SIAK (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Siak memiliki lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang direksinya akan dilelang, baik itu direktur, maupun komisaris.
Lima BUMD itu adalah, PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), PT Bumi Siak Pusako (BSP), PT Sarana Pertambangan Energi (SPE), Sarana Pembangunan Siak (SPS), dan PT Permodalan Siak (Persi).
Demikian dikatakan Asisten II Setkab Siak H Heriyanto SH, yang juga Komisaris PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Lelang ini tentu saja memberi angin segar bagi putra putri daerah yang ingin mendedikasikan ilmunya dalam membangun Kabupaten Siak melalui BUMD.
Peluang terbuka luas, tak hanya bagi putra putri daerah Siak, tapi seluruh Indonesia yang punya komitmen, menjadikan BUMD di Kabupaten Siak, sebagai BUMD yang tidak terus menerus menyusu dengan penyertaan modal.
“Kami ingin ada inovasi, BUMD memberikan kontribusi tak hanya bagi pembangunan Siak, juga bagi masyarakat, baik tenaga kerja lokal, maupun pelaku usaha dan UMKM,” kata Heriyanto, Kamis (15/1/2026) malam.
Inovasi dibutuhkan dan tentu saja orang orang yang memenuhi kualifikasi menjadi harapan.
Saat ini, sedang digodok persyaratan apa saja yang diperlukan, sehingga ketika diumumkan, banyak pilihan, dan itu akan sangat memudahkan pansel dalam mendapatkan orang orang pilihan dan terbaik sesuai kualifikasi.
“Saya mengharapkan putra putri daerah berkontribusi dengan mempersiapkan diri, sehingga siapapun nantinya yang terpilih dan masuk dalam jajaran direksi, merupakan orang orang terbaik,” kata Heriyanto.
Adapun lima BUMD itu yang direksinya dilelang terbuka PT Bumi Siak Pusako (BSP), bergerak di sektor energi, khususnya migas.
PT Sarana Pertambangan Energi (SPE), terlibat dalam pengelolaan sumber daya pertambangan dan energi.
PT Permodalan Siak (Persi), fokus pada pengembangan modal dan investasi daerah, terutama di bidang perkebunan.
PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), pengelola pengembangan kawasan industri di Siak, terutama di Tanjung Buton.
PT Sarana Pembangunan Siak (SPS), fokus pada pengembangan ekonomi daerah, termasuk alokasi lahan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).
Heriyanto menginginkan rekrut secara terbuka, agar pengelolaan BUMD lebih transparan dan benar benar diisi oleh orang orang yang kompeten dan profesional. (mng)
Editor : M. Erizal