Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Semangat Kebersamaan di Tahun Ular Kayu

Monang Lubis • Kamis, 30 Januari 2025 | 09:06 WIB
Warga Siak etnis Tionghoa melaksanakan sembahyang di Kelenteng Hock Siu Kiong Siak SRIINDRAPURA, Rabu (29/1/2025).
Warga Siak etnis Tionghoa melaksanakan sembahyang di Kelenteng Hock Siu Kiong Siak SRIINDRAPURA, Rabu (29/1/2025).

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO)- Tahun Baru Imlek di Kota Siak berjalan dengan bersahaja dan penuh kekeluargaan. Kepedulian seolah menjadi tema, tak ada jarak antara etnis Tionghoa dengan warga lainnya.

Sejak pukul 07.00 WIB, Kelenteng Hock Siu Kiong sudah mulai dikunjungi warga yang hendak melaksanakan sembahyang.

Pakaian merah menjadi bagian dari luapan rasa gembira menyambut tahun Ular Kayu yang penuh harapan dengan perubahan.

Setelah sembahyang, Aceng dan keluarga bersilaturahmi ke kediaman kerabat. Kesibukan di warung kopi miliknya, membuatnya jarang ketemu.

Momen perayaan Imlek, membuatnya ingin lebih banyak tahu tentang kondisi sanak saudaranya.

“Jarang ketemu, apalagi yang dari luar kota. Senang bisa berbincang dan bertukar infromasi,” sebut Aceng.

Saat pulang ke warung kopi, Aceng melayani pelanggannya yang sengaja diberinya tempat. Tak hanya kopi, tapi juga bolu dan penganan lainnya.

“Hanya ini yang bisa saya beri, mohon maaf kalau ada kekurangan,” ucap Aceng sambil tersenyum.

Sejumlah warung kopi di Siak yang dikelola warga Tionghoa sudah tutup sejak Senin (27/1) dan akan buka kembali pada Senin (3/2) mendatang. Tapi Aceng setiap pagi, menyiapkan kopi untuk para pelanggannya. Saat kopi habis, dia akan menambahnya.

“Saya senang pelanggan saya selalu ada. Makanya saya dengan senang hati menjamu mereka,” sebut Aceng.

Sementara tokoh masyarakat Tionghoa Joni mengharapkan tahun Ular Kayu membawa perubahan positif, baik dari segi rejeki maupun usaha serta persaudaraan yang terjalin lintas generasi.

 

“Kami lahir dan besar di Siak, kami mencintai Siak dan kami ingin Siak ke depan lebih maju dan kami ingin ambil bagian dalam pembangunan Siak,” kata Joni.

Lewat tengah hari, kelenteng masih ramai, dan aktivitas sembahyang masih terus berlangsung. Sebagian warga yang berkunjung ke Siak karena libur menyempatkan diri berfoto di depan kelenteng.(mng)

Editor : Rindra Yasin
#Tahun Ular Kayu 2025 #Imlek 2576 Kongzili #perayaan tahun baru cina