PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dalam dua pekan terakhir menuai keluhan masyarakat. Terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, terutama Pertalite dan Bio Solar, membuat pengendara harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Pantauan Riau Pos di sejumlah SPBU di Pasirpengaraian, Ujung Batu, Tandun, Tambusai, hingga beberapa kecamatan lainnya, antrean kendaraan roda dua, roda empat, maupun dump truk terlihat mengular hingga ke badan jalan.
Kondisi itu masih terjadi di dua SPBU di Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah, Jumat (5/6) pagi. Tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan di ruas Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian, tetapi juga berdampak terhadap kelancaran arus lalulintas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Keluhan keterbatasan pasokan BBM Subsidi itu, sangat dirasakan mulai dari pengendara pribadi, sopir travel, aparatur sipil negara (ASN) hingga sopir truk pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit.
Mereka mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM akibat stok yang terbatas. Bahkan, tidak sedikit pengendara yang telah lama mengantre namun tidak kebagian BBM Subsi karena stok keburu habis saat giliran mereka tiba.
Baca Juga: Tekanan Angin Kurang hingga AC yang Terlalu Dingin Dapat Sebabkan Konsumsi BBM Kendaraan Anda Boros
Seperti diungkapkan Rangga, salah seorang sopir travel jurusan Pasirpengaraian-Pekanbaru mengatakan, hampir memasuki dua pekan terjadi antrean panjang kendaraan mengisi BBM Bio Solar di sejumlah SPBU di Rohul, baik di Pasirpengaraian, Rambah Samo, Ujung Batu, Tandun.
Kondisi tersebut membuat jadwal keberangkatan dan kedatangan penumpang sering mengalami keterlambatan. ‘’Sudah hampir memasuki dua pekan ini antreannya panjang di sejumlah SPBU di Rohul terutama BBM Bio Solar yang terbatas. Kadang kami harus menunggu lebih dari satu jam untuk mengisi BBM. Akibatnya jadwal keberangkatan menjadi terganggu dan penumpang ikut menunggu,” ujar Rangga kepada Riau Pos, Jumat (5/6).
Keluhan serupa disampaikan para sopir truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Mereka mengaku keterbatasan pasokan BBM berpengaruh terhadap kelancaran distribusi hasil perkebunan dari kebun menuju pabrik kelapa sawit (PKS).
“Kalau BBM sulit didapat, pengangkutan sawit ikut terganggu. Padahal saat ini aktivitas angkut cukup tinggi karena harga sawit sedang membaik. Kami berharap pasokan BBM Bio Solar di SPBU di Kecamatan Rambah ditambah kuotanya sehingga aktivitas bisa lancar,” ujar Surya, salah seorang sopir truk pengakut Sawit di Kelurahan Pasirpengaraian kepada Riau Pos, Jumat (5/6), saat antre mengisi BBM Bio Solar di SPBU yang berada di Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian.
Dia berharap pemerintah daerah bersama pihak Pertamina segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM kembali lancar. Karena dari pengakuan pihak SPBU, terjadinya antrean panjang kendaraan, karena pendistribusian BBM Subsidi dibatasi oleh pihak PT Pertamina. Sebab, sektor transportasi dan perkebunan kelapa sawit yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Rohul sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul Sugesti SE MSi menjelaskan keterbatasan pasokan BBM Subsidi di SPBU tidak hanya terjadi di Rohul, melainkan juga di sejumlah daerah lain yang mendapat suplai dari Depot Pertamina Dumai.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak Pertamina, saat ini kilang atau depot minyak di Dumai sedang menjalani perawatan (maintenance), sehingga pasokan BBM yang didistribusikan ke daerah-daerah menjadi terbatas.
“Informasi yang kami peroleh dari pihak PT Pertamina, kelangkaan BBM ini bukan hanya terjadi di Rohul saja. Beberapa daerah lain yang pengisian BBM-nya berasal dari Dumai juga mengalami hal yang sama. Penyebabnya karena kilang atau depot minyak di Dumai sedang menjalani maintenance,” jelas Sekretaris Disperindag Rohul itu.
Akibat proses perawatan tersebut, lanjut Sugesti, kuota BBM yang tersedia harus dibagi ke berbagai SPBU di sejumlah daerah di Riau. Sehingga pasokan yang diterima masing-masing SPBU menjadi lebih terbatas dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Pembatasan BBM Jenis Pertalite Tak Pengaruhi Antrean SPBU di Pulau Bengkalis
“Karena kuota yang tersedia terbatas, maka harus dibagi ke beberapa SPBU di berbagai daerah. Ini yang menyebabkan stok di sejumlah SPBU cepat habis dan antrean kendaraan menjadi panjang,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Berdasarkan informasi yang diterima Disperindag Rohul, kondisi distribusi BBM diperkirakan akan kembali normal setelah proses perawatan kilang selesai.
“Menurut informasi dari Pertamina, distribusi BBM yang berasal dari Dumai diperkirakan kembali normal pada 12 Juni mendatang. Kita berharap setelah itu pasokan kembali lancar sehingga antrean di SPBU di Rohul dapat teratasi,” harap Sugesti.(epp)
Editor : Arif Oktafian