ROKANHULU (RIAUPOS.CO) DI tengah tekanan efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer pusat, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) tetap menempatkan pembangunan infrastruktur jalan pedesaan sebagai program skala prioritas setiap tahun.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal daerah, komitmen Pemkab Rohul untuk menjaga konektivitas antar desa dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui alokasi pembangunan jalan yang konsisten di setiap tahun anggaran.
Bupati Rohul Anton ST MM, Sabtu (18/10) menjelaskan, alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Rohul Tahun 2026 berkurang sekitar Rp197,3 miliar.
Penurunan ini, tegasnya, tentu berdampak pada kemampuan daerah dalam melaksanakan program pembangunan. Namun orang nomor satu Rohul itu tetap fokus pada kegiatan prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan.
‘’Kami tetap prioritaskan pembangunan infrastruktur berkelanjutan terutama jalan pedesaan yang menjadi urat nadi prekonomian masyarakat setiap tahun dianggarkan di APBD Rohul. Minimal program swakelola dalam pemeliharaan ruas jalan poros desa. Kalau tidak bisa diaspal, di-base dan bisa fungsional. Kami upayakan, dalam kondisi cuaca apa pun, jalan angkutan produksi itu dapat ditempuh oleh masyarakat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan keluar,’’ tegas orang nomor satu Rohul itu.
Untuk menjaga keseimbangan pembangunan, lanjutnya, pemkab akan memperkuat sektor pendapatan melalui optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah serta pendapatan asli daerah (PAD).
Di samping itu, kata Bupati, untuk mengatasi keterbatasan anggaran, pemda menggandeng perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility guna mendukung pembangunan.(adv)
Editor : Arif Oktafian