SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Saat musim libur akhir tahun, puncak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Siak terjadi pada Kamis-Sabtu (1-3/1) petang. Sedangkan Ahad (4/1), terjadi penurunan, bahkan mulai sepi. Hal ini karena pada Senin (5/1) anak-anak sudah mulai kembali sekolah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak H Tekad Perbatas Setia Dewa ST MT mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 terhitung 23 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026, ratusan ribu pengunjung.
Menurutnya, tingginya minat wisatawan ke Siak di akhir dan awal tahun, karena bertepatan dengan libur sekolah, serta kekhawatiran berlibur ke wilayah rawan bencana. ”Kabupaten Siak yang kaya dengan wisata sejarah menjadi pilihan utama karena aksesnya mudah dan jalannya relatif mulus,” sebutnya, Ahad (4/1).
Dijelaskan Kadis Tekad Perbatas, kunjungan ke Istana Siak mencapai 9.693 orang, lift Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) 453 pengunjung, Tangsi Belanda yang ada di Mempura 168 pengunjung, Sky Walk Tengku Buwang Asmara 2.318 pengunjung, Rumah Datuk Pesisir 30 pengunjung, dan Taman Burung Jauhari 61 pengunjung.
Sedangkan Masjid Syahabuddin yang merupakan Masjid Sultan ada 9.000 pengunjung, alun-alun depan Istana Siak atau Lapangan Tugu 30 ribu pengunjung, dan Tepian Bandar Sungai Jantan 8.000 pengunjung.
”Tertinggi kunjungan ada di Taman Siak Lawo, Taman Rusa dan Taman Teratai 75 ribu pengunjung,” terang Kadis Tekad Perbatas.
Berdasarkan data dan evaluasi selama libur Nataru 2025-2026, objek wisata Taman Siak Lawo dan sekitarnya, menjadi tujuan favorit karena gratis, cukup bayar parkir, dan posisinya teduh, berada di bawah Jembatan TASL.
Di Taman Siak Lawo, dan Taman Teratai pengunjung makan bersama keluarga menikmati taman yang lawo
”Kami terus mengupayakan ada perputaran ekonomi dan berdampak kepada meningkatnya pendapatan UMKM lokal dan industri pariwisata,” kata Kadis Tekad Perbatas.
Dengan meningkatnya kunjungan, Kadis Tekad Perbatas mengatakan akan terus membenahi destinasi agar lebih menarik dan mendapat tempat di hati pengunjung, untuk selalu datang dan datang lagi.
Destinasi wisata di Kabupaten Siak jumlahnya cukup banyak, di Mempura saja selain syakwalk dan rumah Datuk Pesisir, ada Tangsi Belanda, Gedung Controller/Landraad, yang juga bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda.
Sementara di Siak, selain istana dan masjid bersejarah, ada Museum Balairung Sri, dulu bernama Balai Kerapatan Tinggi, Lapangan Siak Bermadah, pertokoan bersejarah, klenteng, gudang mesiu, serta makam sultan yang ada di Komplek Masjid Syahabuddin atau Masjid Sultan.(yls)
Laporan MONANG LUBIS, Siar Sri Indrapura
Editor : Arif Oktafian