PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Provinsi Riau yang melaksanakan program relokasi Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu.
Sebanyak 104 guru mengajukan relokasi sebagai bagian dari kebijakan pemerataan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di jenjang Paud, SDN dan SMPN tersebar 16 kecamatan se Kabupaten Rohul sebagai wujud komitmen menjalankan misi keempat Kabupaten Rohul.
Program dan kebijakan Bupati Rohul Anton ST MM tersebut mulai dijalankan pada awal Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul.
Baca Juga: 12 Ribu ASN Pekanbaru Siap Mengaji Massal, Target Pecahkan Rekor MURI
Relokasi tidak hanya bertujuan mendekatkan lokasi tugas guru dengan tempat tinggal, lebih dari itu untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak mengatakan kebijakan relokasi guru PPPK Penuh Waktu tersebut merupakan arahan langsung dan kebijakan Bupati Rohul. Tujuannya, agar pendistribusi guru lebih merata sehingga proses belajar mengajar di satuan pendidikan berjalan lebih optimal.
"Selama ini masih ada guru PPPK yang berdomisili di Kecamatan Tambusai Utara tetapi mengajar di Kecamatan Bonai Darussalam. Ada juga yang tinggal di Kecamatan Tandun namun setiap hari harus bertugas di Kecamatan Tambusai. Kondisi seperti ini tentu menyita waktu, tenaga, dan biaya perjalanan sehingga memengaruhi efektivitas tugas mereka dalam melaksanakan proses mengajar" ujar Alreza Ahyu kepada Riaupos.co, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Polda Riau Pastikan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa saat Aksi Unjuk Rasa
Dengan penempatan yang lebih dekat dari domisili, lanjutnya, guru memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan materi pembelajaran, meningkatkan kompetensi serta memberikan pendampingan yang lebih maksimal kepada peserta didik.
"Tujuan utama relokasi ini bukan sekadar memindahkan guru. Yang ingin kita capai adalah kualitas pembelajaran yang semakin baik karena guru bisa lebih fokus menjalankan tugasnya di sekolah," kata mantan Sekretaris Inspektorat Rohul itu
Selain mendekatkan lokasi penugasan, kata Alreza, kebijakan relokasi disesuaikan dengan kebutuhan riil setiap satuan pendidikan. Dalam artian, guru dipindahkan ke sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik sehingga pemerataan distribusi guru secara bertahap dapat diwujudkan dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Rohul.
Alreza menjelaskan, hingga saat ini terdapat 104 guru PPPK penuh waktu yang mengajukan relokasi. Dari jumlah tersebut, 85 berkas telah dinyatakan lengkap dan segera diproses untuk penerbitan Surat Keputusan (SK).
Sementara 19 guru PPPK formasi 2019 hingga 2022 masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Sedangkan 85 guru PPPK tersebut merupakan formasi 2023 dan 2024 yang dapat diproses melalui kewenangan pemerintah daerah sesuai kebijakan terbaru pemerintah pusat.
"Program relokasi ini merupakan yang pertama diterapkan di Provinsi Riau. Harapan kami, guru bisa bertugas lebih dekat dengan keluarga, sementara sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan tenaga pendidik dapat segera terpenuhi sehingga pemerataan pendidikan benar-benar terwujud," sebutnya.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Hadirkan 6 Kios Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Alreza memastikan seluruh proses relokasi berlangsung secara transparan dan gratis. Ia mengingatkan para guru agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan pemerintah daerah atau Disdikpora dengan menawarkan jasa pengurusan relokasi.
"Seluruh proses tidak dipungut biaya. Jika ada pihak yang meminta imbalan dengan janji bisa meloloskan relokasi, segera laporkan kepada kami. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan yang bersih, transparan dan akuntabel," tegasnya.
Ia berharap kebijakan relokasi yang menjadi terobosan pertama di Riau ini mampu menciptakan pemerataan tenaga pendidik, meningkatkan mutu pembelajaran serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh peserta didik di daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk. (epp)
Editor : M. Erizal