PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Peluang Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 2026 semakin terbuka. Hal itu ditandai dengan turunnya tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke Rohul untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) lapangan terhadap empat sekolah negeri di Kecamatan Rambah yang sebelumnya diusulkan masuk program nasional tersebut, Selasa (12/5/2026).
Pemkab Rohul optimis, program SNT dengan pendekatan upgrading sekolah existing atau konsolidasi sekolah negeri (SD, SMP dan SMA/SMK) dalam satu kecamatan dapat terealisasi, setelah pemerintah pusat meninjau langsung kesiapan sarana-prasarana, status lahan hingga administrasi sekolah yang diusulkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Empat sekolah negeri yang diverval oleh Tim Kemendikdasmen yakni SDN 028 Rambah yang berada di kawasan Perumahan Dinas Pemda Rohul, SMP Tahfidz Madani di kawasan Islamic Center Pasirpengaraian, SMKN 1 Rambah di depan Kantor Disdikpora Rohul serta SMAN 2 Rambah yang berada di sekitar rumah dinas Wakil Bupati Rohul. Seluruh sekolah tersebut masih berada dalam radius 1-2 kilometer sesuai ketentuan program SNT.
Baca Juga: Prestasi Membanggakan, Rohul Terima 4 Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum
Tim Kemendikdasmen yang melakukan verval diantaranya Diki Candra dan Agus Panca dari Direktorat SMA Ditjen PAUD dan Dikdasmen Kemendikdasmen. Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan audiensi bersama Bupati Rohul dan jajaran Disdikpora di rumah dinas bupati.
Bupati Rohul Anton ST MM melalui Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Alreza Ahyu SE MSi Ak mengatakan, pemerintah daerah mendukung penuh terbentuknya SNT di Kabupaten Rohul dalam memperluas akses sekolah gratis.
Program nasional tersebut, diharapkan mampu menjawab dua persoalan utama pendidikan secara nasional yakni rendahnya mutu pendidikan dan ketimpangan antarwilayah.
Baca Juga: SMAN 2 Tembilahan Raih Prestasi Tingkat Nasional
"Program ini menerapkan sistem pendidikan terintegrasi, dengan fasilitas infrastruktur dan sarana prasarana yang lengkap. Dengan memastikan nantinya lulusan SNT itu berkualitas dan menjadi rujukan sekolah sekitar dalam memberikan layanan pendidikan yang efisien dan bermutu mulai dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kecamatan," ujar Alreza Ahyu menjawab Riaupos.co, Selasa (12/5/2026) petang, usai mendampingi tim Kemendikdasmen melakukan verval ke sejumlah sekolah yang diusulkan SNT di Kecamatan Rambah.
Menurutnya, program SNT yang dilaksanakan Ditjen PAUD dan Dikdasmen dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, pembangunan sekolah baru dengan kebutuhan lahan yang disiapkan 20 hingga 30 hektare (Ha) dalam satu kawasan dengan anggaran yang dikucurkan hingga Rp250 miliar.
Kedua, pendekatan konsolidasi sekolah negeri melalui upgrading sekolah existing dengan memanfaatkan sekolah negeri yang sudah ada dalam radius maksimal dua kilometer di satu kecamatan.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Satlantas Polres Inhu Terapkan Program Green Coaching Clinic
"Melalui arahan Bupati Rohul, kita memilih pendekatan kedua yakni upgrading sekolah existing. Artinya sekolah negeri yang sudah ada akan dikonsolidasikan dengan dukungan pembangunan sarana-prasarana bersama," jelasnya.
Alreza mengungkapkan, Pemkab Rohul telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare untuk mendukung program tersebut. Sementara kebutuhan minimal program SNT pendekatan kedua hanya sekitar 2 hektare untuk pembangunan fasilitas pendukung bersama.
Dalam proses verifikasi, tim Kemendikdasmen meninjau berbagai aspek mulai dari kondisi sarana-prasarana sekolah, status lahan hingga kelengkapan administrasi. Sekolah dengan kondisi rusak berat akan diusulkan untuk direvitalisasi, sedangkan kerusakan ringan akan diperbaiki oleh Pemkab Rohul.
"Yang paling penting status lahannya jelas dan memiliki legalitas seperti SHM. Semua administrasi dan kondisi sarana prasarana yang diverifikasi agar usulan bisa lolos di pusat," katanya.
Sekretaris Disdikpora Rohul itu berharap hasil verval tersebut dapat mempercepat realisasi program SNT di Rohul tahun ini. Nantinya pemerintah pusat akan membangun berbagai fasilitas penunjang bersama seperti lapangan olahraga, aula, kolam renang, laboratorium hingga ruang pembelajaran modern yang dapat digunakan bersama oleh sekolah-sekolah dalam satu kecamatan.
"Konsep program SNT, sekolah negeri di satu kecamatan terintegrasi, terdiri SD, SMP dan SMA/SMK dengan fasilitas bersama yang lengkap dibangun pemerintah pusat," sebutnya.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kabupaten Pelalawan Berjenis Simental, Bobot 955 Kilogram
Selain pembangunan fisik, program SNT juga mencakup pengembangan kurikulum global, pelatihan guru, penguatan manajemen kelas hingga pemantauan minat dan bakat siswa secara terintegrasi.
"Mohon doanya, jika terealisasi, Pusat akan kucurkan anggaran untuk program SNT di Rohul dengan pendekatan konsolidasi sekolah negeri (SD, SMP, SMA) diperkirakan mencapai sekitar Rp30 miliar," tutup mantan Sekretaris Inspektorat Rohul itu.
Editor : Rinaldi