasnya arus globalisasi.

Baca Juga: DP2KBP3A Rohil Ingatkan Semua Pihak Komitmen Penuhi Hak Anak

”Anak-anak kita harus mengenal budayanya sendiri sejak di bangku sekolah. Jika diajarkan secara berkelanjutan, Tari Sapin Bagan tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga mampu melahirkan generasi penerus yang bangga terhadap budaya daerahnya,” kata Adharsam.

Usulan tersebut dilontarkan dirinya menyikapi setelah Tari Sapin Bagan menjadi sorotan nasional melalui keberhasilan memecahkan Rekor MURI dengan melibatkan 7.750 penari perempuan pada Kamis (23/7).(yls)

Laporan ZULFADLI, Bagansiapiapi

Editor : Arif Oktafian
tari sapin bagan LAMR Rokan Hilir Warisan Budaya Tak Benda muatan lokal