SIAK (RIAUPOS.CO) - Harimau masih berkeliaran dan terpantau di Kabupaten Siak. Masruri warga Dusun Mekar Jaya, Jalan Caltex RT 14 RW 04, Desa/Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura harus merelakan dua ekor kambingnya dimangsa harimau, Jumat (23/1) sekitar pukul 03.00 WIB.
Sepanjang Januari atau dalam tiga pekan, harimau muncul di tiga kecamatan yakni di Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Jumat (23/1) sekitar pukul 03.00 WIB, di Kecamatan Dayun, kawasan Taman Nasional Zamrud Rabu (14/1) siang, di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (8/1) habis Magrib, dan di Kampung Mengkapan, juga di Kecamatan Sungai Apit Jumat (23/1) siang.
Untuk di Benteng Hulu, tepatnya di kediaman Masuri, Jumat (23/1) pagi, terlihat jejak kaki dan ceceran darah, serta rumput yang tumbang bekas kambing yang dimangsa sekitar 300 meter dari kandang. “Harimau memangsa dua ekor kambing saya yang ada di dalam kandang,” kata Masruri.
Awalnya Masruri kehilangan tiga ekor karena kambingnya tinggal 12. Namun, saat dicari, satu ekor yang hilang ditemukan dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya ada bekas cakaran. Saat ditelusuri ke belakang SPBU yang berada di samping rumahnya, dia menemukan sejumlah jejak kaki harimau.
Sementara di sekitar kandang cukup banyak. “Saya menduga harimau yang memangsa kambing saya tidak satu ekor, hal itu terlihat dari banyaknya jejak di kandang,” ujarnya. Disebutkan Masruri, dalam beberapa hari terakhir, beberapa pemilik kebun sawit yang menjadi tetangga Masruri, melihat jejak harimau.
“Saya tidak menyangka harimau sampai di rumah saya, lalu memangsa ternak saya,” ujarnya. Masruri berharap pihak terkait punya solusi atas persoalan ini, sebab tidak menutup kemungkinan harimau akan datang lagi saat merasa lapar.
Di hari yang sama, Jumat (23/1) siang, di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, warga juga menyaksikan harimau berada di jalan kebun sawit. Harimau berjalan sendiri di jalan dengan lebar sekitar 5 sampai 7 meter dan di sampingnya ada parit dengan lebar sekitar 2 meter.
Harimau berjalan melenggang, bergerak sekitar 15 sampai 20 dari warga yang mengemudikan mobil. Camat Sungai Apit Tengku Muktasar membenarkan penampakan itu pada Jumat (23/) siang. Camat mengimbau warga selalu untuk tidak ke kebun sendirian, dan pulang lebih awal.
‘’Segera melapor jika menemukan hal yang berkaitan dengan harimau. Lapor jika ada penampakan harimau sebagai salah satu langkah mencegah adanya korban. Mari sama sama saling mengingatkan, jangan sampai ada korban dari konflik manusia dengan harimau ini,” katanya.
Sementara itu, sembilan hari sebelumnya, Rabu (14/1) siang, harimau Sumatera berukuran besar dengan belang berwarna gelap terlihat di depan Water Injection Plant (WIP), sekitar lebih kurang 1,3 Km dari Pos BBKSDA di Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun.
Di sana tidak ada sinyal ponsel. Informasi penampakan harimau berikut videonya, baru ketahui pada sekitar pukul 16.00 WIB. Dikatakan Kepala Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Nasya Nugrik, Taman Nasional Zamrud merupakan salah satu kawasan yang menjadi habitat harimau Sumatera.
“Selalu ada penampakan harimau di kawasan itu, namun kali ini video yang diambil terlihat sangat bersih, dan harimaunya begitu jelas,” ungkap Nasya Nugrik.
Masih di bulan yang sama, tepatnya pada Kamis (8/1), habis Magrib, warga Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit bernama Ahmad Zulfikar yang akrab disapa Fikar (24) nyaris menjadi santapan harimau di kebun koperasi tak jauh dari rumahnya.
Terkait harimau memangsa kambing milik Masruri, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak Novendra Kasmara membenarkan dan pihaknya sudah mendapatkan laporan.
Novendra bersama Tim Animal Rescue bergerak ke lokasi untuk melakukan mitigasi. Sekaligus memastikan jumlahnya harimau melalui jejaknya. “Kami imbau kepada warga untuk tak sendiri pergi ke kebun. Sebaiknya pergi ke kebun berkelompok sebagai langah pencegahan,” ujarnya.
Kalaksa BPBD Novendra Kasmara turun ke lokasi bersama Camat Mempura Harland Winanda Mulya dan Kepala Desa Benteng Hulu Sadam. Mereka melakukan koordinasi dengan pihak BBKSDA, lalu melakukan pemasangan camera trap sebanyak 2 unit di sekitar kandang kambing.
“Kami juga melakukan pemantauan drone untuk melihat kondisi vegetasi sekitar, serta pemasangan spanduk upaya untuk menghindari harimau apabila terjadi perjumpaan langsung,” katanya.
BPBD dan Camat Harland mengimbau warga untuk tidak beraktivitas sendirian sendiri, tidak beraktivitas pada waktu aktif harimau mulai dari pukul 17.00 WIB, sampai pukul 07.00 WIB, memulai aktivitas tidak terlalu pagi, kalau bisa di atas pukil 08.00 WIB. “Mengimbau warga untuk menutupi kandang dengan terpal hitam, atau seng, atau memindahkan ke lokasi yang lebih aman,” pesannya.(mng)
Editor : Bayu Saputra